Tampilkan posting dengan label kurikulum 2013 sd. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label kurikulum 2013 sd. Tampilkan semua posting

Jumat, 25 Juli 2014

Buku Kurikulum 2013 Download Tema Kegemaranku Buku Tematik Siswa Kelas I SD/MI

Buku Kurikulum 2013 Download Tema Kegemaranku Buku Tematik Siswa Kelas I SD/MI

clip_image002

Katagori : Buku Kurikulum 2013 > Buku SD

Kontributor Naskah : Lubna Assagaf, Iba Muhibba, dkk

Penyelia (Editor) : Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta

Jumlah Bab : 4

Jumlah Halaman : 112

Ukuran Buku : 29,7

Penerbit : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud

Tahun Terbit : 2013

Buku Kurikulum 2013 Download Tema Kegemaranku Buku Tematik Siswa Kelas I SD/MI KLIK DISINI

BACA SELENGKAPNYA »

Kamis, 24 Juli 2014

Buku Kurikulum 2013 Download Tema Diriku Buku Tematik Siswa Kelas I SD/MI

Buku Kurikulum 2013 Download Tema Diriku Buku Tematik Siswa Kelas I SD

clip_image002

Katagori : Buku Kurikulum 2013 > Buku SD

Kontributor Naskah : Lubna Assagaf, Iba Muhibba, dkk

Penyelia (Editor) : Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta

Jumlah Bab : 4

Jumlah Halaman : 112

Ukuran Buku : 29,7

Penerbit : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud

Tahun Terbit : 2013

Buku Kurikulum 2013 Download Tema Diriku Buku Tematik Siswa Kelas I SD KLIK DISINI

BACA SELENGKAPNYA »

Rabu, 23 Juli 2014

Download Buku Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Buku Siswa Kelas I

Download Buku Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Buku Siswa Kelas I

clip_image001

Katagori : Buku Kurikulum 2013 > Buku SD

Kontributor Naskah : Yunita Gunawan dan Lany Guito

Penyelia (Editor) : Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta

Jumlah Bab : 4

Jumlah Halaman : 128

Ukuran Buku : 29,7

Penerbit : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud

Tahun Terbit : 2013

Buku Teks Pelajaran Pendidikan Agama Khonghucu Sekolah Dasar merupakan penjabaran dari kompetensi inti dan kompetensi dasar Pendidikan Agama Khonghucu dan telah disesuaikan dengan tema nasional Kurikulum 2013. Tema pelajaran antara lain Laku Bakti, Nabi Kongzi Nabiku, Tian Yang Maha Esa dan Puji Syukur. Setiap pelajaran terbagi menjadi 4 sub pelajaran yang mendukung 1 tema utama tersebut.

Buku teks ini disusun untuk membantu peserta didik mengenal karakter seorang junzi atau manusia berbudi luhur yang merupakan sosok ideal dalam agama Khonghucu. Materi buku ini menampilkan tokoh utama Wu Zhenhui yang berusia 7 tahun bersama teman-temannya Melissa, Rongxin dan Yongki dengan didampingi oleh Guru Guo.
Untuk mempermudah peserta didik dalam memahami materi,  setiap  pelajaran  memiliki  beberapa  fitur antara lain fitur AKU INGIN TAHU! fitur AKU BISA! dan Aktivitas, fitur

DOREMI, dan fitur HANYU. Buku teks ini dilengkapi dengan Buku Panduan Guru yang akan mengarahkan kegiatan peserta didik untuk memahami dan mencapai indikator yang telah ditetapkan.

 

Download Buku Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Buku Siswa Kelas I Klik DIsini

BACA SELENGKAPNYA »

Selasa, 22 Juli 2014

Download Buku Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Siswa Kelas I SD

Download Buku Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti  Siswa Kelas I SD

clip_image002

Katagori : Buku Kurikulum 2013 > Buku SD

Kontributor Naskah : Sulan dan Heru Budi Santoso

Penyelia (Editor) : Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta

Jumlah Bab : 9

Jumlah Halaman : 144

Ukuran Buku : 25

Penerbit : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud

Tahun Terbit : 2013

Buku Teks Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Sekolah Dasar Kelas 1 merupakan buku pokok sebagai pedoman siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Buddha di sekolah formal.

Buku Siswa ini didampingi dengan Buku Guru sebagai pedoman yang dilengkapi teknik untuk menyampaikan materi ajar pada setiap bab.
Pokok pembahasan yang diuraikan dalam buku ini terdiri atas 9 bab yang diuraikan menjadi 31 pelajaran dengan jumlah 112 halaman. Teknik penulisan dimulai dengan uraian materi yang didalamnya memuat pembelajaran aktif yaitu menyanyi, mewarnai, teka-teki dharma, tebak jawaban; rangkuman; tugas
mandiri; dan penilaian.

