Tampilkan posting dengan label kurikulum 2013. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label kurikulum 2013. Tampilkan semua posting

Minggu, 27 Juli 2014

Download Buku Kurikulum 2013 Download Tema Keluargaku Buku Tematik Siswa Kelas I SD/MI

Download Buku Kurikulum 2013 Download Tema Keluargaku Buku Tematik Siswa Kelas I SD/MI

clip_image002

Katagori : Buku Kurikulum 2013 > Buku SD

Kontributor Naskah : Lubna Assagaf, Nurhasanah, dkk

Penyelia (Editor) : Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta

Jumlah Bab : 4

Jumlah Halaman : 112

Ukuran Buku : 29,7

Penerbit : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud

Tahun Terbit : 2013

Buku siswa merupakan buku panduan sekaligus buku aktivitas yang akan memudahkan para siswa  terlibat aktif dalam pembelajaran.
Terdapat 4 tema dalam pembelajaran tematik terpadu SD/MI kelas I semester I. Tiap tema terdiri dari 4 subtema. Setiap subtema diuraikan ke dalam 6 pembelajaran.
Satu pembelajaran dialokasikan untuk 1 hari. Penjelasan rinci tentang aktivitas pembelajaran dituangkan dalam buku panduan guru.
Kegiatan pembelajaran yang ada di dalam buku siswa lebih merupakan contoh yang dapat dipilih guru dalam melaksanakan pembelajaran.
Guru diharapkan mampu mengembangkan ide-ide kreatif lebih lanjut dengan memanfaatkan alternatif-alternatif kegiatan yang ditawarkan di dalam buku panduan guru, atau mengembangkan ide-ide pembelajaran sendiri.

Download Buku Kurikulum 2013 Download Tema Keluargaku Buku Tematik Siswa Kelas I SD/MI KLIK DISINI

BACA SELENGKAPNYA »

Sabtu, 26 Juli 2014

Buku Kurikulum 2013 Download Tema Kegiatanku Buku Tematik Siswa Kelas I SD/MI

Buku Kurikulum 2013 Download Tema Kegiatanku Buku Tematik Siswa Kelas I SD/MI

clip_image002

Katagori : Buku Kurikulum 2013 > Buku SD

Kontributor Naskah : Lubna Assagaf, Nurhasanah, dkk

Penyelia (Editor) : Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta

Jumlah Bab : 4

Jumlah Halaman : 112

Ukuran Buku : 29,7

Penerbit : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud

Tahun Terbit : 2013

Buku Kurikulum 2013 Download Tema Kegiatanku Buku Tematik Siswa Kelas I SD/MI KLIK DISINI

BACA SELENGKAPNYA »

Jumat, 25 Juli 2014

Buku Kurikulum 2013 Download Tema Kegemaranku Buku Tematik Siswa Kelas I SD/MI

Buku Kurikulum 2013 Download Tema Kegemaranku Buku Tematik Siswa Kelas I SD/MI

clip_image002

Katagori : Buku Kurikulum 2013 > Buku SD

Kontributor Naskah : Lubna Assagaf, Iba Muhibba, dkk

Penyelia (Editor) : Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta

Jumlah Bab : 4

Jumlah Halaman : 112

Ukuran Buku : 29,7

Penerbit : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud

Tahun Terbit : 2013

Buku Kurikulum 2013 Download Tema Kegemaranku Buku Tematik Siswa Kelas I SD/MI KLIK DISINI

BACA SELENGKAPNYA »

Kamis, 24 Juli 2014

Buku Kurikulum 2013 Download Tema Diriku Buku Tematik Siswa Kelas I SD/MI

Buku Kurikulum 2013 Download Tema Diriku Buku Tematik Siswa Kelas I SD

clip_image002

Katagori : Buku Kurikulum 2013 > Buku SD

Kontributor Naskah : Lubna Assagaf, Iba Muhibba, dkk

Penyelia (Editor) : Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta

Jumlah Bab : 4

Jumlah Halaman : 112

Ukuran Buku : 29,7

Penerbit : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud

Tahun Terbit : 2013

Buku Kurikulum 2013 Download Tema Diriku Buku Tematik Siswa Kelas I SD KLIK DISINI

BACA SELENGKAPNYA »

Rabu, 23 Juli 2014

Download Buku Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Buku Siswa Kelas I

Download Buku Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Buku Siswa Kelas I

clip_image001

Katagori : Buku Kurikulum 2013 > Buku SD

Kontributor Naskah : Yunita Gunawan dan Lany Guito

Penyelia (Editor) : Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta

Jumlah Bab : 4

Jumlah Halaman : 128

Ukuran Buku : 29,7

Penerbit : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud

Tahun Terbit : 2013

Buku Teks Pelajaran Pendidikan Agama Khonghucu Sekolah Dasar merupakan penjabaran dari kompetensi inti dan kompetensi dasar Pendidikan Agama Khonghucu dan telah disesuaikan dengan tema nasional Kurikulum 2013. Tema pelajaran antara lain Laku Bakti, Nabi Kongzi Nabiku, Tian Yang Maha Esa dan Puji Syukur. Setiap pelajaran terbagi menjadi 4 sub pelajaran yang mendukung 1 tema utama tersebut.

Buku teks ini disusun untuk membantu peserta didik mengenal karakter seorang junzi atau manusia berbudi luhur yang merupakan sosok ideal dalam agama Khonghucu. Materi buku ini menampilkan tokoh utama Wu Zhenhui yang berusia 7 tahun bersama teman-temannya Melissa, Rongxin dan Yongki dengan didampingi oleh Guru Guo.
Untuk mempermudah peserta didik dalam memahami materi,  setiap  pelajaran  memiliki  beberapa  fitur antara lain fitur AKU INGIN TAHU! fitur AKU BISA! dan Aktivitas, fitur

DOREMI, dan fitur HANYU. Buku teks ini dilengkapi dengan Buku Panduan Guru yang akan mengarahkan kegiatan peserta didik untuk memahami dan mencapai indikator yang telah ditetapkan.

