Rabu, 29 Oktober 2014

Jenis evaluasi Pembelajaran berdasarkan tujuannya

Berikut ini adalah Jenis evaluasi Pembelajaran berdasarkan tujuannya :

1. Evaluasi Pembelajaran Diagnostik

Adalah evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang ditujukan untuk menelaah kelemahan-kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya.

image

2. Evaluasi Pembelajaran Selektif

Adalah evaluasi selektif adalah evaluasi yang digunakan untuk memilih siwa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu.

3. Evaluasi Pembelajaran Penempatan

Adalah evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik siswa.

4. Evaluasi Pembelajaran Formatif

Adalah evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar.

5. Evaluasi Pembelajaran Sumatif

Adalah evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan kemajuan belajar siswa.

BACA SELENGKAPNYA »

Selasa, 28 Oktober 2014

Kelebihan dan Kelemahan Teori Belajar Kultural.

Kelebihan dan Kelemahan Teori Belajar Kultural. Mendeskripsikan kelebihan dan kelemahan teori belajar kultural tidak bisa dilakukan dengan mengeralisasikannya begitu saja. Di bagian awal telah disebutkan bahwa teori belajar kultural hanya mampu didevinisikan dan dijelaskan dneagn mengunakan berbagai pendekatan teori belajar yang lain, terutama konstruktivisme dan sosio-kultural. Mengidentivikasi kelebihan dan kelemahan teori belajar kultural dipandang dari perspektif pendekatan tertentu. clip_image002

Berdasarkan teori Vygotsky akan diperoleh beberapa keuntungan, antara lain:

1. Anak memperoleh kesempatan yang luas untuk mengembangkan zona perkembangan proximalnya atau potensinya melalui belajar dan berkembang.

2. Pembelajaran perlu lebih dikaitkan dengan tingkat perkembangan potensialnya daripada tingkat perkembangan aktualnya.

3. Pembelajaran lebih diarahkan pada penggunaan strategi untuk mengembangkan kemampuan intermentalnya daripada kemampuan intramental.

4. Anak diberi kesempatan yang luas untuk mengintegrasikan pengetahuan deklaratif yang telah dipelajarinya dengan pengetahuan prosedural yang dapat dilakukan untuk tugas-tugas atau pemecahan masalah.

5. Proses belajar dan pembelajaran tidak bersifat transferal tetapi lebih merupakan kokonstruksi, yaitu proses mengkonstruksi pengetahuan atau makna baru secara bersama-sama antara semua pihak yang terlibat di dalamnya.

Keuntungan sebagaimana telah dideskripsikan di atas akan memberikan implikasi positif bagi peserta didik, antara lain:

1. Mendorong peserta didik untuk berfikir dalam proses membina pengetahuan baru. Siswa berfikir untuk menyelesaikan masalah, menemukan ide dan membuat keputusan.

2. Peserta didik akan memiliki pemahaman, kerana terlibat secara langsung dalam membina pengetahuan baru. Peserta didik akan lebih faham dan dapat mengapliksikannya dalam semua situasi.

3. Memiliki ingatan yang kuat terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan dan pengalaman, kerana murid terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama tentang semua konsep. Siswa melalui pendekatan ini membina sendiri pemahamannya.

4. Memiliki efikasi diri yang tinggi, yakni memiliki keyakinan bahwa dirinya dan orang lain yang terlibat dalam interaksi belajar akan mampu mengatasi permasalahan dalam pembelajaran.

5. Memiliki kemahiran sosial yang diperoleh melalui interaksi dengan rekan dan guru dalam membina pengetahuan baru.

6. Pembelajaran berlangsung menyenangkan, kerana peserta didik terlibat secara aktif dan berkelanjutan.

Kelemahan dari teori sosio-kultural yaitu terbatas pada perilaku yang tampak, proses-proses belajar yang kurang tampak seperti pembentukan konsep, belajar dari berbagai sumber belajar, pemecahan masalah dan kemampuan berpikir sukar diamati secara langsung.

BACA SELENGKAPNYA »

Senin, 27 Oktober 2014

Inti Teori belajar Skinner

1. Teori belajar  Skinner memberi banyak kontribusi untuk praktik pengajaran. Konsekuensi penguatan dan hukuman adalah bagian dari kehidupan dan murid. Jika dipakai secara efektif, pandangan teori ini akan mendapat membantu para guru dalam pengelolaan kelas. Demikian pula prinsip-prinsip dan hukum-hukum belajar yang tertuang dalam teori ini akan membantu guru dalam menggunakan pendekatan pengajaran yang cocok untuk mencapai hasil belajar dan perubahan tingkah laku yang positif bagi anak didik. clip_image002

2. Kritik terhadap teori pengkondisian operan Skinner adalah seluruh pendekatan itu terlalu banyak menekankan pada control eksternal atas perilaku murid. Teori ini berpandangan bahwa strategi yang lebih baik adalah membantu murid belajar mengontrol perilaku mereka sendiri dan menjadi termotivasi secara internal. Beberapa kritikus mengatakan bahwa bukan ganjaran dan hukuman yang akan mengubah perilaku, namun keyakinan atau ekspektasi bahwa perbuatan tertentu akan diberi ganjaran atau hukuman. atau dengan kata lain teori behaviorisme tidak memberi cukup perhatian pada proses kognitif dalam proses belajar.

3. Pada teori belajar skinner, pendidik diarahkan untuk menghargai setiap anak didiknya. hal ini ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem hukuman. Hal itu didukung dengan adanya pembentukan lingkungan yang baik sehingga dimungkinkan akan meminimalkan terjadinya kesalahan.

4. Menurut Skinner unsur yang terpenting dalam belajar adalah adanya penguatan danhukuman. Penguatan adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi. Sebaliknya, hukuman adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku.

5. Prinsip belajar skinner adalah sebagai berikut.

a. Hasil belajar harus segera diberitahukan pada siswa.

b. Dalam proses pembelajaran, tidak digunakan hukuman. Namun lingkungan perlu diubah, untuk menghindari adanya hukuman.

c. Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah dan sebagainya.

d. Dalam proses belajar lebih dipentingkan aktifitas itu sendiri.

e. Dalam belajar digunakan shaping

Inti dari teori behaviorisme Skinner adalah Pengkondisian operan (kondisioning operan). Pengkondisian operan adalah sebentuk pembelajaran dimana konsekuensi-konsekuensi dari prilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas prilaku itu akan diulangi

BACA SELENGKAPNYA »

Rabu, 22 Oktober 2014

Tujuan umum evaluasi pembelajaran

Tujuan umum evaluasi pembelajaran adalah untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yang akan dijadikan sebagai bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang dialami oleh para peserta didik setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu, mengetahui tingkat efektivitas dari metode-metode pembelajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran selama jangka waktu tertentu.

image

Serta menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, taraf perkembangan, atau taraf pencapaian kegiatan belajar siswa.

Tujuan khusus evaluasi pembelajaran adalah :

1. untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan

2. untuk mencari dan menemukan faktor penyebab keberhasilan dan ketidakberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya.

3. .Mengetahui kemajuan belajar siswa

4. Mengetahui potensi yang dimiliki siswa

5. Mengetahui hasil belajar siswa

6. Mengadakan seleksi

7. Mengetahui kelemahan atau kesulitan belajar siswa

8. Memberi bantuan dalam pengelompokan siswa

9. Memberikan bantuan dalam pemilihan jurursan

10. Memberikan bantuan dalam kegiatan belajar siswa

11. Memberikan motivasi belajar

12. .Mengetahui efektifitas mengajar guru

13. Mengetahui efisiensi mengajar guru

14. Memberikan balikan pada guru

15. Memberikan bukti untuk laporan kepada orang tua atau masyarakat

16. Memberikan data untuk penelitian dan pengembangan pembelajaran

5

BACA SELENGKAPNYA »

Selasa, 21 Oktober 2014

Teori Kultural Edward Burnett Tylor

Teori Belajar Kultural Edward Burnett Tylor. Antropologi sosial dan antropologi budaya bertumpu dan berpedoman kepada masyarakat secara menyeluruh. Oleh karena itu antropologi mencoba menguraikan hubungan antara berbagai aspek kemasyarakatan dan kemanusiaan sebagai wujud makhluk sosial. Walaupun dikalangan antropologis terdapat minat yang bermacam-macam tetapi semua antropologis mempunyai kecenderungan yang sama, yaitu keinginan untuk memahami hubungan manusia dalam masyarakat. Pendidikan sebagai salah satu wujud hubungan manusia dalam masyarakat memiliki keterjaitan dengan antropologi. Ini artinya antropologi turut menyumbang tersusunnya teori belajar kultural. clip_image002

E.B Tylor merupakan seorang antropolog yang berasal dari Inggris. Tylor tidak mengemukakan devinisi belajar kultural, tetapi memberikan teori mengenai budaya. Teori budaya sebagai bagian dalam teori belajar kultural perlu dibahas karena substansi budaya merupakan salah satu pijakan teori belajar kultural. Tylor telah menulis tentang berbagai macam masalah, tetapi yang terpenting ialah teori tentang ‘budaya’ yang diartikan oleh Tylor pada tahun 1871. Karena teorinya itu maka Tylor terus diingat dalam sejarah perkembangan antropologi. Teori itu berbunyi: "Budaya dalam arti kata etnografis yang luas, ialah gagasan keseluruhan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, tata susila, adat, dan tingkah laku yang dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat’. Sehingga teori awal yang dibuat oleh Tylor terhadap ‘budaya’ masih dianggap penting oleh kalangan antropologis.