Buku ini ditulis dengan menggunakan bahasa yang singkat dan sangat sederhana serta dilengkapi banyak ilustrasi dengan karakter yang sama. Tujuannya agar peserta didik dapat membahami dan menguasai materi ajar dengan baik melalui gambar-gambar sehingga tercipta suasana pembajaran yang kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Download Buku Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti  Siswa Kelas I SD klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Senin, 21 Juli 2014

Download Buku Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa Kelas I SD

Download Buku Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa Kelas I SD Kurikulum 2013

clip_image002

Katagori : Buku Kurikulum 2013 > Buku SD

Kontributor Naskah : Duwijo dan Komang Susila

Penyelia (Editor) : Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta

Jumlah Bab : 6

Jumlah Halaman : 96

Ukuran Buku : 29,7

Penerbit : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud

Tahun Terbit : 2013

Buku panduan siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti (PAH-BP) tingkat Sekolah Dasar (SD) kelas I pada semester I dan II, mengajarkan agar siswa mengenal ajaran agama yang diyakini melalui pengamatan, pendengaran, dan pertanyaan tentang bagaimana berpikir, bertutur kata, dan berbuat yang baik kepada teman terdekat, orang tua, keluarga, guru, dan makhluk hidup ciptaan Sang Hyang Widhi lainnya.

Peserta didik yang dibiasakan berpikir, bertutur kata, dan berbuat baik dan benar secara bertahap akan membangun akhlak mulianya. Akhlak mulia siswa ini ditunjukkan dalam perilaku selalu cinta dan kasih, dalam wujud memberi dan menyayangi kepada lingkungan terdekat seperti saudara, keluarga, teman, dan juga orang yang mereka hormati, seperti guru dan para orang suci.

Agama sebagai pedoman hidup bersumber dari kitab suci Veda yang berasal dari wahyu Sang Hyang Widhi, bahwa semua yang ada dan yang akan diadakan bersumber dari-Nya, maka wajib menyampaikan rasa hormat dan rasa terima kasih kepada-Nya melalui mantramantra pujaan, nyanyian ketuhanan (Dharmagita) dan lagu keagamaan.

Download Buku Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kurikulum 2013 Siswa Kelas I SD klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Kamis, 03 Juli 2014

Download Buku Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa Kelas I SD

clip_image002

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kurikulum 2013 Siswa Kelas I SD

Katagori : Buku Kurikulum 2013 > Buku SD

Kontributor Naskah : Deicy Lidia Bessie dan E.V. Robinson Napitupulu

Penyelia (Editor) : Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta

Jumlah Bab : 12

Jumlah Halaman : 112

Ukuran Buku : 29,7

Penerbit : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud

Tahun Terbit : 2013

Dalam pelajaran 1-3, kita belajar tentang keistimewaan tubuh pemberian Tuhan. Kita belajar mengenal anggota tubuh dan kegunaannya. Kita juga belajar mensyukuri tubuh pemberian Allah dengan cara merawat dan memakai anggota tubuh dengan benar.

Dalam pelajaran 4-6, kita akan belajar tentang orang-orang terdekat yang ada di sekitar kita. Mereka adalah keluarga dan teman-teman kita. Kita akan belajar mengasihi dan hidup rukun bersama mereka.

Dalam pelajaran 7-9, kita belajar mengenal berbagai ciptaan Tuhan dan kegunaannya dalam hidup. Kita juga belajar ikut memelihara ciptaan Tuhan.
Dalam pelajaran 10-12, kita belajar bersyukur untuk guru dan teman-teman pemberian Tuhan dengan cara saling mengasihi dan menghargai semua guru dan teman.

Download Buku Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa Kelas I SD klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Rabu, 02 Juli 2014

Download Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kurikulum 2013 Siswa Kelas I SD

clip_image002

Download Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kurikulum 2013 Siswa Kelas I SD

Katagori : Buku Kurikulum 2013 > Buku SD

Kontributor Naskah : Yenny Suria dan Susi Bonardy

Penyelia (Editor) : Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta

Jumlah Bab : 4

Jumlah Halaman : 112

Ukuran Buku : 29,7

Penerbit : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud

Tahun Terbit : 2013

Beriman kepada Yesus kristus berarti bersedia mewujudkan imannya dalam kehidupan sehari-hari yang dinyatakan mampu berelasi dengan masyarakat disekitarnya. Peran peserta didik diharapkan dapat membangun hidup beriman dalam masyarakat untuk menata hidup yang lebih baik. Dalam diri manusia, ada kerinduan akan yang ilahi. Kerinduan ini terwujud dalam dan melalui Yesus kristus yang diimani sebagai Juru Selamat, yang dipilih dan diutus Allah, untuk mewartakan Kerajaan-Nya. Seperti yang terungkap dalam

KitabSuci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Pada bagian pertama dari tema Yesus kristus akan mempelajari Kitab Suci Perjanjian Lama yang mempersiapkan kedatangan Yesus kristus. Pada bagian ke-dua akan mempelajari

Kisah-kisah Yesus Kristus seperti yang diungkapkan dalam Kitab Suci Perjanjian Baru.

Proses beriman tidak dapat berkembang sendirian. Iman perlu ditumbuhkembangkan dalam kebersamaan khususnya dengan yang seiman (Gereja). Maka sebagai orang yang beriman Katolik bersedia menjadi anggota pekutuan Gereja, mengembangkan imannya di dalam doa dan ajaran Gereja serta melaksanakan tugas perutusan-Nya.