 

Download Buku Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Buku Siswa Kelas I Klik DIsini

BACA SELENGKAPNYA »

Selasa, 22 Juli 2014

Download Buku Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Siswa Kelas I SD

Download Buku Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti  Siswa Kelas I SD

clip_image002

Katagori : Buku Kurikulum 2013 > Buku SD

Kontributor Naskah : Sulan dan Heru Budi Santoso

Penyelia (Editor) : Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta

Jumlah Bab : 9

Jumlah Halaman : 144

Ukuran Buku : 25

Penerbit : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud

Tahun Terbit : 2013

Buku Teks Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Sekolah Dasar Kelas 1 merupakan buku pokok sebagai pedoman siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Buddha di sekolah formal.

Buku Siswa ini didampingi dengan Buku Guru sebagai pedoman yang dilengkapi teknik untuk menyampaikan materi ajar pada setiap bab.
Pokok pembahasan yang diuraikan dalam buku ini terdiri atas 9 bab yang diuraikan menjadi 31 pelajaran dengan jumlah 112 halaman. Teknik penulisan dimulai dengan uraian materi yang didalamnya memuat pembelajaran aktif yaitu menyanyi, mewarnai, teka-teki dharma, tebak jawaban; rangkuman; tugas
mandiri; dan penilaian.

Buku ini ditulis dengan menggunakan bahasa yang singkat dan sangat sederhana serta dilengkapi banyak ilustrasi dengan karakter yang sama. Tujuannya agar peserta didik dapat membahami dan menguasai materi ajar dengan baik melalui gambar-gambar sehingga tercipta suasana pembajaran yang kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Download Buku Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti  Siswa Kelas I SD klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Senin, 21 Juli 2014

Contoh pendekatan saintifik dalam pembelajaran di SMA

Contoh pendekatan saintifik dalam pembelajaran di SMA image

Sekolah : SMA Harmonisasi

Kelas/Semester : X / I

Mata Pelajaran : Sejarah Indonesia

Topik : Kehidupan masyarakat, pemerintahan dan kebudayaan pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

Kompetensi Dasar

1.1 Menghayati keteladanan para pemimpin dalam mengamalkan ajaran agamanya

1.2 Menghayati keteladanan para pemimpin dalam toleransi antar umat beragama dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari

2.1 Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli terhadap berbagai hasil budaya pada masa pra aksara, Hindu-Buddha dan Islam

2.3 Berlaku jujur dan bertanggung-jawab dalam mengerjakan tugas-tugas dari pembelajaran sejarah

3.7 Mengidentifikasi karakteristik kehidupan masyarakat, pemerintahan dan kebudayaan pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia dan menunjukkan contoh bukti-bukti yang masih berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini

4.4 Menyajikan hasil analisis dalam bentuk tulisan tentang nilai-nilai dan unsur budaya yang berkembang pada masa kerajaan Hindu-Budda dan masih berkelanjutan dalam kehidupan bangsa Indonesia pada masa kini


Langkah-Langkah Pembelajaran

Kegiatan

Deskripsi

Alokasi waktu

Pendahuluan

· Pengkondisian peserta didik

· Appersepsi: tanya jawab materi sebelumnya mengenai Teori tentang proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia dan dihubungkan dengan topik yang akan disampaikan

· Menyampaikan tujuan pembelajaran

...menit

Inti

· Melakukan pengamatan gambar Candi Borobudur dan Candi Prambanan

· Melakukan tanya jawab singkat tentang candi Borobudur dan Candi Prambanan

· Mengumpulkan data melalui studi pustaka tentang candi Borobudur dan Candi Prambanan dengan historisnya

· Menganalisis tentang bentuk bangunan Candi Borobudur dan Candi Prambanan

· Menarik kesimpulan tentang kebenaran bangunan candi Borobudur dan candi Prambanan sebagai:

1. Wujud akulturasi budaya masa Hindu-Buddha di Indonesia berupa bahasa dan religi/kepercayaan

2. Wujud akulturasi budaya masa Hindu-Buddha di Indonesia berupa organisasi sosial kemasyarakatan

3. Wujud akulturasi budaya masa Hindu-Buddha di Indonesia berupa sistem pengetahuan dan peralatan hidup

4. Wujud akulturasi budaya masa Hindu-Buddha di Indonesia berupa kesenian

5. Gambar peninggalan Hindu-Buddha di Indonesia yang tidak terpelihara

· Mengkomunikasikan tentang keberadaan candi Borobudur dan Prambanan sebagai wujud akulturasi budaya hindu dan budha di Indonesia

... menit

Penutup

· Menyimpulkan materi kehidupan masyarakat, pemerintahan dan kebudayaan pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

· Evaluasi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran

· Melakukan refleksi tentang pelaksanaan pembelajaran

· Pemberian tugas “membuat tugas kehidupan masyarakat, pemerintahan dan kebudayaan pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia dalam bentuk makalah”.

20 enit

BACA SELENGKAPNYA »

Download Buku Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa Kelas I SD

Download Buku Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa Kelas I SD Kurikulum 2013

clip_image002

Katagori : Buku Kurikulum 2013 > Buku SD

Kontributor Naskah : Duwijo dan Komang Susila

Penyelia (Editor) : Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta

Jumlah Bab : 6

Jumlah Halaman : 96

Ukuran Buku : 29,7

Penerbit : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud

Tahun Terbit : 2013

Buku panduan siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti (PAH-BP) tingkat Sekolah Dasar (SD) kelas I pada semester I dan II, mengajarkan agar siswa mengenal ajaran agama yang diyakini melalui pengamatan, pendengaran, dan pertanyaan tentang bagaimana berpikir, bertutur kata, dan berbuat yang baik kepada teman terdekat, orang tua, keluarga, guru, dan makhluk hidup ciptaan Sang Hyang Widhi lainnya.