E.B. Tylor menganut cara berpikir evolusionisme. Beliau berpendapat bahwa asal mula religi adalah adanya kesadaran manusia akan adanya jiwa yang disebabkan oleh dua hal yaitu perbedaan yang tampak pada manusia antara hal-hal yang hidup dengan hal-hal yang mati, dan peristiwa mimpi. Pada saat tidur atau pikiran melayang hubungan jiwa dan raga akan tetap ada. Tetapi jika manusia mati hubungan jiwa dan raga akan terputus. Jiwa yang terputus dari raga akan bebas mengisi alam yang akan menjadi makhluk halus yang akan hidup berdampingan dengan manusia, ditempatkan pada posisi yang penting yaitu dijadikan obyek penghormatan dan penyembahan. E.B Tylor juga berpendirian bahwa bentuk religi paling tua adalah penyembahan kepada roh-roh yang merupakan personifikasi dari jiwa-jiwa orang-orang yang telah meninggal, terutama nenek moyangnya. Penyembahan terhadap makhluk halus menurut E.B Tylor disebut sebagai animisme yang pada akhirnya merupakan bentuk religi tertua. Makhluk halus penghuni alam sering disebut sebagai Dewa. Semua Dewa pada hakekatnya merupakan penjelmaan dari satu dewa yang tertinggi. Dewa memiliki tingkatan dan tingkat tertinggi para dewa menurut keyakinan terhadap satu Dewa atau Tuhan dan akan timbul religi yang bersifat monotheisme sebagai tingkat yang terakhir dalam evolusi religi manusia.

Teori yang lain tentang kebudayaan, E.B Tylor beranggapan bahwa kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Keberadaan sistem religi ternyata mempengaruhi kebudayaan suatu masyarakat, dan sebaliknya. Akulturasi dan asimilasi antara sistem religi dan kebudayaan dalam lingkup masyarakat pun menjadikan corak pendidikan yang beragam. Teori belajar kultural senantiasa mengambil bentuk aplikasi yang disesuaikan dengan keduannya.

BACA SELENGKAPNYA »

Senin, 20 Oktober 2014

Kelebihan Dan Kelemahan Teori Belajar Skinner

Kelebihan Dan Kelemahan Teori Belajar Skinner, 

Kelebihan

Pada teori ini, pendidik diarahkan untuk menghargai setiap anak didiknya. hal ini ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem hukuman. Hal itu didukung dengan adanya pembentukan lingkungan yang baik sehingga dimungkinkan akan meminimalkan terjadinya kesalahan. clip_image002

Kekurangan

Beberapa kelemahan  dari teori ini berdasarkan analisa teknologi (Margaret E. B. G. 1994) bahwa: (i) teknologi untuk situasi yang kompleks tidak bisa lengkap; analisa yang berhasil bergantung pada keterampilan teknologis, (ii) keseringan respon sukar diterapkan pada tingkah laku kompleks sebagai ukuran peluang kejadian. Disamping itu pula, tanpa adanya sistem hukuman akan dimungkinkan akan dapat membuat anak didik menjadi kurang mengerti tentang sebuah kedisiplinan. hal tersebuat akan menyulitkan lancarnya kegiatan belajar-mengajar. Dengan melaksanakan mastery learning, tugas guru akan menjadi semakin berat.

Beberapa Kekeliruan dalam penerapan teori Skinner adalah penggunaan hukuman sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkan siswa. Menurut Skinner hukuman yang baik adalah anak merasakan sendiri konsekuensi dari perbuatannya. Misalnya anak perlu mengalami sendiri kesalahan dan merasakan akibat dari kesalahan. Penggunaan hukuman verbal maupun fisik seperti: kata-kata kasar, ejekan, cubitan, jeweran justru berakibat buruk pada siswa.

BACA SELENGKAPNYA »

Minggu, 19 Oktober 2014

Pemanfaatan Media Komunikasi dalam Pendidikan

Pemanfaatan Media Komunikasi dalam Pendidikan, Media komunikasi dalam pendidikan adalah seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh guru atau pendidik dalam rangka berkomunikasi dengan siswa atau peserta didik.

Klasifikasi media komunikasi dalam pendidikan sangat beragam, yakni menurut sifatnya, kemampuan jangkauannya, cara atau teknik pemakaiannya, dan bentuk dan cara penyajiannya.

Manfaat media komunikasi dalam pendidikan secara garis besar yaitu menangkap suatu objek atau peristiwa-peristiwa tertentu, memanipulasi keadaan, peristiwa atau objek tertentu, dan menambah gairah serta motivasi belajar siswa. image

Pemanfaatan media komunikasi dalam pendidikan terus berkembang sesuai dengan perkembangan konsep belajar mengajar dan harus berdasarkan prinsip-prinsip yang sesuai dan ditujukan agar tercapainya tujuan pendidikan yaitu media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran, harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran, harus sesuai dengan materi pembelajaran, harus sesuai dengan minat, kebutuhan dan kondisi siswa, harus memerhatikan efektivitas dan efisiensi, serta harus sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoperasikannya.

Pemanfaatan media komunikasi sangat beragam sesuai dengan perkembangan konsep belajar mengajar yakni:

1) Bahasa sebagai media pembelajaran

2) Media sebagai alat bantu mengajar

3) Media sebagai alat peraga

4) Audio Visual Aid (AVA) sebagai media

5) Media sebagai penyalur pesan

6) Media sebagai sumber belajar

 

Dalam pemanfaatan media komunikasi dalam pendidikan terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan, yakni:

1. Media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran.

2. Media yang akan digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

3. Media yang digunakan harus sesuai dengan materi pembelajaran.

4. Media pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan dan kondisi siswa.

5. Media yang akan digunakan harus memerhatikan efektivitas dan efisiensi.

6. Media yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoperasikannya.

 

Sumber :


Wina Sanjaya, Media Komunikasi Pembelajaran (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012), hlm. 105-112

Ibid., hlm. 75-76

BACA SELENGKAPNYA »

Jumat, 17 Oktober 2014

Cara raih beasiswa luar negeri jalur profesor

Beasiswa luar Negeri, Selain mencari informasi dari jalur formal seperti “university calendar” ada cara lain yaitu dengan menghubungi profesor dari perguruan tinggi yang bersangkutan. Sangat lazim seorang profesor mencari mahasiswa untuk membantu penelitiannya. Biasanya ini hanya untuk pascasarjana (S2/S3). Di bidang-bidang khusus, seperti bidang teknik (engineering) yang akhir-akhir ini mulai dijauhi mahasiswa setempat karena dinilai terlalu sukar dan kurang memberikan hasil finansial dibandingkan bidang non-teknik lainnya, banyak profesor yang kesulitan untuk mencari mahasiswa lokal sehingga dia menawarkan bimbingan untuk mahasiswa asing. Bahkan ada yang menawarkan beasiswa juga. Beasiswa ini biasanya diperoleh dari perusahaan atau industri yang mengadakan kerjasama penelitian dengan profesor yang bersangkutan. Biasanya informasi mengenai hal ini tersebar melalui mailing list, atau malah dari situs web sang profesor tersebut. clip_image001

Di beberapa tempat, profesor juga mendapat dana bantuan dari perguruan tinggi jika dia dapat merekrut mahasiswa beasiswa S3 karena jumlah mahasiswa S3 di perguruan tinggi tersebut turut menentukan nilai dari perguruan tinggi yang bersangkutan. (Misalnya, salah satu kriteria dari sebuah research university adalah dihasilkannya 50 S3 dalam satu tahun di 15 bidang.)

Profesor biasanya menjadi salah satu orang yang ikut menentukan diterima atau tidaknya sang calon mahasiswa. Biasanya, admission office akan menanyakan kesediaan profesor yang bersangkutan karena ini terkait dengan masalah penelitian. Jadi, jika kita sudah menghubungi profesor yang bersangkutan, biasanya lebih mudah untuk diterima.

Namun hal ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Pasalnya, kita tidak tahu siapa profesor tersebut, kecuali yang sudah terkenal. Siapa tahu profesor tersebut memiliki sifat yang kurang baik, seperti misalnya mempekerjakaan mahasiswanya secara rodi dan sulit meluluskan mahasiswanya. Maklum, mahasiswa adalah tenaga intelektual yang murah honornya. Anda bisa bertahun-tahun bekerja di bawah bimbingannya. Padahal anda ingin cepat lulus dan berkarya. Kecuali jika memang anda senang (enjoy) dengan pekerjaan anda sebagai peneliti dengan profesor yang bersangkutan. Kadang-kadang hal ini terjadi, yaitu sang mahasiswa justru senang bekerjasama dengan sang profesor sehingga “kelupaan” untuk menyelesaikan studinya. Terus saja dia menjadi doctorate candidate.

Salah satu hal yang bisa dilihat jika kita memilih profesor adalah jumlah mahasiswa bimbingannya. Jika dia memiliki mahasiswa yang banyak, kemungkinan besar dia disukai mahasiswa sehingga potensi untuk masalah (personal) lebih kecil. Kalau pun ada masalah, anda punya banyak kawan. (smile.)