Download Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kurikulum 2013 Siswa Kelas I SD klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Sabtu, 28 Juni 2014

Download Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kurikulum 2013 Siswa Kelas I SD/MI

clip_image001[4]

Download Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Buku Siswa Kelas I Kurikulum 2013

Katagori : Buku Kurikulum 2013 > Buku SD

Kontributor Naskah : Achmad Hasim dan Otong Jaelani

Penyelia (Editor) : Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta

Jumlah Bab : 11

Jumlah Halaman : 80

Ukuran Buku : 29,7

Penerbit : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud

Tahun Terbit : 2013

Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD/MI Kelas I berisi tentang pengembangan pengetahuan nilai-nilai sikap dan keterampilan keagamaan yang mendorong pada pengamalan ajaran Islam.

Pengamalan ajaran Islam yang meliputi:. 1) Melafalkan dan menghafal Q.S. al-Fatihah dan al-Ikhlas serta pesan surah al-Fatihah, al-Ikhlas dan al-‘Alaq ayat 1-5; 2) Keimanan kepada Allah Swt. dan Rasulnya (kasih sayang Allah Swt. dan Rasulnya serta sifat Allah ar-Rahman, ar-Rahim dan al-Malik); 3) Nilai akhlak mulia dan budi pekerti yang meliputi: jujur, percaya diri, semangat belajar, berkata baik, hormat, patuh kepada orangtua, guru dan hormat kepada sesama anggota keluarga, pemaaf dan); 4) Pengenalan bersuci dan salat lima waktu; 5) Kisah keteladan para nabi dan Rasul (Nabi Muhammad saw, Nabi Adam a.s., Nabi Idris a.s., Nabi Nuh a.s., dan Nabi Hud a.s.)

Penyajian buku ajar ini didesain dengan pendekatan pembelajaran berbasis active learning atau activity based, di mana di setiap bab peserta didik diberikan stimulus berupa aktivitas yang bervariasi, seperti: mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Sedangkan teknik evaluasinya menggunakan pendekatan tes dan non tes, seperti: tugas, observasi, dan portofolio.

Download Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Buku Siswa Kelas I Kurikulum 2013 klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Kamis, 19 Juni 2014

Silabus Rpp SD kurikulum 2013 Download

Berikut adalah dokumen-dokumen penting yang mungkin digunakan dalam Implementasi Kurikulum 2013 SD, untuk diketahui juga bahwa dokumen yang ada mungkin masih bersifat  draft atau contoh silabus rpp,  untuk itu  kelayakan pemakaian dokumen ini kami serahkan ke masing-masing individu untuk dapat mencermati, semoga apa yang ada dapat bermanfaat, dokumen selalu kami update.
No. Nama Dokumen Informasi K-2013 BA
1. Permendikbud 54/2013 : Standar Kompetensi Lulusan Final Unduh
2. Permendikbud 65/2013 : Standar Proses Final Unduh
3. Permendikbud 66/2013 : Standar Penilaian Final Unduh
4. Permendikbud 67/2013 : Struktur Kurikulum SD/MI Final Unduh
8. Permendikbud 71/2013 : Buku Pelajaran Final Unduh
9. Permendikbud 81/2013 : Implementasi Kurikulum Final Unduh
10. KI/KD dan Sialabus SD Final Unduh
13. Contoh RPP SD Final Unduh
Keterangan :
K-2013 = Kurikulum 2013 terdiri dari Struktur, KI-KD, Silabus
BA        = Bahan Ajar berupa Power Point
BACA SELENGKAPNYA »

Selasa, 09 Juli 2013

Buku SD Kurikulum 2013 Download untuk Guru

Silahkan anda bisa mendownload buku pelajaran SD sesuai kurikulum 2013 untuk guru, silahkan klik pada tulisan unduh dibawah ini :

untuk lebih lanjut tentang kurikulum 2013 silahkan anda dapat membaca pada artikel tentang kurikulum 2013 khususnya kurikulum 2013 sd

image

No.

Materi / Mata Pelajaran

Pegangan Guru

Besar File

1.

PA. Budha

Unduh

25,2 MB

2.

PA. Hindu

Unduh

3,7 MB

3.

PA. Islam

Unduh

7,2 MB

4.

PA. Katolik

Unduh

8,4 MB

5.

PA. Khonghucu

Unduh

21, 9 MB

6.

PA. Kristen

Unduh

4,5 MB

7.

Tema : Diriku

Unduh

24,9 MB

8.

Tema : Kegemaranku

Unduh

25,5 MB

9.

Tema : Kegiatanku

Unduh

18,9 MB

10.

Tema : Keluargaku

Unduh

25,9 MB

       

1.

PA. Budha

Unduh

23,3 MB

2.

PA. Hindu

Unduh

4,3 MB

3.

PA. Islam

Unduh

2,8 MB

4.

PA. Katolik

Unduh

4,5 MB

5.

PA. Khonghucu

Unduh

21,3 MB

6.

PA. Kristen

Unduh

5,5 MB

7.

Tema : Indahnya Kebersamaan

Unduh

43,5 MB

8.

Tema : Selalu Berhemat Energi

Unduh

-

9.