Peserta didik yang dibiasakan berpikir, bertutur kata, dan berbuat baik dan benar secara bertahap akan membangun akhlak mulianya. Akhlak mulia siswa ini ditunjukkan dalam perilaku selalu cinta dan kasih, dalam wujud memberi dan menyayangi kepada lingkungan terdekat seperti saudara, keluarga, teman, dan juga orang yang mereka hormati, seperti guru dan para orang suci.

Agama sebagai pedoman hidup bersumber dari kitab suci Veda yang berasal dari wahyu Sang Hyang Widhi, bahwa semua yang ada dan yang akan diadakan bersumber dari-Nya, maka wajib menyampaikan rasa hormat dan rasa terima kasih kepada-Nya melalui mantramantra pujaan, nyanyian ketuhanan (Dharmagita) dan lagu keagamaan.

Download Buku Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kurikulum 2013 Siswa Kelas I SD klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Sabtu, 19 Juli 2014

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam Implemntasi Kurikulum 2013 SMA

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam Implemntasi Kurikulum 2013 SMA, Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan dan peningkatan mutu serta relevansi pendidikan untuk menghadapi tantangan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.

Usaha untuk memenuhi amanat Undang-undang tersebut dilakukan melalui program Wajib Belajar 9 Tahun. Program yang telah dimulai dari tahun 1994 tersebut berhasil dituntaskan dengan indikator Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP mencapai 98,2% pada tahun 2010. Konsekuensi dari keberhasilan program Wajib Belajar 9 Tahun tersebut adalah meningkatnya jumlah siswa lulusan SMP yang harus ditampung oleh pendidikan menengah. Pusat Data dan Statistik Pendidikan atau PDSP, Kemdikbud (2011) menyatakan bahwa dari 4,2 juta lulusan SMP, hanya sekitar 3 juta yang melanjutkan ke Sekolah Menengah (SM) dan sisanya sebesar 1,2 juta siswa tidak melanjutkan. Sementara pada waktu yang bersamaan sekitar 159.805 siswa SM mengalami putus sekolah, yang sebagian besar disebabkan karena alasan ketidakmampuan membayar biaya pendidikan.

Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah meluncurkan program Pendidikan Menengah Universal (PMU) pada tanggal 25 Juli 2013. Salah satu tujuan PMU adalah memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat terutama yang tidak mampu secara ekonomi untuk mendapatkan layanan pendidikan menengah. Sementara itu pada Tahun 2013 juga telah diluncurkan implementasi Kurikulum 2013.

Untuk mencapai tujuan PMU yang terjangkau dan bermutu serta menyukseskan pelaksanaan kurikulum 2013, pemerintah telah menyiapkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada Tahun 2014, telah disiapkan anggaran sebesar 4,3 triliun rupiah yang akan disalurkan kepada SMA Negeri dan Swasta diseluruh Indonesia. Tujuan program BOS SMA ini adalah membantu sekolah untuk memenuhi biaya operasional non - personalia termasuk di dalamnya membantu pengadaan buku pelajaran Kurikulum 2013.

image

Dasar hukum pemberian Bantuan Operasional Sekolah Menengah Atas (BOS SMA) kepada sekolah meliputi:

1. Undang-Undang Dasar Negara Tahun 1945.

2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

3. Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

4. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekosentrasi dan Tugas Perbantuan.

5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.

6. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan.

7. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

8. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014.

9. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa dengan perubahannnya Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012.

10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 69 Tahun 2009 tentang Standar Biaya Operasi Nonpersonalia Tahun 2009 Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB).

11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Permendiknas Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2010-2014.

12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 80 Tahun 2013 tentang Pendidikan Menengah Universal.

13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum.

14. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 81/PMK.05/2012 tentang Belanja Bantuan Sosial pada Kementerian/Lembaga.

 

Berikut ini beberapa pengertian dasar dari Program BOS SMA:

1. BOS SMA adalah program pemerintah untuk mendukung pelaksanaan program Pendidikan Menengah Univesal yang terjangkau dan bermutu.

2. BOS SMA adalah program pemerintah berupa pemberian dana langsung kepada SMA negeri dan swasta untuk membantu memenuhi Biaya Operasional Non-Personalia Sekolah.

3. Sebagai wujud keberpihakan terhadap siswa miskin atas pemberian dana BOS, sekolah diwajibkan untuk memberikan kompensasi membebaskan (fee waive) dan/atau membantu (discount fee) siswa miskin dari kewajiban membayar iuran sekolah dan biaya-biaya untuk kegiatan ekstrakurikuler. Bagi sekolah yang berada di kabupaten/kota/propinsi yang telah menerapkan pendidikan gratis, sekolah tidak diwajibkan memberikan pembebasan (fee waive) dan/atau membantu (discount fee) siswa miskin.

4. BOS SMA digunakan untuk membantu memenuhi biaya operasional non-personalia sekolah termasuk didalamnya pengadaan buku Kurikulum 2013.

5. Besaran dana BOS yang diterima sekolah dihitung berdasarkan jumlah siswa masing-masing sekolah dan satuan biaya (unit cost) bantuan.

 

Secara umum program BOS SMA bertujuan untuk mewujudkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu bagi semua lapisan masyarakat dalam rangka mendukung PMU. Sedangkan secara khusus bertujuan:

1. Membantu biaya operasional sekolah termasuk pengadaan buku kurikulum 2013.

2. Mengurangi angka putus sekolah SMA.

3. Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) siswa SMA.

4. Mewujudkan keberpihakan pemerintah (affimative action) bagi siswa miskin SMA dengan membebaskan (fee waive) dan/atau membantu (discount fee) tagihan biaya sekolah bagi siswa miskin.

5. Memberikan kesempatan yang setara (equal opportunity) bagi siswa miskin SMA untuk mendapatkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu.

6. Meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah.

 

Sasaran program adalah untuk SMA Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia. Besar bantuan per sekolah diperhitungkan dari jumlah siswa, dengan rincian sebagai berikut:

clip_image002

Bantuan yang diterima sekolah dihitung berdasarkan jumlah siswa per sekolah dan satuan biaya BOS SMA. Satuan biaya (unit cost) program BOS SMA sebesar Rp. 1.000.000/siswa/tahun. Sehingga total anggaran program BOS SMA tahun anggaran 2014 sebesar Rp. 4.384.026.000.000.

Dana BOS SMA disalurkan dalam 2 (dua) tahap sebagai berikut:

clip_image004clip_image005[6]clip_image006[6]

Waktu pelaksanaan program BOS SMA terhitung mulai Januari 2014 sampai dengan Desember 2014 atau sesuai dengan berakhirnya Tahun Anggaran 2014.

BACA SELENGKAPNYA »

Jumat, 18 Juli 2014

Contoh langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik di SMP

Contoh langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik di SMP image

Sekolah : SMP Jayakarta

Mapel : IPS

Kelas/Sem : VII/ 1

Tema : Konektivitas antar ruang, waktu, dan manusia

Kompetensi Dasar:

No.

Kompetensi Dasar

1.3 Menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya

2.3 Menunjukkan perilaku santun, peduli, dan menghargai perbedaan pendapat dalam interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya

3.1 Memahami aspek keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu dalam lingkup regional serta perubahan dan keberlanjutan kehidupan manusia (ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan politik)

 

Indikator:

 

3.1.1. mendeskripsikan dengan benar adanya konektivitas antarruang

3.1.2. mendeskripsikan dengan benar adanya

konektivitas antarwaktu

3.1.3. mencontohkan dengan tepat adanya konektivitas antarruang dan waktu

3.1.4. membedakan dengan tepat adanya konektivitas antarruang, waktu, dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia

3.1.5. menjelaskan dengan tepat adanya konektivitas antarmanusia (interaksi sosial)

dalam ruang dan waktu

4.3 Mengobservasi dan menyajikan bentuk-bentuk dinamika interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi di lingkungan masyarakat sekitar

 

Indikator:

 

4.3.1. memaparkan hasil analisis keterkaitan antarruang, antarwaktu, dan antarmanusia.

4.3.2. menyajikan rancangan kegiatan dengan tema “Upaya-upaya pencegah terjadinya bencana banjir”.


Langkah-Langkah Pembelajaran

Pendahuluan (...menit)

1. Pengkondisian peserta didik

2. Melakukan appersepsi tentang bencana banjir yang kerap terjadi. Di mana, kapan, dan mengapa bisa terjadi, siapa yang sering menjadi korban, apa yang dilakukan oleh masyarakat korban banjir ketika menghadapi bencana tersebut.

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran

Kegiatan Inti (... menit)

1. Peserta didik mengamati gambar-gambar (foto-foto, slide) tentang hutan yang gundul, hujan deras, orang membuang sampah sembarangan, sungai meluap, banjir besar. slide, atau video klip seputar bencana banjir di suatu tempat. Disarankan fenomena-fenomena tersebut yang terjadi di lingkungan terdekat.

2. Guru menyampaikan pertanyaan dan mendorong peserta didik didorong untuk bertanya dan menjawab pertanyaan dari guru atau peserta didik yang lain

Misalnya, setelah mengamati gambar atau menyaksikan tayangan video siswa didorong untuk bertanya, tentang mengapa hutan digunduli, untuk apa kayu-kayu yang ditebangi, siapa yang melakukan, siapa yang dbiasa membuang sampah sembarangan, mengapa sungai meluap, mengapa terjadi banjir, apakah ada hubungan antar semuanya itu? Pertanyaan atau permasalahan pokok apa yang bisa dimunculkan dari fenomena tersebut? Guru dapat menginisiasi pertanyaan pertanyaan kunci ketika siswa belum memunculkannya.

3. Mencoba (Experimenting) atau Mengumpulkan Data : Siswa menyaksikan video klip tentang banjir yang terjadi di lingkungan siswa. Siswa diminta untuk mencatat berbagai fakta yang diperlukan

4. Menalar /mengasosiasi data, meghubungkan sampai membuat kesimpulan : Misalnya peserta didik diajak untuk membaca buku siswa halaman 2-6 tentang konsep ruang, waktu, konektivitas, dan interaksi sosial, dan menghubungkannya dengan fenomena yang terjadi dalam tayangan video maupun gambar-gambar yang telah diamati sebelumnya.

5. Secara bersama-sama setelah peserta didik membaca buku, mengamati gambar, dan menyaksikan tayangan video, mereka diminta untuk membuat kesimpulan megenai hubungan buang sampah sembarang, penggundulan hutan, banjir dan kerugian akibat bencana banjir.

6. Mengkomunikasikan : Siswa mempresentasikan hasil analisis datanya di kelas. Di saming itu siswa juga bisa diminta untuk mengunggahnya (upload) di blog masing-masing. Untuk kepentingan ini setiap siswa bisa diwajibkan memiliki blog sendiri.

Penutup (... menit)

(1) Kesimpulan

Peserta didik bersama guru membuat kesimpulan hasil pembelajaran

(2) Evaluasi :

Dilakukan melalui tes secara tertulis, mengenai contoh bentuk konektivitas antar ruang dan waktu yang ada di lingkungan sekitarmu.

(3) Refleksi :

Peserta didik diminta menjawab pertanyaan reflektif misalnya, apakah pembelajaran hari ini menyenangkan? Pengetahuan berharga/baru apa yang kamu peroleh pada pembelajaran kita hari ini? Bagaimana sebaiknya sikap kita kalau memperoleh sesuatu yang berharga/baru.