Hubungan pribadi antara mahasiswa bimbingan dengan profesornya di level S3 sangat penting. Saya melihat beberapa kawan yang berhenti di S3 karena ada konflik dengan profesornya. Untuk itu masalah hubungan manusia ini jangan dianggap sepele.

BACA SELENGKAPNYA »

Nilai-Nilai Luhur Pancasila

Nilai-Nilai Luhur Pancasila, Pancasila sebagaimana kita yakini merupakan jiwa, kepribadian dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Disamping itu juga telah dibuktikan dengan kenyataan sejarah bahawa Pancasila merupakan sumber kekuatan bagi perjuangan karena menjadikan bangsa Indonesia bersatu.Pancasila dijadikan ideologi dikerenakan, Pancasila memiliki nilai-nilai falsafah mendasar dan rasional. Pancasila telah teruji kokoh dan kuat sebagai dasar dalam mengatur kehidupan bernegara. Selain itu, Pancasila juga merupakan wujud dari konsensus nasional karena negara bangsa Indonesia ini adalah sebuah desain negara moderen yang disepakati oleh para pendiri negara Republik Indonesia kemudian nilai kandungan Pancasila dilestarikan dari generasi ke generasi. Pancasila pertama kali dikumandangkan oleh Soekarno pada saat berlangsungnya sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Republik Indonesia (BPUPKI). image

Pada pidato tersebut, Soekarno menekankan pentingnya sebuah dasar negara. Istilah dasar negara ini kemudian disamakan dengan fundamen, filsafat, pemikiran yang mendalam, serta jiwa dan hasrat yang mendalam, serta perjuangan suatu bangsa senantiasa memiliki karakter sendiri yang berasal dari kepribadian bangsa. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Pancasila secara formal yudiris terdapat dalam alinea IV pembukaan UUD 1945. Di samping pengertian formal menurut hukum atau formal yudiris maka Pancasila juga mempunyai bentuk dan juga mempunyai isi dan arti (unsur-unsur yang menyusun Pancasila tersebut). Tepat 64 tahun usia Pancasila, sepatutnya sebagai warga negara Indonesia kembali menyelami kandungan nilai-nilai luhur tersebut.

1. Ketuhanan (Religiusitas)

Nilai religius adalah nilai yang berkaitan dengan keterkaitan individu dengan sesuatu yang dianggapnya memiliki kekuatan sakral, suci, agung dan mulia. Memahami Ketuhanan sebagai pandangan hidup adalah mewujudkan masyarakat yang beketuhanan, yakni membangun masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa maupun semangat untuk mencapai ridlo Tuhan dalam setiap perbuatan baik yang dilakukannya. Dari sudut pandang etis keagamaan, negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa itu adalah negara yang menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduknya untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Dari dasar ini pula, bahwa suatu keharusan bagi masyarakat warga Indonesia menjadi masyarakat yang beriman kepada Tuhan, dan masyarakat yang beragama,.

2. Kemanusiaan (Moralitas)

Kemanusiaan yang adil dan beradab, adalah pembentukan suatu kesadaran tentang keteraturan, sebagai asas kehidupan, sebab setiap manusia mempunyai potensi untuk menjadi manusia sempurna, yaitu manusia yang beradab. Manusia yang maju peradabannya tentu lebih mudah menerima kebenaran dengan tulus, lebih mungkin untuk mengikuti tata cara dan pola kehidupan masyarakat yang teratur, dan mengenal hukum universal. Kesadaran inilah yang menjadi semangat membangun kehidupan masyarakat dan alam semesta untuk mencapai kebahagiaan dengan usaha gigih, serta dapat diimplementasikan dalam bentuk sikap hidup yang harmoni penuh toleransi dan damai.

3. Persatuan (Kebangsaan) Indonesia

Persatuan adalah gabungan yang terdiri atas beberapa bagian, kehadiran Indonesia dan bangsanya di muka bumi ini bukan untuk bersengketa. Bangsa Indonesia hadir untuk mewujudkan kasih sayang kepada segenap suku bangsa dari Sabang sampai Marauke. Persatuan Indonesia, bukan sebuah sikap maupun pandangan dogmatik dan sempit, namun harus menjadi upaya untuk melihat diri sendiri secara lebih objektif dari dunia luar. Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk dalam proses sejarah perjuangan panjang dan terdiri dari bermacam-macam kelompok suku bangsa, namun perbedaan tersebut tidak untuk dipertentangkan tetapi justru dijadikan persatuan Indonesia.

4. Permusyawaratan dan Perwakilan

Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan hidup berdampingan dengan orang lain, dalam interaksi itu biasanya terjadi kesepakatan, dan saling menghargai satu sama lain atas dasar tujuan dan kepentingan bersama. Prinsip-prinsip kerakyatan yang menjadi cita-cita utama untuk membangkitkan bangsa Indonesia, mengerahkan potensi mereka dalam dunia modern, yakni kerakyatan yang mampu mengendalikan diri, tabah menguasai diri, walau berada dalam kancah pergolakan hebat untuk menciptakan perubahan dan pembaharuan. Hikmah kebijaksanaan adalah kondisi sosial yang menampilkan rakyat berpikir dalam tahap yang lebih tinggi sebagai bangsa, dan membebaskan diri dari belenggu pemikiran berazaskan kelompok dan aliran tertentu yang sempit.

5. Keadilan Sosial

Nilai keadilan adalah nilai yang menjunjung norma berdasarkan ketidak berpihakkan, keseimbangan, serta pemerataan terhadap suatu hal. Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan cita-cita bernegara dan berbangsa. Itu semua bermakna mewujudkan keadaan masyarakat yang bersatu secara organik, dimana setiap anggotanya mempunyai kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang serta belajar hidup pada kemampuan aslinya. Segala usaha diarahkan kepada potensi rakyat, memupuk perwatakan dan peningkatan kualitas rakyat, sehingga kesejahteraan tercapai secara merata. (Dari berbagai sumber)

BACA SELENGKAPNYA »

Kamis, 16 Oktober 2014

Informasi Kualitas studi di luar negeri melalui university calendar

Informasi Kualitas studi di luar negeri melalui university calendar, Ada beberapa sumber untuk mencari informasi mengenai kualitas perguruan tinggi yang bersangkutan. Jika dulu informasi ini hanya tersedia dalam bentuk buku (hardcopy), maka sekarang banyak informasi yang dapat diperoleh melalui Internet. Selain informasi dari perguruan tinggi yang bersangkutan, anda dapat juga mencari lulusan dari perguruan tinggi tersebut dan meminta masukan.

Informasi dalam bentuk buku biasanya disebut “university calendar” (atau nama yang sejenis). Informasi ini biasanya dapat diperoleh dari administrator universitas yang bersangkutan, misalnya dari “admission office”. Beberapa perpustakaan di Indonesia, yang terkait dengan kedutaan negara tertentu seperti British Council, memiliki university calendar dari beberapa perguruan tinggi di negara tersebut. image

Pada university calendar akan ditemukan informasi mengenai program studi, faculty member (dosen yang terdaftar, dapat anda lihat siapa saja yang terkenal yang tercatat sebagai dosen di sana), persyaratan masuk (misalnya nilai minimal untuk TOEFL, GRE bagi perguruan tinggi yang mempersyaratkan hal tersebut), dan biaya pendidikan.

Ada beberapa tempat (buku? Web site?) yang menunjukkan ranking dari universitas. Ranking ini ada yang umum (peringkat secara keseluruhan) atau per jurusan. Sebuah universitas yang memiliki peringkat tinggi di satu bidang belum tentu bagus di bidang lainnya. Untuk itu, anda harus spesifik dalam memilih. Bahkan dalam satu jurusan atau departemen pun ada peringkat yang berbeda. Misalnya, dalam bidang saya yaitu Teknik Elektro (Electrical Engineering), ada peringkat yang spesifik untuk Computer Engineering, Power, Telecommunications, Control, dan seterusnya. Bahkan untuk bidang S3, nantinya ada yang lebih spesifik lagi. Misalnya, di dunai telekomunikasi ada yang spesifik jagoan dalam bidang antena.

BACA SELENGKAPNYA »

Rabu, 15 Oktober 2014

Memilih perguruan tinggi di luar negeri gratis murah terkenal atau berkualitas?

Memilih perguruan tinggi di luar negeri  merupakan sebuah pekerjaan yang tidak mudah, persiapan mulai dari mencari list daftar universitas luar negeri, universitas luar negeri yang murah, atau universitas luar negeri yang menyediakan beasiswa atau bahkan mecari universitas luar negeri yang terkenal. tetapi faktor yang penting yang tidak boleh diabaikan adalah perguruan tinggi luar negeri yang diakui dikti dan anda harus mengetahui juga akreditasi perguruan tinggi luar negeri agar nantinya tidak salah memilih. Ada banyak alasan bersekolah di perguruan tinggi luar negeri. dan kami yakin anda memiliki alasan tersendiri.

Ada banyak perguruan tinggi di luar negeri. Sayangnya, tidak semua perguruan tinggi di luar negeri memiliki kualitas yang bagus. Banyak juga perguruan tinggi di luar negeri yang hanya sekedar jualan nama saja, akan tetapi kualitasnya sangat buruk. Kasarnya, mereka hanya jualan ijasah. Perguruan tinggi seperti ini tidak akan diakui di Indonesia. Ijasah yang diperoleh tidak dapat dilegalisir di Indonesia.