Tema : Peduli Terhdap Mahluk Hidup

Unduh

53,1 MB

10.

Tema : Berbagai Pekerjaan

Unduh

23,1 MB

bila link diatas mengalami error anda dapat mencoba mendownload melalui link berikut untuk download buku kurikulum 2013 sd silahkan klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Kamis, 04 Juli 2013

Buku Pelajaran SD Kurikulum 2013 untuk siswa Download

Buku Pelajaran SD Kurikulum 2013 untuk siswa Download, Setelah kemarin buku pelajaran SD untuk pegangan guru kali ini adalah buku Pelajarn SD sesuai kurikulum 2013 untuk pegangan siswa, untuk lebih lanjut tentang kurikulum 2013 silahkan anda dapat membaca pada artikel tentang kurikulum 2013 khususnya kurikulum 2013 sd

silahkan klik tulisan unduh untuk mengunduh buku pelajaran SD kurikulum 2013 untuk siswa

image

No.

Materi / Mata Pelajaran

Pegangan Siswa

Besar File

1.

PA. Budha

Unduh

66,8 MB

2.

PA. Hindu

Unduh

41,5 MB

3.

PA. Islam

Unduh

44,5 MB

4.

PA. Katolik

Unduh

61,8 MB

5.

PA. Khonghucu

Unduh

86,6 MB

6.

PA. Kristen

Unduh

94,4 MB

7.

Tema : Diriku

Unduh

44,3 MB

8.

Tema : Kegemaranku

Unduh

42,8 MB

9.

Tema : Kegiatanku

Unduh

50,3 MB

10.

Tema : Keluargaku

Unduh

111,6 MB

       

1.

PA. Budha

Unduh

21,4 MB

2.

PA. Hindu

Unduh

17,1 MB

3.

PA. Islam

Unduh

39,5 MB

4.

PA. Katolik

Unduh

16,3 MB

5.

PA. Khonghucu

Unduh

89,6 MB

6.

PA. Kristen

Unduh

21,1 MB

7.

Tema : Indahnya Kebersamaan

Unduh

23,8 MB

8.

Tema : Selalu Berhemat Energi

Unduh

34,1 MB

9.

Tema : Peduli Terhdap Mahluk Hidup

Unduh

33,2 MB

10.

Tema : Berbagai Pekerjaan

Unduh

35,8 MB

bila link diatas mengalami error anda dapat mencoba mendownload melalui link berikut untuk download buku kurikulum 2013 sd silahkan klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Rabu, 03 Juli 2013

Buku Tematik Kurikulum 2013 SD Download

Buku Tematik Kurikulum 2013 SD, Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada peserta didik.
Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan.

Berikut adalah Buku Pelajaran Tematik sesuai Kurikulum 2013 untuk SD, anda dapat mendownload secara gratis Buku Tematik Kurikulum 2013 SD ini.

clip_image002

clip_image004

clip_image006

clip_image008

Download Buku Tematik SD :

Untuk mendownload Buku Tematik Kurikulum 2013 SD ini secara lengkap, silahkan klik link disini

silahkan baca juga Kurikulum 2013 sd sehingga anda paham bagaimana menggunakan buku ini dalam pembelajaran di kelas, silahkan klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Selasa, 02 Juli 2013

Buku Kurikulum 2013 Download Gratis SD SMP SMA SMK

Untuk menunjang pelaksanaan kurikulum 2013, kini telah tersedia buku pegangan kurikulum 2013 yang dapat diunduh/didownload secara gratis oleh guru maupun siswa.

Buku kurikulum 2013 tersidia di Portal Rumah Belajar Kemdikbud, dalam portal ini nantinya akan tersedia buku kurikulum 2013 mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK,

informasi selengkapnya tentang kurikulum 2013 silahkan dibuka disini

 

image

Pilihlah jenis buku Kurikulum 2013 yang anda butuhkan

bila link diatas mengalami masalah untuk mengunduh buku pegangan kurikulum 2013 silahkan masuk ke alamat Buku Kurikulum 2013 silahkan klik disini dan secara bertahap anda dapat ,mengunduh/mendownload secara buku pelajaran kurikulum 2013 untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK dalam format pdf
BACA SELENGKAPNYA »

Rabu, 05 Juni 2013

Kerangka Kerja Kurikulum 2013

Proses pengembangan kurikulum digambarkan dalam diagram Kerangka Kerja kurikulum 2013 sebagai berikut:

image

1. Pengembangan Kurikulum 2013 diawali dengan analisis kebutuhan masyarakat Indonesia. Analisis kebutuhan tersebut merupakan analisis kesenjangan mengenai kemampuan yang perlu dimiliki warganegara bagi kehidupan berbangsa dan bernegara pada dekade ketiga dan keempat abad ke-21. Adanya tantangan seperti keterikatan Indonesia dalam perjanjian internasional seperti APEC, WTO, ASEAN Community, CAFTA. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa penguasaan soft skills perlu mendapatkan prioritas dalam pengembangkan kemampuan warganegara untuk kehidupan masa depan.