(4) Penugasan

BACA SELENGKAPNYA »

Kamis, 17 Juli 2014

Contoh pembelajaran saintifik di SD

Contoh langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik di SD

Sekolah : SD Mutiara Hati

Kelas / semester : IV / 1

Tema : Berbagai Pekerjaan

Sub Tema : Jenis-jenis Pekerjaan

image Kompetensi Dasar

IPS

1.3 Menerima karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya

2.3 Menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya

3.1 Mengenal manusia, aspek keruangan,konektivitas antar ruang,perubahan dan keberlanjutan dalam waktu, sosial, ekonomi, dan pendidikan

3.5 Memahami manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya,dan ekonomi

4.1 Menceritakan tentang hasil bacaan mengenai pengertian ruang, konektivitas antarruang, perubahan, dan keberlanjutan dalam waktu, sosial, ekonomi, dan pendidikan dalam lingkup masyarakat di sekitarnya

4.5 Menceritakan manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi

IPA

1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya, serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hatihati; bertanggung jawab; terbuka; dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan inkuiri ilmiah dan berdiskusi

3.7 Mendeskripsikan hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat

4.7 Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang teknologi yang digunakan di kehidupan seharihari dan kemudahan yang diperoleh oleh masyarakat dengan memanfaatkan teknologi tersebut

Bahasa Indonesia

1.2 Mengakui dan mensyukuri anugerah Tuhan yang Maha Esa atas keberadaan lingkungan dan sumber daya alam, alat teknologi modern dan tradisional, perkembangan teknologi, sosial, serta permasalahan sosial

2.4 Memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sumber daya alam melalui pemanfaatan bahasa Indonesia

3.4 Menggali informasi dari teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku

4.4 Menyajikan teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku

Tujuan Pembelajaran

1. Dengan mengkaji bacaan tentang hubungan sumber daya alam dan pekerjaannya, siswa mampu menjelaskan hubungan sumber daya alam dan pekerjaan yang ada di daerah tersebut.

2. Setelah menganalisa gambar, siswa mampu mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan yang ada di kebun teh secara rinci.

3. Setelah menganalisa peta siswa mampu mengidentifikasi kondisi geografis dan pekerjaan dengan benar.

4. Setelah mengamati gambar dan berdiskusi, siswa mampu menjelaskan hubungan antara sumber daya alam dan kondisi geografis (dataran rendah, tinggi dan perairan).

5. Setelah membaca teks petualangan “Ulil SI Daun Teh”, siswa mampu menjelaskan proses daun teh menjadi teh tubruk secara runtut.

Langkah-Langkah Pembelajaran

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi

Waktu

Pendahu

luan

Pertemuan Kesatu:

1. Pengkondisian peserta didik

2. Melakukan appersepsi melalui tanya jawab tentang tentang jenis-jenis pekerjaan

3. Menyampaikan tema yang akan dibelajarkan yaitu: berbagai pekerjaan” dengan sub tema: ”jenis-jenis pekerjaan”

4. Menyampaikan tujuan pembelajaran

... menit

Inti

Mengamati:

Semua peserta didik mengamati gambar proses pembuatan teh

--menit

Menanya:

Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk mengarahkan siswa memperhatikan secara rinci proses pembuatan teh yang ada dalam gambar.

Mengumpulkan Informasi:

Siswa berdiskusi dengan teman untuk menjawab pertanyaan yang ada di buku mengenai letak perkebunan teh, pekerjaan yang ada di perkebunan teh, dan tugas dari masing-masing pekerja di kebun teh

Mengasosiasi/ Menalar:

Siswa mengetahui adanya perkebunan teh menyebabkan adanya industri teh dan membutuhkan para pekerja, seperti pemetik dan pengolah teh.yo Lakukan

Menyimpulkan:

Peserta didik bersama-sama dengan guru menyimpulkan bahwa adanya perkebunan teh, menyebabkan adanya industri teh yang membutuhkan jenis pekerjaan pengelola dan pemetik teh

Mengkomunikasikan:

Siswa menuliskan atau menyampaikan mengenai letak perkebunan teh, industri teh dan pekerjaan apa saja yang ada di perkebunan, dan industri teh.

Penutup

Bersama-sama siswa membuat kesimpulan hasil belajar selama sehari tentang jenis-jenis profesi yang keberadaannya dipengaruhi oleh kondisi geografis misalnya pemetik teh yang tinggal di pegunungan yang disebut sebagai dataran tinggi dan nelayan di pantai yang tinggal di dataran rendah

Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari

Mengajak semua siswa berdo’a

....menit

Untuk selanjutnya contoh langkah-langkah kegiatan dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik yang merupakan gabungan dari beberapa pertemuan adalah sebagai berikut:

Inti

Pertemuan Kedua:

..menit

Mengamati

Siswa mengamati tiga gambar yang berisi tiga jenis profesi dari di tiga tempat yang berbeda.

Menanya

Bertanya jawab tentang keadaan wilayah tempat tinggal misal Pemetik teh tinggal di dataran tinggi. bagaimana dengan wilayah lainnya? Pekerjaan apa saja yang ada di wilayah tersebut?

Mengeksplorasi:

Siswa menuliskan keterangan tentang tiga jenis profesi tersebut di bagian bawah gambar.

Siswa diingatkan untuk mengisi keterangan tentang tiga jenis profesi tersebut dengan teliti.

Mengasosiasi:

Siswa menganalisis hubungan antara pekerjaan dan tempat bekerja

Mengkomunikasikan

Menuliskan tentang hubungan antara pekerjaan dan tempat bekerja

Pertemuan Ketiga

Mengamati

Siswa secara individual mengamati lingkungan tempat tinggalnya

Menanya

Siswa di dorong untuk saling bertanya tentang lingkungan tempat tinggalnya

Mengeksplorasi

Guru mengingatkan siswa untuk memperhatikan kondisi wilayah tempat tinggal mereka, apakah meraka tinggal di daerah dataran tinggi, dataran rendah, atau di daerah perairan.