Tahapan persiapan merupakan salah satu hal yang sangat penting. Jangan sampai kita berangkat ke luar negeri dengan persepsi yang salah sehingga akhirnya menjadi terlunta-lunta di luar negeri. Ini merupakan hal yang tidak menyenangkan.

Meskipun persiapan sudah matang, tentu saja bisa terjadi halangan atau hambatan dalam menyelesaikan studi. Itu hal yang wajar. Akan tetapi kita coba minimisasi hambatan tersebut dengan persiapan yang matang. clip_image001

Di sisi lain, memilih perguruan tinggi yang bagus pun harus berhati-hati karena bisa jadi kita tidak diterima (karena persyaratannya masuknya terlalu tinggi), biaya sekolahnya sangat mahal (meskipun ada banyak kemungkinan untuk mendapatkan beasiswa), biaya hidup yang sangat mahal di kota tersebut, atau kemungkinan untuk lulusnya kecil karena kualitas kemampuan kita yang mungkin kurang mendukung. Hal ini perlu mendapat pertimbangan juga meskipun bukan bermaksud untuk mengecilkan hati anda. Seorang bekas mahasiswa S2 saya pernah mendapat tawaran untuk S3 dari seorang profesor yang nomor 2 (top profesor) di sebuah bidang. Karena saya tahu latar belakang dan kualitas mahasiswa S2 saya tersebut, saya tidak menyarankan dia untuk mengambilnya karena perkiraan saya dia akan tertahan di program S3nya tersebut selama bertahun-tahun. (Landasan matematika yang bersangkutan kurang, padahal bidang tersebut sangat padat dengan matematika.) Mungkin saya salah dalam menyarankan untuk tidak mengambil S3 tersebut? Entahlah. Akhirnya dia mengambil di tempat lain yang juga memberikan beasiswa.

Beberapa organisasi di luar negeri biasanya melakukan evaluasi terhadap perguruan tinggi dan kemudian membuat ranking berdasarkan kriteria yang mereka tentukan. Meskipun ranking dengan cara ini harus diwaspadai (harus dilihat kriteria yang digunakan), akan tetapi mereka memberikan gambaran terhadap kualitas perguruan tinggi. Ada beberapa perguruan tinggi yang dikategorikan Ivy League, misalnya. Ini biasanya perguruan tinggi yang bagus. Tentunya anda harus siap jika ingin masuk ke perguruan tinggi dengan kualitas seperti itu. semoga jangan sampai salah memilih perguruan tinggi atau universitas diluar negeri.

BACA SELENGKAPNYA »

Buku Produktif, buku Logam SMK Kelas XI

Produktif, buku Logam SMK Kelas XI

clip_image002

Download Buku Produktif, buku Logam, Teknik Las GTAW Kelas XI (Buku Guru) Klik disini
Download Buku Produktif, buku Logam, Mekanika Dan Elemen Mesin Kelas XI (Buku Siswa) Klik disini
Download Buku produktif, buku Logam,Teknik Dasar Pengerjaan Logam 2 Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Logam, TEKNOLOGI MEKANIK Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Logam, Teknik Dasar Pengerjaan Logam1 Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Logam, Teknik Dasar Pengerjaan Logam  Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Logam, Teknik Las SMAW1 Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Logam, Teknik Las SMAW2 Kelas XI klik Disini

BACA SELENGKAPNYA »

Buku Produktif, buku Elektrokomunikasi SMK Kelas XI

Produktif, buku Elektrokomunikasi SMK Kelas XI

 

clip_image002[5]

Download Buku Produktif, buku Elektrokomunikasi, Perekayasaan Sistem Radio Dan Televisi Kelas XI (Buku Guru) Klik disini
Download Buku Produktif, buku Elektrokomunikasi, TEKNIK DASAR ELEKTRONIKA KOMUNIKASI Kelas XI (Buku Siswa) Klik disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi,TEKNIK DASAR TELEKOMUNIKASI Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi, PEREKAYASAAN SISTEM ANTENA Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi, PEREKAYASAAN SISTEM ANTENA_1  Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi, PEREKAYASAAN SISTEM ANTENA_2 (2)  Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi, PEREKAYASAAN SISTEM ANTENA_2  Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi, Perekayasaan Sistem Audio Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi, Perekayasaan Sistem Radio Dan Televisi_2 Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi,PEREKAYASAAN SISTEM RADIO dan TELEVISI_1 Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi, Perekayasaan Sistem Radio Dan Televisi 2  Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi, Rangkaian Elektronika Analog Kelas XI klik Disini
Download Buku Produktif, buku Elektrokomunikasi, TEKNIK KERJA BENGKEL TELEKOMUNIKASI Kelas XI (Buku Guru) Klik disini
Download Buku Produktif, buku Elektrokomunikasi, PEREKAYASAAN SISTEM AUDIO Kelas XI (Buku Siswa) Klik disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi, Teknik Elektronika Komunikasi Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi, Teknik Dasar Elektronika Komunikasi  Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi,Teknik Elektronika Komunikasi Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi, TEKNIK DASAR ELEKTRONIKA KOMUNIKASI _2 (2) Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi, TEKNIK DASAR ELEKTRONIKA KOMUNIKASI _2 Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi, TEKNIK DASAR ELEKTRONIKA KOMUNIKASI Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi,TEKNIK DASAR LISTRIK TELEKOMUNIKASI Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi,Teknik Dasar Telekomunikasi Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi, TEKNIK DASAR LISTRIK TELEKOMUNIKASI Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi,Teknik Dasar Telekomunikasi Kelas XI klik Disini
Download Buku Produktif, buku Elektrokomunikasi,Teknik Elektronika Telekomunikasi Kelas XI (Buku Guru) Klik disini
Download Buku Produktif, buku Elektrokomunikasi,TEKNIK KERJA BENGKEL TELEKOMUNIKASI Kelas XI (Buku Siswa) Klik disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi,TEKNIK KERJA BENGKEL TELEKOMUNIKASI Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektrokomunikasi,TEKNIK DASAR LISTRIK TELEKOMUNIKASI Kelas XI klik Disini

BACA SELENGKAPNYA »

Fungsi evaluasi pembelajaran

Fungsi evaluasi pembelajaran image

Fungsi evaluasi pembelajaran sangat diperlukan dalam pendidikan antara lain memberi informasi yang dipakai sebagai dasar untuk :

1. memberikan landasan untuk menilai hasil usaha (prestasi) yang telah dicapai oleh peserta didiknya,

2. memberikan informasi yang sangat berguna untuk mengetahui posisi peserta didik dalam kelompoknya,

3. memberikan bahan yang penting untuk memilih dan kemudian menetapkan status peserta didik,

4. memberikan pedoman untuk mencari dan menemukan jalan keluar bagi  peserta didik yang memang memerlukannya,

5. memberikan petunjuk tentang sejauh manakah program pengajaran yang telah ditentukan telah dapat dicapai (Sudijono, 2006:12).

6. Membuat kebijaksanaan dan keputusan.

7. .Menilai hasil yang dicapai para pelajar.

8. Menilai kurikulum.

9. Memberi kepercayaan kepada sekolah.

10. Memonitor dana yang telah diberikan.

11. Memperbaiki materi dan program pendidikan.

BACA SELENGKAPNYA »

Selasa, 14 Oktober 2014

Teori Sosial Albert Bandura

Teori Belajar Sosial Albert Bandura. Bandura adalah seorang psikolog yang terkenal dengan teori belajar sosial atau kognitif sosial, serta efikasi diri. Bandura melakukan berbagai eksperimen teori pembelajaran imitatif yang kemudian dikembangkan pada eksperimen pembelajaran observasi. Dalam pembelajaran imitatif, ditemukan fakta bahwa pembelajar cenderung menunujukkan perilaku meniru tindakan model yang dilihatnya. Lain halnya dengan eksperimennya mengenai teori belajar observasi. Teori belajar observasi memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari sekedar imitatif. Teori belajar observasi memposisikan peserta didik sebagai pengamat terhadap model maupun setting pembelajaran. Peserta didik sebagai pengamat tidak sekadar meniru apa yang diamatinya. Menurut teori belajar sosisal yang dikemukakan oleh Bandura (Gredrel, 1994: 370), hal yang sangat penting dalam pembelajaran observasi adalah: (1) kemampuan individu untuk mengambil sari informasi dari tingkah laku orang lain; dan (2) memutuskan tingkah laku mana yang akan diambil untuk melaksanakan tingkah laku tersebut. clip_image002

Teori belajar sosial Albert Bandura sebenarnya terintegrasi dalam teori belajar imitatif dan observasi, yang sebenarnya mendasarkan eksperimen belajar yang dilakukan dari teori belajar behavioristik. Faktor-faktor yang berproses dalam belajar observasi adalah:

1. Perhatian, mencakup peristiwa peniruan dan karakteristik pengamat.

2. Penyimpanan atau proses mengingat, mencakup kode pengkodean simbolik.

3. Reproduksi motori, mencakup kemampuan fisik, kemampuan meniru, dan keakuratan umpan balik.

4. Motivasi, mencakup dorongan dari luar dan penghargaan terhadap diri sendiri.

Selain itu, juga harus diperhatikan bahwa faktor model atau teladan mempunyai prinsip-prinsip sebagai berikut:

1. Tingkat tertinggi belajar dari pengamatan, diperoleh dnegan cara mengorganisasikan sejak awal dan mengulangi perilaku secara simbolik, kemudian melakukannya.