2. Analisis Tujuan Pendidikan Nasional sebagai arah pengembangan kurikulum. Setiap upaya pengembangan kurikulum haruslah didesain untuk pencapaian tujuan pendidikan nasional. Kurikulum sebagai jiwa pendidikan (the heart of education) harus selalu dirancang untuk mencapai kualitas peserta didik dan bangsa yang dirumuskan dalam tujuan pendidikan. Kajian dari tujuan pendidikan nasional memberi arah yang juga mengacu kepada pengembangan soft skills yang berimbang dengan penguasaan hard skills.

3. Analisis kesiapan peserta didik dilakukan terutama dari kajian psikologi anak dan psikologi perkembangan, tahap-tahap perkembangan kemampuan intelektual peserta didik serta keterkaitan tingkat kemampuan intelektual peserta didik dengan jenjang kemampuan kompetensi yang perlu mereka kuasai. Analisis ini diperlukan agar kompetensi yang dikembangkan dalam Kurikulum 2013 bersesuaian untuk menerapkan prinsip belajar. Prinsip belajar mengatakan bahwa proses pembelajaran dimulai dari kemampuan apa yang sudah dimiliki untuk mencapai kemampuan di atasnya dapat diterapkan dalam pengembangan kurikulum.

4. Berdasarkan analisis tersebut maka ditetapkan bahwa perlu pengembangan Standar Kompetensi Lulusan baru yang menggantikan Standar Kompetensi Lulusan yang sudah ada. Standar Kompetensi Lulusan Baru di arahkan untuk lebih memberikan keseimbangan antara aspek sikap dengan pengetahuan dan ketrampilan. Walau pun Standar Kompetensi Lulusan bukan kurikulum tetapi berdasarkan pendekatan pendidikan yang berstandar standar sebagaimana yang dinyatakan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional maka pengembangan Standar Kompetensi Lulusan merupakan sesuatu yang mutlak dilakukan. Sesuai dengan pendekatan berdasarkan standar maka kurikulum harus dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan.

5. Analisis berikutnya adalah kajian terhadap desain kurikulum 2006 yang menjadi dasar dari KTSP dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22 tahun 2005 tentang Standar Isi. Dalam Standar Isi terdapat Kerangka dasar Kurikulum dan struktur kurikulum. Analisis terhadap dokumen kurikulum tersebut menunjukkan bahwa desain kurikulum dikembangkan atas dasar pengertian bahwa kurikulum adalah daftar sejumlah mata pelajaran. Oleh karena itu satu mata pelajaran berdiri sendiri dan tidak berinteraksi dengan mata pelajaran lainnya. Melalui pengembangan kurikulum yang demikian maka ada masalah yang cukup prinsipiil yaitu konten kurikulum yang dikategorikan sebagai konten berkembang (developmental content) tidak mendapatkan kesempatan untuk dikembangkan secara baik. Konten kurikulum berkembang seperti nilai, sikap dan ketrampilan (intelektual dan psikomotorik) memerlukan desain kurikulum yang menempatkan satu mata pelajaran dalam jaringan keterkaitan horizontal dan vertikal dengan mata pelajaran lain. Dari hasil analisis tersebut maka dikembangkan desain baru yang memberikan jaminan keutuhan kurikulum melalui keterkaitan vertikal dan horizontal konten.

6. Berdasarkan rumusan Standar Kompetensi Lulusan yang baru maka dikembangkanlah Kerangka dasar Kurikulum yang antara lain mencakup Kerangka Filosofis, Yuridis, dan Konseptual. Landasan filosofis yang dikembangkan adalah bersifat eklektik yang mampu memberikan dasar bagi pengembangan individu peserta didik secara utuh yaitu baik dari aspek intelektual, moral, sosial, akademik, dan kemampuan yang diperlukan untuk mengembangkan kehidupan individu peserta didik, sebagai anggota masyarakat dan bangsa yang produktif, dan memiliki kemampuan berkontribusi dalam meningkatkan kehidupan pribadi, masyarakat, bangsa, dan ummat manusia. Kerangka yuridis kurikulum adalah berbagai ketetapan hukum yang mendasari setiap upaya pendidikan di Indonesia. Kerangka konseptual berkenaan dengan model kurikulum berbasis kompetensi yang dinyatakan dalam ketetapan pada Undang-undang Sisdiknas. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum ditetapkan antara lain termasuk penyederhanaan konten kurikulum, keseimbangan kepentingan nasiional dan daerah, posisi peserta didik sebgai subjek dalam belajar, pembelajaran aktif yang didasarkan pada model pembelajaran sains, dan penetapan Kompetensi Inti sebagai unsur pengikat (organizing element) bagi KD mata pelajaran.

7. Kegiatan pengembangan berikutnya adalah penetapan struktur kurikulum. Struktur kurikulum menggambarkan kerangka kurkulum terdiri atas sejumlah mata pelajaran, pengelompokkannya, posisi mata pelajaran, beban belajar mata pelajaran per minggu dan jumlah beban belajar keseluruhan per minggu. Berdasarkan prinsip penyederhanaan kurikulum maka jumlah mata pelajaran dikurangi tetapi jam belajar baik untuk setiap mata pelajaran mau pun untuk keseluruhan ditambah. Penambahan jam belajar adalah untuk memberikan waktu yang cukup bagi peserta didik mengembangkan kompetensi ketrampilan dan sikap melalui proses pembelajaran yang berorientasi pada sains.

