Hakikat Sebuah Ujian


Diantara kebiasaan Ust. Hudaibi (Mursyid 'Am Ikhwanul Muslimin ke II) ialah duduk bersila di dalam kamar penjara.

Pada suatu hari, Asy-Syasytari (Jendral kementrian mesir) masuk ke dalam sel beliau, tetapi Ust. Hudaibi tetap bersila dan tidak berdiri. Kemudian Asy-Syasytari marah lalu berkata "apakah kau senang menjalani hal ini hai Hudaibi?"

Ust. Hudaibi: Ya, saya menikmatinya.
Asy-Syasytari: Apakah Kamu senang melihat mereka? -sambil menunjuk para ikhwan- Aku telah membawa mereka ke penjara, aku timpakan cobaan dan pengusiran. Aku juga telah menyebabkan keluarga mereka menderita...

Ust. Hudaibi: Adakah salah seorang diantara mereka yang mengadu kepadamu? Jika ada salah seoarang diantara mereka yang mengadu kepadamu (mengeluh akan beratnya penyiksaan dalam penjara) maka datanglah kemari dan beritahukan kepadaku!

Asy-Syasytari pun terdiam.

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang padamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? ..." (Al-Baqarah:214)

Saudaraku,

itulah yang dinamakan "ujian", hakikat pasti dari seorang aktivis yang menginginkan akhir yang baik (surga). masih ingatkah kita dengan pembantaian yang dialami saudara-saudara kita di Ambon, Poso dan belahan Indonesia timur lainnya?

Masihkah kita ingat, bagaimana muslim filipina (Suku Pattani) yang dijemur di tengah pasir pantai selama bulan ramadhan tanpa pakaian yang menutupinya?

Apakah kita lupa dengan muslim-muslim saat ini, di berbagai belahan dunia yang mengalami penyiksaan luar biasa, mulai dari muslim syiria, palestina dan wilayah timur tengah lainnya...

Saudaraku,

di tiap medan dakwah, punya ujiannya masing-masing. Di setiap akselerasi keimanan, punya kadar cobaannya masing-masing. adakah kita pedul akani sabda Rasulullah yang sangat mulia ini:

"Ujian akan terus menimpa seorang mukmin, laki laki dan perempuan, menimpa dirinya, anaknya, dan hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah tanpa membawa dosa"

[Diriwayatkan oleh Tirmidzi-2399:hadist hasan shahih, Ahmad(Musnad 2/287), Al-Hakim(al-Mustadrak 4/314), Imam Malik (al-Muwatha' 558)]

Inilah jalan dakwah sahabatku, karena, setelah kesulitan itu ada banyak kemudahan...

Teruntuk, aktivis2 terbaik,
Ahad, 15 April 2012


EmoticonEmoticon