2. Individu lebih menyukai perilaku yang ditiru jika sesuai dengan nilai yang dimilikinya.

3. Individu akan menyukai perilaku yang ditiru jika model atau panutan tersebut disukai dan dihargai, dan perilakunya mempunyai nilai yang bermanfaat.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, belajar sosial (juga dikenal sebagai belajar observasional atau belajar vicarious atau belajar dari model) adalah proses belajar yang muncul sebagai fungsi dari pengamatan, penguasaan dan, dalam kasus proses belajar imitasi, peniruan perilaku orang lain. Jenis belajar ini banyak diasosiasikan dengan penelitian Albert Bandura, yang membuat teori belajar sosial. Di dalamnya ada proses belajar meniru atau menjadikan model tindakan orang lain melalui pengamatan terhadap orang tersebut. Penelitian lebih lanjut menunjukkan adanya hubungan antara belajar sosial dengan belajar melalui pengkondisian klasik dan operant.

Banyak yang secara salah menyamakan belajar observasional dengan belajar melalui imitasi. Kedua istilah ini berbeda dalam arti bahwa belajar observasional mengarah pada perubahan perilaku akibat mengamati model. Ini tidak selalu berarti bahwa perilaku yang ditunjukkan orang lain diduplikasi. Bisa saja si pengamat justru melakukan sesuatu yang sebaliknya dari yang dilakukan model karena ia telah mempelajari konsekuensi dari perilaku tersebut pada si model. Dalam hal ini adalah belajar untuk tidak melakukan sesuatu dan ini berarti terjadi belajar observasional tanpa adanya imitasi.

Teori belajar sosial menurut bandura erat kaitannya dengan perilaku peserta didik yang terbentuk dari hubungan antara pembelajar dengan lingkungannya. Menurut pandangan faham belajar sosial, tingkah laku dan lingkungan dapat diubah, dan tidak satu pun merupakan penentu utama dari terjadinya perubahan tingkah laku. Pemerolehan tingkah laku kompleks tidak dapat diterangkan dengan hubungan dua arah antara lingkungan dan individu. Bandura mengajukan hubungan segitiga yang saling berkaitan. Berikut visualisasinya:

clip_image001

Hubungan segitiga (model deterministic resipkoral) oleh Albert Bandura: antara faktor pribadi (P) – faktor lingkungan (L) – faktor tingkah laku.

BACA SELENGKAPNYA »

Alasan untuk memburu sekolah keluar negeri gratis dengan beasiswa

Sekolah keluar negeri mungkin hanyalah sebatas mimimpi. Apakah anda atau putra -putri anda punya rencana sekolah kedokteran di luar negeri? atau ingin sekolah ke luar negeri gratis? bila tidak sekolah keluar negeri dengan beasiswa tentunya mencari alternatif sekolah di luar negeri yang murah.

Berikut adalah rahasia alasan sekolah keluar negeri, antara lain:

Sekolah di luar negeri memiliki fasilitas yang lebih baik daripada sekolah di Indonesia. Hal ini benar untuk program yang terkait dengan pascasarjana (graduate studies) yang membutuhkan fasilitas yang baik, seperti perpustakaan yang lengkap, peralatan untuk melakukan penelitian, fasilitas computing, akses Internet, dan fasilitas untuk belajar dan meneliti lainnya. Untuk pendidikan S1, banyak perguruan tinggi di Indonesia yang sudah memiliki fasilitas sebanding dengan perguruan tinggi di luar negeri. image

Lingkungan kampus di luar negeri lebih kondusif untuk belajar dan melakukan penelitian dibandingkan dengan lingkungan di kampus Indonesia pada umumnya. Meski berat dan memalukan untuk diakui, banyak perguruan tinggi di Indonesia yang fungsinya sekedar tempat kongkow-kongkow bagi mahasiswa. Daripada tidak ada kerjaan lain di rumah, mereka kuliah dengan setengah hati. Di sisi lain, banyak dosen yang mengajar di kampus dengan setengah hati karena satu dan lain hal . Situasi seperti ini tidak kondusif untuk belajar dan meneliti. Di luar negeri, umumnya yang pergi ke kampus memang ingin belajar atau melakukan penelitian sehingga lingkungan ini mendorong orang untuk fokus di belajar dan meneliti. Hal ini disebabkan karena umumnya mereka mendanai sendiri untuk kuliahnya (misalnya bekerja part-time) sehingga sangat concern terhadap waktu di kampus.

Bisa lebih fokus untuk belajar / meneliti. Kultur dan suasana di Indonesia sering kali mengganggu proses belajar kita. Sering kali kita disibukkan dengan masalah keluarga, masalah di lingkungan (kampung, RT/RW), harus bekerja untuk mendanai kuliah (karena kurangnya beasiswa), atau suasana lain yang mengganggu konsentrasi belajar kita sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk selesai. Lebih baik pergi dari lingkungan ini, selesaikan studi, dan kembali dengan cepat.

Lebih mudah akses ke pakar. Sebenarnya hal ini terkait dengan adanya fasilitas yang baik di perguruan tinggi sehingga mereka menarik pakar-pakar untuk berkumpul di seputar fasilitas tersebut. Ada gula, ada semut. Semakin banyak pakar, semakin banyak juga pihak yang memberikan donasi untuk penelitian, semakin banyak mahasiswa berkualitas bagus yang mendaftar ke perguruan tinggi tersebut, yang akibatnya adalah semakin meningkat juga kualitas secara keseluruhan. Siklus positif yang saling memperkuat ini memberikan dampak positif bagi kebanyakan perguruan tinggi di luar negeri.

Selain alasan-alasan di atas, tentunya masih banyak alasan yang lain. Akan tetapi ada juga alasan untuk tidak bersekolah di luar negeri.

Kesuksesan bersekolah di luar negeri bergantung kepada persiapan kita sebelum berangkat. Memilih perguruan tinggi yang tepat, misalnya, sangat penting. Untuk itu bagian berikut ini akan membahas masalah persiapan.

BACA SELENGKAPNYA »

Senin, 13 Oktober 2014

Aplikasi Teori Skinner Terhadap Pembelajaran

Aplikasi Teori Skinner Terhadap Pembelajaran, Beberapa aplikasi teori belajar Skinner dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:

1. Bahan yang dipelajari dianalisis sampai pada unit-unit secara organis.

2. Hasil berlajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah dibetulkan dan jika benar diperkuat.

3. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar.

4. Materi pelajaran digunakan sistem modul.

5. Tes lebih ditekankan untuk kepentingan diagnostic.

6. Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri.

7. Dalam proses pembelajaran tidak dikenakan hukuman.

8. Dalam pendidikan mengutamakan mengubah lingkungan untuk mengindari pelanggaran agar tidak menghukum.

9. Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah.

10. Hadiah diberikan kadang-kadang (jika perlu)

11. Tingkah laku yang diinginkan dianalisis supaya meningkatkan tujuan yang ingin dicapai.

12. Dalam pembelajaran sebaiknya digunakan shaping.

13. Mementingkan kebutuhan yang akan menimbulkan tingkah laku operan.

14. Dalam belajar mengajar menggunakan teaching machine.

15. Melaksanakan mastery learning yaitu mempelajari bahan secara tuntas menurut waktunya masing-masing karena tiap anak berbeda-beda iramanya. Sehingga naik atau tamat sekolah dalam waktu yang berbeda-beda pula. clip_image002

BACA SELENGKAPNYA »

Buku Produktif, buku Elektro SMK Kelas XI

Produktif, buku Elektro SMK Kelas XI

clip_image002

 

Download Buku produktif, buku Elektro, teknik sensor atau aktuator Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektro, Komunikasi data Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektro, Perekayasaan sistem kontrol Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektro, Pneumatik_ms2010  Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektro, Pneumatik  Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektro, Rev final teknik kontrol  Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektro, Teknik kerja bengkel  Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektro, teknik listrik Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektro, Teknik mikroprosesor2  Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Elektro, Teknik mikroprosesor1  Kelas XI klik Disini

BACA SELENGKAPNYA »

Buku Produktif, buku cnc SMK Kelas XI

Produktif, buku cnc SMK Kelas XI

 

clip_image002

Download Buku produktif, buku Bangunan,GBKONSTRUKSIKAPALCAD(asli) Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Bangunan, Fiberglass Dg CAD Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Bangunan, Tek.mesin1 Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Bangunan, Kelistrikan kapal  Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Bangunan, Konsep dasar kapal2  Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Bangunan, Konsep dasar kapal  Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Bangunan, Konsep kapal  Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Bangunan, Pekerjaan mesin perkakas Kelas XI klik Disini
Download Buku produktif, buku Bangunan, TekDasar Kelistrikan kapal  Kelas XI klik Disini

BACA SELENGKAPNYA »

Minggu, 12 Oktober 2014

Manfaat Media Komunikasi dalam Pendidikan

Manfaat Media Komunikasi dalam Pendidikan

1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).

2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti misalnya :

a. Objek yang terlalu besar – bisa digantikan dengan realita, gambar, film, bingkai, atau model;

b. Objek yang kecil – dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar;

c. Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography;

d. Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal;

e. Objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain;

f. Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dan lain-lain. image

3. ­­­­­Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk :

a. Menimbulkan kegairahan belajar.

b. Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan.

c. Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.