8. Berdasarkan struktur kurikulum yang telah ditetapkan, selanjutnya dirumuskan Kompetensi Inti setiap kelas yang menjadi pengikat dari berbagai Kompetensi Dasar. Adanya Kompetensi Inti lebih menjamin terjadinya integrasi Kompetensi Dasar antarmata pelajaran dan antarkelas. Proses pengembangan Kompetensi Dasar melibatkan pengembang kurikulum yang terdiri dari guru, dosen, dan para pakar pendidikan.

9. Berdasarkan Kompetensi Dasar yang telah direviu dan dinyatakan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan maka dikembangkan silabus. Pengembangan silabus dimaksudkan agar ada patokan minimal mengenai kualitas hasil belajar untuk seluruh Indonesia. Dalam silabus ditetapkan sebagai patokan minimal adalah indikator yang dikembangkan dari Kompetensi Dasar dan kemudian diramu dalam Materi Pokok, proses pembelajaran yang dikembangkan dari kegiatan observasi, menanya, mengasosiasi, dan mengomunikasi. Keempat kemampuan ini dikembangkan selama dua belas tahun sehingga kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis dan kemampuan belajar peserta didik dapat menjadi kebiasaan-kebiasaan yang memberikan kebiasaan belajar sepanjang hayat. Silabus tidak membatasi kreativitas dan imaginasi guru dalam mengembangkan proses pembelajaran karena silabus akan dikembangkan lebih lanjut oleh guru menjadi RPP yang kemudian diterjemahkan dalam proses pembelajaran.

10. Berdasarkan KD dan silabus dikembangkan buku teks peserta didik dan buku panduan guru. Buku teks peserta didik berisikan konten yang dikembangkan dari KD sedangkan buku panduan guru terdiri atas komponen konten yang terdapat dalam buku teks peserta didik dan komponen petunjuk pembelajaran dan penilaian. Adanya buku teks peerta didik dan guru adalah patokan yang memberikan jaminan kualitas hasil belajar minimal yang harus dimiliki peserta didk.

BACA SELENGKAPNYA »

Rabu, 20 Februari 2013

Kunci Keberhasilan Kurikulum 2013

Sedikitnya ada dua faktor besar dalam ke­ berhasilan kurikulum 2013. Pertama, penen­tu, yaitu kesesuaian kompetensi pendidik dan tenaga kependi­dik­an (PTK) dengan kurikulum dan buku teks. Kedua, faktor pendukung yang terdiri dari tiga unsur; (i) ketersediaan buku sebagai ba­han ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pem­bentuk kurikulum; (ii) penguatan peran pemerintah da­am pembinaan dan penga­wasan; dan (iii) penguatan ma­naj­emen dan budaya sekolah.

clip_image001
clip_image002

Berkait dengan faktor perta­ma, Kemdikbud sudah mende­sain­­ strategi penyiapan guru se­­bagaimana digambarkan pa­da skema penyiapan guru yang me­ibatkan tim pengembang kurikulum di tingkat pusat; instruktur diklat terdiri atas unsur dinas pendidikan, dosen, widya­swara, guru inti, pengawas, ke­­pala sekolah; guru uta­ma me­iputi guru inti, penga­was, dan kepala sekolah; dan guru mereka terdiri atas guru kelas, guru mata pelajaran SD, SMP, SMA, SMK.

Pada diri guru, sedikitnya ada empat aspek yang harus di­beri perhatian khusus dalam rencana implementasi dan ke­terlaksanaan kurikulum 2013, yaitu kompetensi pedagogi; kompetensi akademik (keilmuan); kompetensi sosial; dan kompetensi manajerial atau kepemimpinan. Guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan bisa menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemung­kinan terjadinya perubahan.

Kesiapan guru lebih penting­ daripada pengembangan kuri­kulum 2013. Kenapa guru menjadi penting? Karena dalam kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar,­ dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), terhadap apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah mene­rima materi pembelajaran.

clip_image003

Melalui empat tujuan itu diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif. Disinilah guru berperan be­sar di dalam mengimplementa­sikan tiap proses pembelajaran pada kurikulum 2013. Guru ke depan dituntut tidak hanya cer­das tapi juga adaptip terhadap perubahan.

BACA SELENGKAPNYA »

Senin, 18 Februari 2013

Kurikulum 2013 Tidak Menghapus Mata Pelajaran

Ada kekhawatiran pada masyarakat jika Kurikulum 2013 diterapkan akan ada penghapusan beberapa mata pelajaran. Kekhawatiran ini dijawab Mendikbud Mohammad Nuh, bahwa tidak ada penghapusan mata pelajaran, yang ada hanya pengintegrasian mata pelajaran.

Mata pelajaran IPA dan IPS di sekolah dasar (SD) diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran. Pengintegrasian ini dilakukan karena penting, serta menyesuaikan zaman yang terus mengalami perkembangan pesat.

