Sejatinya, Apa yang Kita Khawatirkan Dalam Hidup?


Adalah satu hal yang wajar, seorang murid khawatir akan hasil ujiannya, namun pernahkah rasa khawatir itu muncul jika ke-barakah-an diangkat dari ilmu yang ada? padahal seharusnya banyak manfaat yang bisa dihasilkan dari apa yang ia pelajari selama ini...

Terkadang, bisa saja seorang karyawan khawatir tidak terpenuhi deadline pekerjaannya, namun masihkah rasa khawatir itu ada ketika ibadah tidak lagi terlaksana diawal waktunya? padahal segala reminder sudah terpasang di setiap fasilitas kerja yang ada...

Sudah semestinya seorang anggota keluarga, khawatir akan kehilangan seseorang yang dikasihi selama ini, namun seberapa sering ia khawatir akan cinta Allah yang tidak lagi ada untuknya? padahal Allah selalu menunggu, kapan hamba tersebut bisa kembali mengadu kepada-Nya...

Merupakan kekhawatiran, saat kita tidak punya makanan, namun, pernah kah kita khawatir saat puasa sunnah tidak lagi dapat bertahan hitungan setengah hari hingga terbenamnya matahari? padahal kesehatan fisik telah Allah berikan selama puluhan kali matahari mengitari bumi...

Lalu, sejatinya, apa yang kita khawatirkan dalam hidup?
Khawatir akan rezeki dunia yang telah Allah tetapkan untuk kita? Atau kah perkara-perkara akhirat, yang tidak ada seorangpun bisa mengubah kecuali kita mengusahakan nya?

kawan, terlewatkannya kesempatan ibadah kita,
bisa jadi, bukan karena ilmu nya yang kurang, tapi kesungguhan dalam menjalankan nya yang hilang
bukan waktu kita yang sempit, tapi kondisi ruhiah kita yang sedang sakit
bukan akal yang tidak mampu memahami, tapi banyaknya maksiat yang telah menutupi kejernihan hati
bukan pula fisik kita yang tidak mampu, tapi itu bukti ketidakmampuan kita dalam mengendalikan hawa nafsu

"akan tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka..."
[At-Taubah: 46]

Khawatir lah, jika kebaikan-kebaikan akhirat perlahan mulai hilang dari sendi kehidupan,
karena bisa jadi, bukan kapasitas diri dan nikmat Allah yang belum mencukupi,
namun, hubungan dengan Rabb semesta alam, yang luput untuk kita perbaiki.


EmoticonEmoticon