4. Memperbesar perhatian siswa.

5. Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar, oleh karena itu membuat pelajaran lebih mantap.

6. Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan siswa.

7. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu, terutama melalui gambar hidup.

8. Membantu tumbuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan berbahasa.

9. Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain, dan membantu efisiensi dan keragaman yang lebih banyak dalam belajar.[2]

10. Meningkatkan mutu pendidikan dengan jalan mempercepat rate of learning membantu guru untuk menggunakan waktu belajar secara lebih baik, mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, aktivitas guru lebih banyak diarahkan untuk meningkatkan kegairahan anak.

11. Memberi dasar pengajaran yang lebih ilmiah dengan jalan menyajikan/merencanakan program pengajaran secara logis dan sistematis, mengembangkan kegiatan pengajaran melalui penelitian, baik sebagai pelengkap maupun sebagai terapan.

12. Meningkatakan terwujudnya immediacy of learning karena media teknologi dapat menghilangkan atau mengurangi jurang pemisah antara kenyataan di luar kelas dengan kenyataan di dalam kelas, memberikan pengetahuan langsung.

13. Memberikan penyajian pendidikan lebih luas, terutama melalui media massa, dengan jalan memanfaatkan secara bersama dan lebih luas peristiwa-peristiwa langka, menyajikan informasi yang tidak terlalu menekankan batas ruang dan waktu.

 

Sumber :


Arif S. Sadiman, Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1993), hlm. 16-17

Azhar Arsyad, Media Pembelajaran (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2013), hlm.28-29

Sudarwan Danim, Media Komunikasi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 1995), hlm.12-13

BACA SELENGKAPNYA »

Jumat, 10 Oktober 2014

Upaya Menjaga Nilai – nilai Luhur Pancasila

Upaya Menjaga Nilai – nilai Luhur Pancasila, Nilai – nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan suatu cerminan dari kehidupan masyarakat Indonesia (nenek moyang kita) dan secara tetap telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia. Untuk itu kita sebagai generasi penerus bangsa harus mampu menjaga nilai – nilai tersebut. Untuk dapat hal tersebut maka perlu adanya berbagai upaya yang didukung oleh seluruh masyarakat Indonesia. image

Upaya – uapaya tersebut antara lain : Ideologi secara praktis diartikan sebagai system dasar seseorang tentang nilai-nilai dan tujuan-tujuan serta sarana-sarana pokok untuk mencapainya. Jika diterapkan oleh Negara maka ideology diartikan sebagai kesatuan gagasan-gagasan dasar yang disusun secara sistematis dan dianggap menyeluruh tentang manusia dan kehidupannya, baik sebagai individu, social, maupun dalam kehidupan bernegara. Secara etimologis, ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu idea dan logia. Idea berasal dari idein yang berarti melihat. Idea juga diartikan sesuatu yang ada di dalam pikiran sebagai hasil perumusan sesuatu pemikiran atau rencana. Kata logia mengandung makna ilmu pengetahuan atau teori, sedang kata logis berasal dari kata logos dari kata legein yaitu berbicara. Istilah ideologi sendiri pertama kali dilontarkan oleh Antoine Destutt de Tracy (1754 - 1836), ketika bergejolaknya Revolusi Prancis untuk mendefinisikan sains tentang ide. Jadi dapat disimpulkan secara bahasa, ideologi adalah pengucapan atau pengutaraan terhadap sesuatu yang terumus di dalam pikiran.

Dalam tinjauan terminologis, ideology is Manner or content of thinking characteristic of an individual or class (cara hidup/ tingkah laku atau hasil pemikiran yang menunjukan sifat-sifat tertentu dari seorang individu atau suatu kelas). Ideologi adalah ideas characteristic of a school of thinkers a class of society, a plotitical party or the like (watak/ ciri-ciri hasil pemikiran dari pemikiran suatu kelas di dalam masyarakat atau partai politik atau pun lainnya). Ideologi ternyata memiliki beberapa sifat, yaitu dia harus merupakan pemikiran mendasar dan rasional. Kedua, dari pemikiran mendasar ini dia harus bisa memancarkan sistem untuk mengatur kehidupan. Ketiga, selain kedua hal tadi, dia juga harus memiliki metode praktis bagaimana ideologi tersebut bisa diterapkan, dijaga eksistesinya dan disebarkan.

BACA SELENGKAPNYA »

Buku Produktif, buku Ototronik SMA/SMK Kelas XI

Produktif, buku Ototronik SMA/SMK Kelas XI

 

clip_image002

 

Download Buku produktif, buku Ototronik, Layout CMS Kelas XI klik Disini

Download Buku produktif, buku Ototronik, Layout CSIT Kelas XI klik Disini

Download Buku produktif, buku Ototronik, EMS Kelas XI klik Disini

Download Buku produktif, buku Ototronik, teknik perawatan dan perbaikan otomotif Kelas XI klik Disini

BACA SELENGKAPNYA »

Buku Produktif, buku Bangunan SMA/SMK Kelas XI

Produktif, buku Bangunan SMA/SMK Kelas XI

clip_image002

 

 

Download Buku produktif, buku bangunan, mesin kerja kayu Kelas XI klik disini

Download Buku produktif, buku bangunan, pengoperasian mesin kerja kayu Kelas XI klik disini

Download Buku produktif, buku bangunan, teknik pengerjaan non logam semester 2 Kelas XI klik disini

Download Buku produktif, buku bangunan, teknik dasar non logam Kelas XI klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Buku Agama Khonghuchu SMA/SMK Kelas XI

Agama Khonghuchu SMA/SMK Kelas XI

Isi Buku

1. Bab I : Pembinaan Diri sebagai Kewajiban Pokok

2. Bab II : Laku Bakti Pokok Kebajikan

3. Bab III : Nabi Kongzi sebagai Tian Zi Muo Duo

4. Bab IV : Mengzi Penegak Agama Khonghucu

5. Bab V : Sembahyang Kepada Leluhur dan Para Suci

6. Bab VI : Cinta Kasih sebagai Sandaran Hidup

7. Bab VII : Kebenaran Jalan Hidup Manusia

clip_image002

Download Buku Agama Khonghuchu Kelas XI (Buku Guru) Klik disini
Download Buku Agama Khonghuchu Kelas XI (Buku Siswa) Klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Buku Agama Budha SMA/SMK Kelas XI

Agama Budha SMA/SMK Kelas XI

Isi Buku

1. Bab I : Moralitas

2. Bab II : Jenis-jenis Sīla

3. Bab III : Manfaat dan Cara Mempraktikkan Sīla

4. Bab IV : Perbuatan Baik

5. Bab V : Puja dan Budaya

6. Bab VI : Empat Kebenaran Mulia

7. Bab VII : Karma dan Tumimbal Lahir

8. Bab VIII : Tiga Karakteristik Universal

9. Bab IX : Sebab Akibat yang Saling Bergantungan

clip_image002

Download Buku Agama Budha Kelas XI (Buku Guru) Klik disini
Download Buku Agama Budha Kelas XI (Buku Siswa) Klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Buku Agama Hindu SMA/SMK Kelas XI

Agama Hindu SMA/SMK Kelas XI

Isi Buku

1. Bab I : Yoga menurut Agama Hindu

2. Bab II : Yajña dalam Mahabharata

3. Bab III : Catur Marga

4. Bab IV : Vibhuti Marga

5. Bab V : Manawa Dharmasãstra (Kitab Hukum Hindu)

6. Bab VI : Niwrtti dan Prawrtti Marga

7. Bab VII : Catur Purusartha dalam Kehidupan

8. Bab VIII : Wiwaha

 

 

Download Buku Agama Hindu Kelas XI (Buku Guru) Klik disini
Download Buku Agama Hindu Kelas XI (Buku Siswa) Klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Buku Agama Katolik SMA/SMK Kelas XI

Agama Katolik SMA/SMK Kelas XI

Isi Buku

1. Bab I : Arti dan Makna Gereja

2. Bab II : Sifat- Sifat Gereja

3. Bab III : Peran Hirarki dan Awam Dalam Gereja Katolik

4. Bab IV : Tugas-Tugas Gereja

5. Bab V : Gereja dan Dunia

6. Bab VI : Hak Asasi Manusia

 

 

Download Buku Agama Katolik Kelas XI (Buku Guru) Klik disini
Download Buku Agama Katolik Kelas XI (Buku Siswa) Klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Kamis, 09 Oktober 2014

Reabilitas dan Objektivitas Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai pembelajaran yang dilaksanakan, dengan melalui kegiatan pengukuran dan penilaian pembelajaran. Pengukuran yang dimaksud di sini adalah proses membandingkan tingkat keberhasilan pembelajaran dengan ukuran keberhasilan pembelajaran yang telah ditentukan secara kuantitatif, sedangkan penilaian yang dimaksud di sini adalah proses pembuatan keputusan nilai keberhasilan pembelajaran secara kualitatif.Evaluasi merupakan sarana untuk mendapatkan informasi yang diperoleh dari proses pengumpulan dan pengolahan data. image

Reabilitas

Kata reabilitas diambil dri bahasa inggris yaitu “reliable” yang artinya dapat dipercaya atau keajegan yang sifatnya tidak berubah dari waktu kewaktu. Atau bisa juga diartikan dengan “ketepatan”.