Hadirnya kurikulum baru bukan berarti kurikulum lama tidak bagus. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan. Pergeseran paradigma belajar abad 21 dan kerangka kompetensi abad 21 menjadi pijakan di dalam pengembangan kurikulum 2013.

clip_image001
clip_image002

Gambar 1 dan gambar 2 menunjukkan kerangka komptensi abad 21 yang menjadi dasar di dalam pengembangan kurikulum 2013.

clip_image003
clip_image004
clip_image005

Ada empat standar dalam kurikulum yang mengalami perubahan, meliputi standar kompetensi lulusan, proses, isi, dan standar penilaian. Terhadap perubahan itulah maka rumusan standar kelulusan (SKL) pun berubah. Gambar 3 menunjukkan ruang lingkup SKL. Sedang gambar 4 dan gambar 5 berturut-turut tentang SKL Rinci dan SKL Ringkas.

BACA SELENGKAPNYA »

Rabu, 13 Februari 2013

Kurikulum 2013 Penyederhanaan Tematik-Integratif

Pengembangan Kurikulum 2013 dilakukan dalam empat tahap. Pertama, penyusunan kurikulum di lingkungan internal Kemdikbud dengan melibatkan sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu dan praktisi pendidikan. Kedua, pemaparan desain Kurikulum 2013 di depan Wakil Presiden selaku Ketua Komite Pendidikan yang telah dilaksanakan pada 13 November 2012 serta di depan Komisi X DPR RI pada 22 November 2012. Ketiga, pelaksanaan uji publik guna mendapatkan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satu cara yang ditempuh selain melalui saluran daring (on-line) pada laman http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id , juga melalui media massa cetak. Tahap keempat, dilakukan penyempurnaan untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Kurikulum 2013.

Inti dari Kurikulum 2013, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan.

Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya.

Melalui pendekatan itu diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik.

Pelaksanaan penyusunan kurikulum 2013 adalah bagian dari melanjutkan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada penjelasan pasal 35, di mana kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Paparan ini merupakan bagian dari uji publik Kurikulum 2013, yang diharapkan dapat menjaring pendapat dan masukan dari masyarakat.

Menambah Jam Pelajaran

Strategi pengembangan pendidikan dapat dilakukan pada upaya meningkatkan capaian pendidikan melalui pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi; efektivitas pembelajaran melalui kurikulum, dan peningkatan kompetensi dan profesionalitas guru; serta lama tinggal di sekolah dalam arti penambahan jam pelajaran.

clip_image001

clip_image002

Skema 1. menyajikan tentang Strategi Peningkatan Efektivitas Pembelajaran. Sedang gambar 1. menggambarkan tentang strategi meningkatkan capaian pendidikan, yang digambarkan melalui sumbu x (efektivitas pembelajaran melalui kurikulum, dan peningkatan kompetensi dan prefesionalitas guru), y (pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi) dan z (lama tinggal di sekolah dalam arti penambahan jam pelajaran).

Rasionalitas penambahan jam pelajaran dapat dijelaskan bahwa perubahan proses pembelajaran (dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu) dan proses penilaian (dari berbasis output menjadi berbasis proses dan output) memerlukan penambahan jam pelajaran. Di banyak negara, seperti AS dan Korea Selatan, akhirakhir ini ada kecenderungan dilakukan menambah jam pelajaran. Diketahui juga bahwa perbandingan dengan negara-negara lain menunjukkan jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat. Bagaimana dengan pembelajaran di Finlandia yang relatif singkat. Jawabnya, di negara yang tingkat pendidikannya berada di peringkat satu dunia, singkatnya pembelajaran didukung dengan pembelajaran tutorial yang baik.

Penyusunan kurikulum 2013 yang menitikberatkan pada penyederhanaan, tematik-integratif mengacu pada kurikulum 2006 di mana ada beberapa permasalahan di antaranya; (i) konten kurikulum yang masih terlalu padat, ini ditunjukkan dengan banyaknya mata pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan tingkat kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak; (ii) belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional; (iii) kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan; beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum; (iv) belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global; (v) standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru; (vi) standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (proses dan hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berkala; dan (vii) dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir.

clip_image003

clip_image004

Skema 2 menggambarkan tentang kesenjangan kurikulum yang ada pada konsep kurikulum saat ini dengan konsep ideal. Kurikulum 2013 mengarah ke konsep ideal. Sedang skema 3 menjelaskan alasan terhadap pengembangan kurikulum 2013

BACA SELENGKAPNYA »

Senin, 11 Februari 2013

Struktur Kurikulum 2013 SD

Struktur Kurikulum 2013, Dalam teori kurikulum (Anita Lie, 2012) keberhasilan suatu kurikulum merupakan proses panjang, mulai dari kristalisasi berbagai gagasan dan konsep ideal tentang pendidikan, perumusan desain kurikulum, persiapan pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana, tata kelola pelaksanaan kurikulum --termasuk pembelajaran-- dan penilaian pembelajaran dan kurikulum.