Mengasosiasi

Siswa diharapkan mengetahui hubungan antara kondisi wilayah tempat tinggal dan jenis pekerjaan yang ada.

Mengkomunikasikan

menceritakan keadaan wilayah tempat tinggal mereka dan jenis-jenis pekerjaan yang ada, serta menuliskannya di buku.

Pertemuan keempat

Mengamati:

Siswa secara individual mengamati peta sederhana yang ada di buku untuk mengetahui pekerjaan apa saja yang berada di dataran rendah, dataran tinggi, dan perairan.

Menanya:

Siswa didorong untuk dapat membuat pertanyaan sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukannya

Mengeksplorasi

Guru mengingatkan siswa untuk memperhatikan secara rinci gambar-gambar yang ada di dalam pulau dan memahami arti warna yang ada di kolom legenda.

Siswa menuliskan hasil pengamatannya pada tabel jenis pekerjaan yang dihubungkan dnegan lokasi tempat tinggalnya

Mengasosiasi

Siswa diingatkan untuk memprediksi jenis-jenis pekerjaan yang ada di daerah-daerah yang terdapat di peta, misalnya pemetik teh di dataran tinggi dan nelayan di wilayah perairan.

Mengkomunikasikan

Siswa membuat kesimpulan tentang isi tabel, bahwa kondisi geografis tempat tinggal suatu masyarakat akan memengaruhi jenis-jenis pekerjaan masyarakat yang ada di wilayah tersebut dan siswa menuliskan kesimpulan mereka di buku.

Guru memberikan penguatan tentang materi yang telah dipelajari, bahwa kenampakan wilayah permukaan bumi itu terdiri atas dataran rendah, dataran tinggi, dan perairan, yang kemudian memengaruhi jenis-jenis pekerjaan yang ada di masyarakat tersebut

Pertemuan Kelima

Mengamati:

Siswa membaca dalam hati teks tentang Ulil Si Daun Teh

Menanya:

Siswa disorong untuk membuat pertanyaan sesuai dengan teks yang dibacanya

Mengeksplorasi

Siswa menyebutkan sebanyak mungkin pekerjaan yang ada dalam cerita.

Mengasosiasi

Siswa menuliskan proses Ulil Si Daun Teh sampai menjadi teh tubruk yang dapat dinikmati oleh semua orang dalam kolom yang tersedia di buku.

Mengkomunikasikan

Secara berpasangan siswa menceritakan pada pasangannya tentang proses yang terjadi pada pembuatan the secara singkat.

BACA SELENGKAPNYA »

Rabu, 16 Juli 2014

Mekanisme Penilaian pada Kurikulum 2013

Mekanisme Penilaian pada  Kurikulum 2013

Penilaian hasil belajar di SMA dilaksanakan oleh pendidik, satuan pendidikan, serta Pemerintah dan/atau lembaga mandiri. image

1.     Penilaian oleh pendidik

Penilaian merupakan bagian yang tidak terpisahkan/tidak terlepas dari pembelajaran. Pembelajaran di SMA menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach) yang melibatkan kegiatan mengamati (observing) – menanya (questioning) – menalar (associating) – mencoba (experimenting), dan – membentuk jejaring (networking). Langkah-langkah pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Penilaian dilakukan oleh pendidik selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran untuk menilai kesiapan, proses, dan hasil belajar peserta didik yang mengarah pada ketercapaian kompetensi yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

 

Penilaian hasil belajar merupakan penilaian autentik (authentic assessment). Penilaian oleh pendidik dapat berupa tes dan non tes yang dilakukan melalui ulangan dan penugasan. Perencanaan penilaian hasil belajar oleh pendidik dicantumkan dalam silabus dan dijabarkan di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 

 

Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk: mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, memantau kemajuan, dan memperbaiki hasil belajar peserta didik. Macam-macam ulangan terdiri atas ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester.

§  Ulangan harian (UH) merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk menilai kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.

Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum diadakan ulangan harian berikutnya. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran remedial.

§  Ulangan tengah semester (UTS) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.

§  Ulangan akhir semester (UAS) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.

 

Penugasan dapat diberikan oleh pendidik sebagai tugas secara mandiri (individual) atau berkelompok dalam bentuk pekerjaan rumah, projek, dan portofolio.

§  Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.

§  Portofolio adalah kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.

 

2.  Penilaian oleh satuan pendidikan

Satuan pendidikan mengoordinasikan penilaian yang berupa ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester, serta melaksanakan ujian tingkat kompetensi dan ujian sekolah.

§  Ujian Tingkat Kompetensi (UTK) merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.

UTK untuk SMA dilaksanakan oleh satuan pendidikan pada akhir kelas XI dengan menggunakan kisi-kisi yang disusun oleh pemerintah. Sedangkan UTK pada akhir kelas XII dilakukan melalui ujian nasional yang dilaksanakan oleh pemerintah.

§  Ujian Sekolah (US) merupakan kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi yang dilakukan oleh satuan pendidikan, di luar kompetensi yang diujikan pada Ujian Nasional (UN).Ujian sekolah dilakukan oleh satuan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kegiatan ujian sekolah dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

a. Menyusun kisi-kisi ujian;

b. Mengembangkan (menulis, menelaah, dan merevisi) instrumen;

c. Melaksanakan ujian;

d. Mengolah (menyekor dan menilai) dan menentukan kelulusan peserta didik;

e. Melaporkan dan memanfaatkan hasil penilaian.

Hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan dilaporkan dalam bentuk nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi kepada orangtua dan pemerintah.

 

3.   Penilaian oleh pemerintah dan/atau lembaga mandiri

Penilaian oleh pemerintah berupa ujian mutu tingkat kompetensi dan ujian nasional.

§  Ujian Mutu Tingkat Kompetensi (UMTK) merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UMTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.