Cara-cara mencari besarnya reabilitas, yaitu ada tiga cara :

1. metode bentuk pararel (equivalent)

2. metode tes ulang ( tes-retest method)

3. metode belah dua (split – half method)

Objektivitas

Objektivitas ialah tidak adanya unsure pribadi yang mempengaruhi. Dan apabila dikaitkan dengan reabilitasd maka objektivitas menekankan ketetapan (covsistency) pada system scoring, sedang reabilitas menekankan ketetapan dalam hasil tes.

BACA SELENGKAPNYA »

Buku Agama Kristen SMA/SMK Kelas XI

Agama Kristen SMA/SMK Kelas XI

Isi Buku

1. Bab I : Tuhan Pedoman Kehidupan Keluargaku

2. Bab II : Keluarga Pusat Utama Pendidikan

3. Bab III : Relasi Bermakna Antara Keluarga dan Sekolahku

4. Bab IV : Bertumbuh Sebagai Keluarga Allah

5. Bab V : Keluarga yang Kuat, Melahirkan Pribadi yang Kuat

6. Bab VI : Tanggung Jawabku Terhadap Keluarga

7. Bab VII : Keluarga Sebagai Gereja Mini

8. Bab VIII : Keluargaku dalam Gaya Hidup Modern

9. Bab IX : Dampak Modernisasi Bagi Keluargaku

10. Bab X : Keadilan dan Perdamaian dalam Keluarga

11. Bab XI : Home Sweet Home

12. Bab XII : Keluarga Kristen Menjadi Berkat Bagi Lingkungan

13. Bab XIII : Mensyukuri Anugerah Allah Lewat Perkembangan Iptek

14. Bab XIV : Berjalan ke Masa Depan Bersama Tuhan

 

 

Download Buku Agama Kristen Kelas XI (Buku Guru) Klik disini
Download Buku Agama Kristen Kelas XI (Buku Siswa) Klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Buku Agama Islam SMA/SMK Kelas XI

Agama Islam SMA/SMK Kelas XI

Isi Buku

1. Bab I : Al-Qur’ᾱn sebagai Pedoman Hidup

2. Bab II : Hidup Nyaman dengan Perilaku Jujur

3. Bab III : Kepedulian Umat Islam terhadap Jenazah

4. Bab IV : Sampaikan Dariku Walau Satu Ayat

5. Bab V : Masa Kejayaan Islam yang Dinantikan Kembali

6. Bab VI : Membangun Bangsa Melalui Perilaku Taat, Kompetisi dalam Kebaikan, dan Etos Kerja

7. Bab VII : Rasul-Rasul Itu Kekasih Allah Swt.

8. Bab VIII : Hormati dan Sayangi Orang Tua dan Gurumu

9. Bab IX : Prinsip dan Praktik Ekonomi Islam

10. Bab X : Bangun dan Bangkitlah Wahai Pejuang Islam

11. Bab XII : Toleransi Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

clip_image002

Download Buku Agama Islam Kelas XI (Buku Guru) Klik disini
Download Buku Agama Islam Kelas XI (Buku Siswa) Klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Buku Sejarah Indonesia SMA/SMK Kelas XI

Sejarah Indonesia SMA/SMK Kelas XI

Isi Buku

1. Bab I : Antara Kolonialisme dan Imperialisme

2. Bab II : Perang Melawan Kolonialisme

3. Bab III : Membangun Jati Diri Keindonesiaan

clip_image002

Download Buku Sejarah Indonesia Kelas XI (Buku Guru) Klik disini
Download Buku Sejarah Indonesia Kelas XI (Buku Siswa) Klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Buku Matematika SMA/SMK Kelas XI

Matematika SMA/SMK Kelas XI

Isi Buku

1. Bab I : Program Linear

2. Bab II : Matriks

3. Bab III : Fungsi Komposisi Dan Fungsi Invers

4. Bab IV : Persamaan Garis Lurus

5. Bab V : Barisan Dan Deret Tak Hingga

6. Bab VI : Trigonometri

 

 

Download Buku Matematika Kelas XI (Buku Siswa) Klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Buku Seni Budaya SMA/SMK Kelas XI

Seni Budaya SMA/SMK Kelas XI

Isi Buku

1. Bab I : BERAPRESIASI SENI RUPA

2. Bab II : BERKARYA SENI RUPA

3. Bab III : MENGGUBAH MUSIK

4. Bab IV : EKSPLORASI GERAK TARI: KONSEP, TEKNIK DAN PROSEDUR

5. Bab V : ANALISIS DAN EKSPLORASI KARYA TARI TRADISIONAL

6. Bab VI : SEJARAH DAN PERKEMBANGAN TEATER

7. Bab VII : PERSIAPAN PEMENTASAN SENI TEATER

8. Bab VIII : BERKARYA KOLABORATIF

clip_image002


Download Buku Seni Budaya Kelas XI (Buku Siswa) Klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Buku Prakarya Dan KWU SMA/SMK Kelas XI

Prakarya Dan KWU SMA/SMK Kelas XI

Isi Buku

1. Bab I : Kerajinan Bahan Lunak dan Wirausaha

2. Bab II : Rekayasa dan Kewirausahaan Pembangkit Listrik Sederhana

3. Bab III : Budidaya Pembenihan Ikan Konsumsi

4. Bab IV : Pengolahan Dan Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Makanan Khas Daerah

clip_image002

Download Buku Prakarya Dan KWU Kelas XI (Buku Guru) Klik disini
Download Buku Prakarya Dan KWU Kelas XI (Buku Siswa) Klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Buku PJOK SMA/SMK Kelas XI

PJOK SMA/SMK Kelas XI

Isi Buku

1. Bab I : Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Permainan Bola Besar

2. Bab II : Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Permainan Bola Kecil

3. Bab III : Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Atletik

4. Bab IV : Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Beladiri

5. Bab V : Menganalisis Konsep Pengukuran Kebugaran Jasmani

6. Bab VI : Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Senam Ketangkasan

7. Bab VII : Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Gerak Ritmik

8. Bab VIII : Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Renang

9. Bab IX : Memahami Pencegahan dan Penanggulangan Narkoba dan Psikotropika

10. Bab X : Memahami Dampak Seks Bebas

clip_image002

Download Buku PJOK Kelas XI (Buku Guru) Klik disini
Download Buku PJOK Kelas XI (Buku Siswa) Klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Buku Bahasa Inggris SMA/SMK Kelas XI

Bahasa Inggris SMA/SMK Kelas XI

Isi Buku

1. Bab 1

2. Bab 2

3. Bab 3

4. Bab 4

5. Bab 5

6. Bab 6

7. Bab 7

8. Bab 8

9. Bab 9

10. Bab 10

11. Bab 11

clip_image002

Download Buku Bahasa Inggris Kelas XI (Buku Guru) Klik disini
Download Buku Bahasa Inggris Kelas XI (Buku Siswa) Klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Rabu, 08 Oktober 2014

Pentingnya Evaluasi Pembelajaran

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui hasil yang telah dicapai oleh pendidik dalam proses pembelajaran adalah melalui evaluasi.Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan.Dalam setiap pembelajaran, pendidik harus berusaha mengetahui hasil dari proses pembelajaran yang ia lakukan. image

Pentingnya diketahui hasil ini karena dapat menjadi salah satu patokan bagi pendidik untuk mengetahui sejauh mana proses pembelajran yang dia lakukan dapat mengembangkan potensi peserta didik. Dengan evaluasi, maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk berubah menjadi lebih baik ke depan.

Evaluasi pendidikan danpengajaran adalah proses kegiatan untuk mendapatkan informasi data mengenai hasil belajar mengajar yang dialami siswa dan mengolah atau menafsirkannya menjadi nilai berupa data kualitatif atau kuantitatif sesuai dengan standar tertentu. Evaluasi yang dilakukan oleh pendidik ini dapat berupa evaluasi hasil belajar dan evaluasi pembelajaran. Namun, dalam makalah ini,hanya akandibicarakan masalah evaluasi pembelajaran.

BACA SELENGKAPNYA »

Selasa, 07 Oktober 2014

Teori Co-Konstruktivisme dan Revolusi Sosio-Kultural Vygotsky.

Teori Co-Konstruktivisme, dan Revolusi Sosio-Kultural Vygotsky.

Vygotsky menekankan pentingnya memanfaatkan lingkungan dalam pembelajaran. Lingkungan sekitar siswa meliputi orang-orang, kebudayaan, termasuk pengalaman dalam lingkungan tersebut. Orang lain merupakan bagian dari lingkungan pemerolehan pengetahuan siswa bermula dari lingkup sosial, antar orang, dan kemudian pada lingkup individu sebagai peristiwa internalisasi. Vygotsky menekankan pada pentingnya hubungan antara individu dan lingkungan sosial dalam pembentukan pengetahuan. Menurut Vygotsky, interaksi sosial dalam hal ini, interaksi individu dengan orang lain merupakan faktor terpenting yang dapat memicu perkembangan kognitif seseorang.

Vygotsky berpendapat bahwa proses belajar akan terjadi secara efisien dan efektif apabila anak belajar secara kooperatif dengan anak-anak lain dalam suasana dan lingkungan yang mendukung (supportive), dalam bimbingan seseorang yang lebih mampu, guru atau orang dewasa. Oleh Vigotsky, teori pembelajaran kultural didevinisikan dengan pendekatan teori konstruktivisme. Pendekatan teori kontruktivisme ini selanjutnya dikembangkan menjadi co-konstruktivisme, kemudian lebih jauh lagi revolusi sosio-kultural.