UMTK dilakukan dengan metode survei oleh pemerintah pada akhir kelas XI.

§  Ujian Nasional (UN) merupakan kegiatan pengukuran kompetensi tertentu yang dicapai peserta didik dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan, yang dilaksanakan secara nasional.

Ujian nasional dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan langkah-langkah yang diatur dalam Prosedur Operasi Standar (POS).

BACA SELENGKAPNYA »

Selasa, 15 Juli 2014

Teknik penilaian dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik

Teknik penilaian dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik image

Penilaian pada pembelajaran dengan pendekatan saintifik meliputi penilaian proses, penilaian produk, dan penilaian sikap. Penilaian pada 3 aspek tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

a. Penilaian proses atau keterampilan, dilakukan melalui observasi saat siswa bekerja kelompok, bekerja individu, berdiskusi, maupun saat presentasi dengan menggunakan lembar observasi kinerja.

b. Penilaian produk berupa pemahaman konsep, prinsip, dan hukum dilakukan dengan tes tertulis.

c. Penilaian sikap, melalui observasi saat siswa bekerja kelompok, bekerja individu, berdiskusi, maupun saat presentasi dengan menggunakan lembar observasi sikap.

BACA SELENGKAPNYA »

Senin, 14 Juli 2014

Penilaian Kompetensi Keterampilan Kurikulum 2013

Penilaian Kompetensi Keterampilan

Kurikulum 2013

Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik. image

 

1)     Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi.

 

Kriteria tugas untuk tes praktik

     Tugasmengarahkan peserta didik untuk menunjukkan capaian hasil belajar.

     Tugas dapat dikerjakan oleh peserta didik.

     Mencantumkan waktu/kurun waktu pengerjaan tugas.

     Sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik,

     Sesuai dengan konten/cakupan  kurikulum

     Tugasbersifat adil (tidak bias gender dan latar belakang sosial ekonomi)

 

Kriteria rubrik untuk tes praktik

     Rubrik dapat mengukur target kemampuan yang akan diukur (valid).

     Rubrik sesuai dengan tujuan pembelajaran.

     Indikator menunjukkan kemampuan yang dapat diamati (diobservasi).

     Indikator menunjukkan kemampuan yang dapat diukur.

     Rubrik dapat  memetakan kemampuan peserta didik.

     Rubrik menilai aspek-aspek penting pada proyek peserta didik.

Berikut ini contoh tes praktik keterampilan berbicara dalam Bahasa Inggris.

 

Mata Pelajaran                    : Bahasa Inggris

Kelas/Semester                    : X / 1

Tahun Pelajaran                   : 2013/2014

 

Kompetensi Inti          :

2.4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan perkembangan dariyang dipelajarinyadisekolah secaramandiri,danmampu menggunakanmetoda sesuaikaidahkeilmuan.

 

Kompetensi Dasar:

4.2 Menyusun teks lisandantulisuntuk memaparkan,menanyakan,danmerespon pemaparanjatidiri,dengan memperhatikanfungsisosial,struktur teks,danunsurkebahasaanyangbenar dansesuaikonteks.

 

Indikator:

Peserta didik dapat mengenalkan diri secara lisan dengan lancar, menggunakan pilihan kata yang tepat, serta pengucapan dan intonasi yang benar. 

 

Rumusan soal :

 

Please introduce yourself in front of the class! Make sure with your pronunciation, intonation, and diction!

 

 

 

 

 

Kriteria, skor, dan indikator keterampilan berbicara:

 

KRITERIA

 

SKOR

 

INDIKATOR

 

Kelancaran (fluency)

3

Lancar

2

Kurang lancar

1

Tidak lancar

 

Pengucapan (pronunciation)

3

Baik

2

Kurang baik

1

Tidak baik

 

Intonasi (Intonation)

3

Sesuai

2

Kurang sesuai

1

Tidak sesuai

 

Pilihan kata (Diction)

3

Tepat

2

Kurang tepat

1

Tidak tepat

 

Contoh pengisian format nilai keterampilan berbicara

 

No

 

Nama

Skor untuk

Juml skor

 

 

Nilai

kelancaran

ucapan

intonasi

pil.kata

1

Rani

3

2

2

3

10

83

2

 

 

 

 

 

 

3

dst

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan:

1.    Skor maksimal = jumlah kriteria x jumlah indikatorper kriteria = 4 x 3 = 12.

2.    Nilai keterampilan = (jumlah skor perolehan : skor maksimal) x 100 =

(10 : 12)x 100 = 83 (dibulatkan)

 

2)    Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.

 

Dalam penilaian projek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu diperhatikan. 

·   Pengelolaan yaitu kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan,

·   Relevansi yaitu kesesuaian dengan kompetensi yang akan dicapai dengan  mempertimbangkan tahap perkembangan peserta didik,

·Keaslian. Projek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya sendiri dengan bimbingan pendidik dan dukungan berbagai pihak yang terkait.

 

Contoh penilaian projek.

 

Mata Pelajaran                  : Sosiologi

Kelas/Semester                 : X / 1

Tahun Pelajaran                 : 2013/2014

Peminatan                        : Ilmu-ilmu Sosial

Kompetensi Inti:

2.4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan perkembangan dariyang dipelajarinyadisekolah secaramandiri,danmampu menggunakanmetoda sesuaikaidahkeilmuan.

 

Kompetensi Dasar:

4.4 Menyusun rancangan, melaksanakan dan menyusun laporan penelitian sederhana serta mengkomunikasikannya dalam bentuk tulisan, lisan dan audio-visual

 

Indikator:

Peserta didik dapat melakukan penelitian mengenai permasalahan sosial yang terjadi pada masyarakat di lingkungan sekitarnya. 

 

Rumusan tugas:

 

Lakukan penelitian mengenai permasalahan sosial yang berkembang pada masyarakat di lingkungan sekitar tempat tinggalmu. Tuliskan rencana penelitianmu, lakukan, dan buatlah laporannya. Dalam membuat laporan perhatikan latar belakang, perumusan masalah, kebenaran informasi/data, kelengkapan data, sistematika laporan, penggunaan bahasa, dan tampilan laporan!

 

Pedoman penskoran

No

Aspek yang dinilai

Skor maks

1

Persiapan

Latar Belakang (tepat = 3; kurang tepat = 2, tidak tepat = 1)

Rumusan masalah (tepat = 3; kurang tepat = 2, tidak tepat = 1)

 

 

 

6

 

 2

Pelaksanaan

a.Keakuratan data/informasi (akurat = 3; kurang akurat = 2; tidak akurat = 1)

b.  Kelengkapan data (lengkap= 3; kurang lengkap = 2; tidak lengkap = 1)

c. Analisis data (baik = 3; cukup = 2; kurang = 1)

d.Kesimpulan (tepat = 3; kurang tepat = 2; tidak tepat = 1)

 

 

 

12

3

Pelaporan hasil

a.  Sistematika laporan (baik = 3;  kurang baik = 2; tidak baik = 1)

b.  Penggunaan bahasa (sesuai kaidah= 3; kurang sesuai  kaidah = 2; tidak sesuai kaidah = 1)

c.  Penulisan/ejaan (tepat = 3; kurang tepat = 2; tidak tepat/banyak kesalahan =1)

d.  Tampilan (menarik = 3; kurang menarik = 2; tidak menarik = 1)

 

 

12

 

Skor maksimal

 

30

 

Nilai projek = (skor perolehan : skor maksimal) x 100.

 

3)  Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.

 

 

 

Kriteria tugas pada penilaian portofolio

     Tugas sesuai dengan kompetensi dan tujuan pembelajaran yang akan diukur.

     Hasil karya peserta didik yang dijadikan  portofolio berupa pekerjaan hasil tes, perilaku peserta didik sehari-hari, hasil tugas terstruktur, dokumentasi aktivitas peserta didik di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar.

     Tugas portofolio memuat aspek: judul, tujuan pembelajaran, ruang lingkup belajar, uraian tugas, kriteria penilaian.

     Uraian tugas memuat kegiatan yang melatih peserta didik mengembangkan kompetensi dalam semua aspek (sikap, pengetahuan, keterampilan).

     Uraian tugas bersifat terbuka, dalam arti mengakomodasi dihasilkannya portofolio yang beragam isinya.

     Kalimat yang digunakan dalam uraian tugas menggunakan bahasa yang komunikatif dan mudah dilaksanakan.

     Alat dan bahan yang digunakan dalam penyelesaian tugas portofolio  tersedia di lingkungan peserta didik dan mudah diperoleh.

 

Kriteria rubrik untuk portofolio

     Rubrik memuat indikator kunci dari kompetensi dasar yang akan dinilai penacapaiannya dengan portofolio.

     Rubrik memuat aspek-aspek penilaian yang macamnya relevan dengan  isi tugas portofolio.

     Rubrik memuat kriteria kesempurnaan (tingkat, level) hasil tugas.

     Rubrik mudah untuk digunakan oleh guru dan peserta didik.

     Rubrik menggunakan bahasa yang lugas dan mudah dipahami.

 

 

 

 

 

 

 

Contoh Penilaian Portofolio

 

Mata Pelajaran         : Biologi

Kelas/Semester        : X / 2

Peminatan              : Matematika dan Ilmu Alam

Tahun Pelajaran       : 2013-2014

Judul portofolio        : Penyusunan laporan praktikum 

 

 

Tujuan: 

Peserta didik dapat menyusun laporan praktikum Biologi sebagai tulisan ilmiah.

 

Ruang lingkup:

1.    Karya portofolio yang dikumpulkan adalah seluruh hasil laporan praktikum biologi kelas X semester 2.

2.    Setiap laporan hasil praktikum dikumpulkan selambat-lambatnya satu minggu setelah peserta didik melaksanakan praktikum.

3.    Penilaian karya portofolio terpilih dilaksanakan satu minggu sebelum Ulangan Akhir Semester 2.

 

Uraian tugas portofolio

1.    Buatlah laporan praktikum Biologi untuk seluruh kegiatan praktikum selama semester 2.

2.    Penilaian laporan praktikum meliputi: persiapan, pelaksanaan, dan hasil praktik.

3.    Pilihlah (peserta didik bersama guru)beberapa karya portofolio terbaik untuk dinilai.

 

Kriteria, skor, dan indikator portofolio laporan praktikum biologi

KRITERIA

SKOR

INDIKATOR

Persiapan

3

Pemilihan alat dan bahan tepat

2

Pemilihan alat atau bahan tepat

1

Pemilihan alat dan bahan tidak tepat

 

Pelaksanaan

3

Langkah kerja dan waktu pelaksanan tepat

2

Langkah kerja atau waktu pelaksanan tepat

1

Langkah kerja dan waktu pelaksanan tidak tepat

 

Hasil

3

Data akurat dan simpulan tepat

2

Data akurat atau simpulan tepat

1

Data tidak akurat dan simpulan tidak tepat

 

Contoh pengisian format penilaian portofolio

 

No

 

Nama

Skor untuk

Juml skor

 

 

Nilai

Persiapan

Pelaksanaan

Hasil

 

1

 

Rina

 

3

 

2

 

2

 

7

 

78

2

 

 

 

 

 

3

Dst

 

 

 

 

 

 

Keterangan:

1.    Skor maksimal = jumlah kriteria x jumlah indikator per kriteria

Pada contoh di atas, skor maksimal  = 3 x 3 = 9.

2.    Nilai portofolio = (Jumlah skor perolehan/skor maksimal) x 100.

Pada contoh di atas nilai portofolio = (7/9) x 100 = 78 (dibulatkan).
BACA SELENGKAPNYA »

Artikel Favorit