Konstruktivisme menurut pandangan Vygotsky menekankan pada pengaruh budaya, tetapi dinilai sangat individualistik karena belum ada proses internalisasi. Kegiatan belajar hanya terfokus pada siswa secara individu mengkonstruksikan stuktur kognitif yang dimilikinya dengan pengalaman yang diperoleh melalui Interaksi sosial dan budaya yang telah tertanam dalam benak siswa. Ini berarti proses belajar hanya sebatas pada kegiatan internal (dalam diri individu atau hanya pada kawasan intra-psikologi) saja.

Vygotsky berpendapat fungsi mental yang lebih tinggi bergerak antara inter-psikologi (interpsychological) melalui interaksi sosial dan intrapsikologi (intrapsychological) dalam benaknya. Internalisasi dipandang sebagai transformasi dari kegiatan eksternal ke internal. Ini terjadi pada individu bergerak antara inter-psikologi (antar orang) dan intra-psikologi (dalam diri individu). Internalisasi individu sebagai proses pemerolehan pembelajaran mempengaruhi perkembangan intelektual siswa. Berkaitan dengan perkembangan intelektual siswa, Vygotsky mengemukakan dua ide, antara lain:

a. Bahwa perkembangan intelektual siswa dapat dipahami hanya dalam konteks budaya dan sejarah pengalaman.

b. Vygotsky mempercayai bahwa perkembangan intelektual bergantung pada sistem tanda (sign system) setiap individu selalu berkembang. Sistem tanda adalah simbol-simbol yang secara budaya diciptakan untuk membantu seseorang berpikir, berkomunikasi, dan memecahkan masalah, misalnya budaya, bahasa, sistem tulisan, dan sistem perhitungan.

Kondisi sosial sebagai tempat penyebaran dan pertukaran pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai sosial budaya merupakan aspek-aspek yang mempengaruhi internalisasi. Anak-anak memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan melalui interaksi sehari-hari baik lingkungan sekolah maupun keluarganya secara aktif. Perolehan pengetahuan dan perkembangan kognitif sesuai dengan teori sosiogenesis yaitu kesadaran berinteraksi dengan lingkungan dimensi sosial yang bersifat primer dan dimensi individual bersifat derivatif atau turunan dan sekunder, sehingga teori belajar Vygotsky disebut dengan pendekatan Co-Konstruktivisme artinya perkembangan kognitif seseorang disamping ditentukan oleh individu sendiri secara aktif, juga ditentukan oleh lingkungan sosial yang aktif pula.

Menurut Vygotsky perkembangan kognisi seorang anak dapat terjadi melalui kolaborasi antar anggota dari satu generasi keluarga dengan yang lainnya. Perkembangan anak terjadi dalam budaya dan terus berkembang sepanjang hidupnya dengan berkolaborasi dengan yang lain. Dari perspektif ini para penganut aliran sosio-kultural berpendapat bahwa sangatlah tidak mungkin menilai seseorang tanpa mempertimbangkan orang-orang penting di lingkungannya.

Banyak ahli psikologi perkembangan yang sepaham dengan konsep yang diajukan Vygotsky. Teorinya yang menjelaskan tentang potret perkembangan manusia sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari kegiatan-kegiatan sosial dan budaya. Ia menekankan bahwa proses-proses perkembangan mental seperti ingatan, perhatian, dan penalaran melibatkan pembelajaran dengan orang-orang yang ada di lingkungan sosialnya. Selain itu ia juga menekankan bagaimana anak-anak dibantu berkembang dengan bimbingan dari orang-orang yang sudah terampil di dalam bidang-bidang tersebut.

Terdapat tiga konsep penting dalam teori sosiogenesis Vygotsky tentang perkembangan kognitif sesuai dengan revolusi sosio-kultural dalam teori belajar dan pembelajaran. Tiga konsep tersebut antara lain:

a. Hukum genetik tentang perkembangan (genetic law of development).

Menurut Vygotsky, setiap kemampuan seseorang akan tumbuh dan berkembang melewati dua tataran, yaitu interpsikologis atau intermental dan intrapsikologis atau intramental. Pandangan teori ini menempatkan intermental atau lingkungan sosial sebagai faktor primer dan konstitutif terhadap pembentukan pengetahuan serta perkembangan kognitif seseorang. Sedangkan fungsi intramental dipandang sebagai derivasi atau keturunan yang tumbuh atau terbentuk melalui penguasaan dan internalisasi terhadap proses-proses sosial tersebut.

b. Zona perkembangan proksimal (zone of proximal development).

Vygotsky membagi perkembangan proksimal (zone of proximal development) ke dalam dua tingkat, yakni:

1.) Tingkat perkembangan aktual yang tampak dari kemampuan seseorang untuk menyelesaikan tugas-tugas atau memecahkan berbagai masalah secara mandiri (intramental).

2.) Tingkat perkembangan potensial tampak dari kemampuan seseorang untuk menyelesaikan tugas-tugas dan memecahkan masalah ketika dibawah bimbingan orang dewasa atau ketika berkolaborasi dengan teman sebaya yang lebih kompeten (intermental).

Jarak antara tingkat perkembangan aktual dan tingkat perkembangan potensial ini disebut zona perkembangan proksimal. Zona perkembangan proksimal diartikan sebagai fungsi-fungsi atau kemampuan-kemampuan yang belum matang yang masih berada dalam proses pematangan. Berikut penjelasan dalam bentuk visualisasinya:

clip_image001

Dua tingkatan perkembangan proksimal.

c. Mediasi

Menurut Vygotsky, semua perbuatan atau proses psikologis yang khas manusiawi dimediasikan dengan psychologis tools atau alat-alat psikologis berupa bahasa, tanda dan lambang, atau semiotika. Ada dua jenis mediasi, yaitu:

1.) Mediasi metakognitif adalah penggunaan alat-alat semiotik yang bertujuan untuk melakukan self- regulation yang meliputi: self planning, self monitoring, self checking, dan self evaluating. Mediasi metakognitif ini berkembang dalam komunikasi antar pribadi.

2.) Mediasi kognitif adalah penggunaan alat-alat kognitif untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pengetahuan tertentu atau subject-domain problem. Mediasi kognitif bisa berkaitan dengan konsep spontan (yang bisa salah) dan konsep ilmiah (yang lebih terjamin kebenarannya).

BACA SELENGKAPNYA »

Senin, 06 Oktober 2014

Prinsip-Prinsip Belajar Yang Dikembangkan Oleh Skinner

Prinsip-Prinsip Belajar Yang Dikembangkan Oleh Skinner :

1. Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah dibetulkan, jika benar diberi penguat.

2. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar.

3. Materi pelajaran, digunakan sistem modul.

4. Dalam proses pembelajaran, lebih dipentingkan aktivitas sendiri.

5. Dalam proses pembelajaran, tidak digunakan hukuman. Namun ini lingkungan perlu diubah, untuk menghindari adanya hukuman.

6. Tingkah laku yang diinginkan pendidik, diberi hadiah, dan sebagainya.

7. Dalam pembelajaran, digunakan shaping.

clip_image002

BACA SELENGKAPNYA »

Buku Bahasa Insonesia SMA/SMK Kelas XI

Bahasa Insonesia SMA/SMK Kelas XI

Isi Buku

1. PELAJARAN 1 : MENEMUKAN SOLUSI ATAS MASALAH KEWIRAUSAHAAN

2. PELAJARAN 2 : MENAMBAH CITA RASA BAHASA MELALUI SENI BERPANTUN

3. PELAJARAN 3 : MEMBANGKITKAN INGATAN TENTANG TOKOH DUNIA

clip_image002

Download Buku Bahasa Insonesia Kelas XI (Buku Guru) Klik disini
Download Buku Bahasa Insonesia Kelas XI (Buku Siswa) Klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Buku PPKn SMA/SMK Kelas XI

PPKn SMA/SMK Kelas XI

Isi Buku

1. Bab I : Menapaki Jalan Terjal Penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia

2. Bab II : Menelaah Ketentuan Konstitusional Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

3. Bab III : Menelusuri Dinamika Demokrasi dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara

4. Bab IV : Mengupas Penyelenggaraan Kekuasaan Negara

5. Bab V : Menyiram Indahnya Keadilan dan Kedamaian

clip_image002

Download Buku PPKn Kelas XI (Buku Guru) Klik disini
Download Buku PPKn Kelas XI (Buku Siswa) Klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Buku Agama Khonghucu SMA/SMK Kelas X

Agama Khonghucu SMA/SMK Kelas X

Isi Buku

1. Bab I : Ketuhanan dalam Agama Khonghucu

2. Bab II : Anugerah Tuhan atas Manusia

3. Bab III : Pokok-Pokok Peribadahan Khonghucu

4. Bab IV : Sembahyang Kepada Tuhan

5. Bab V : Rangkaian Turunnya Wahyu Tuhan

6. Bab VI : Agama Khonghucu dan Perkembangannya

7. Bab VII : Tempat Ibadah Umat Khonghucu

8. Bab VIII : Harmonis dalam Perbedaan

clip_image002

Download Buku Agama Khonghucu Kelas X (Buku Guru) Klik disini
Download Buku Agama Khonghucu Kelas X (Buku Siswa) Klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Artikel Favorit