Struktur kurikulum dalam hal perumusan desain kurikulum, menjadi amat penting. Karena begitu struktur yang disiapkan tidak mengarah sekaligus menopang pada apa yang ingin dicapai dalam kurikulum, maka bisa dipastikan implementasinya pun akan kedodoran.

clip_image001
clip_image002
clip_image003

Pada titik inilah, maka penyampaian struktur kurikulum dalam uji publik ini menjadi penting. Tabel 1 menunjukkan dasar pemikiran perancangan struktur kurikulum SD, minimal ada sebelas item. Sementara dalam rancangan struktur kurikulum SD ada tiga alternatif yang di mesti kita berikan masukan.

clip_image004

Di jenjang SMP usulan rancangan struktur kurikulum diperlihatkan pada tabel 2. Bagaimana dengan jenjang SMA/SMK? Bisa diturunkan dari standar kompetensi lulusan (SKL) yang sudah ditentukan, dan juga perlu diberikan masukan.

Tiga Persiapan untuk Implementasi Kurikulum 2013

ADA pertanyaan yang muncul bernada khawatir, dalam uji publik kurikulum 2013? Persiapan apa yang dilakukan Kemdikbud untuk kurikulum 2013? Apakah sedemikian mendesaknya, sehingga tahun pelajaran 2013 mendatang, kurikulum itu sudah harus diterapkan. Menjawab kekhawatiran itu, sedikitnya ada tiga persiapan yang sudah masuk agenda Kementerian untuk implementasi kurikulum 2013. Pertama, berkait dengan buku pegangan dan buku murid. Ini penting, jika kurikulum mengalami perbaikan, sementara bukunya tetap, maka bisa jadi kurikulum hanya sebagai “macan kertas”.

Pemerintah bertekad untuk menyiapkan buku induk untuk pegangan guru dan murid, yang tentu saja dua buku itu berbeda konten satu dengan lainnya.

Kedua, pelatihan guru. Karena implementasi kurikulum dilakukan secara bertahap, maka pelatihan kepada guru pun dilakukan bertahap. Jika implementasi dimulai untuk kelas satu, empat di jenjang SD dan kelas tujuh, di SMP, serta kelas sepuluh di SMA/SMK, tentu guru yang diikutkan dalam pelatihan pun, berkisar antara 400 sampai 500 ribuan.

Ketiga, tata kelola. Kementerian sudah pula mnemikirkan terhadap tata kelola di tingkat satuan pendidikan. Karena tata kelola dengan kurikulum 2013 pun akan berubah. Sebagai misal, administrasi buku raport. Tentu karena empat standar dalam kurikulum 2013 mengalami perubahan, maka buku raport pun harus berubah.

Intinya jangan sekali-kali persoalan implementasi kurikulum dihadapkan pada stigma persoalan yang kemungkinan akan menjerat kita untuk tidak mau melakukan perubahan. Padahal kita sepakat, perubahan itu sesuatu yang niscaya harus dihadapi mana kala kita ingin terus maju dan berkembang. Bukankah melalui perubahan kurikulum ini sesungguhnya kita ingin membeli masa depan anak didik kita dengan harga sekarang.

BACA SELENGKAPNYA »

Sabtu, 09 Februari 2013

Wawancara dengan Mendikbud Terkait Kurikulum 2013

Wawancara dengan Mendikbud Terkait Kurikulum 2013, di Ruang kerja Mendikbud, Gedung A Kompleks Kemdikbud Senayan Jakarta, Rabu, 5 Desember 2012

clip_image001

Pertanyaan : Bagaimana pengembangan Kurikulum 2013 ini?

Mendikbud : Pengembangan kurikulum ini sudah ada dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. Artinya apa? Kalau ada suatu dokumen RPJMN 2010-2014, ini artinya disusun tahun 2009, berarti 2009 sudah dievaluasi, 2010-2014 harus ada penataan kurikulum. Ini perintah RPJMN.

Dari sisi arah, sangat-sangat jelas. Arahnya adalah peningkatan kompetensi yang seimbang antara sikap (attitude), ketrampilan (skill), dan pengetahuan (knowledge). Tiga ini harus dimiliki. Yang dirisaukan orang bahwa anak-anak kita hanya memiliki kognitif saja, ini yang kita jawab. Kompetensi nantinya bukan urusan kognitif saja namun ada sikap, dan ketrampilan. Kompetensi ini didukung 4 pilar yaitu : produktif, kreatif, inovatif, dan afektif. Meskipun inovatif ini gabungan sifat produktif dan kreatif, namun kita taruh berdiri sendiri saja. Kalau seseorang produktif dan kreatif, tidak serta merta menjadi inovatif, tapi inovatif ini hanya bisa dibentuk kalau ada dua hal tersebut. Kalau ada beras ada ikan belum tentu otomatis bisa dimakan,tapi kalau tidak ada beras tidak ada ikan otomatis tidak ada yang bisa dimakan. Syaratnya ada beras, ada ikan.

Tentang afektif ini, kita ini rindu dengan kekuatan-kekuatan moralitas, sentuhan seni. Tentu saja dibingkai dengan ke-Indonesia-an.

Ini sesuatu yang baru, uji publik kurikulum. Sebelumnya tidak pernah ada uji publik. Jadi ini kita lempar ke publik. Tujuannya apa? pertama supaya publik tahu akan ada kurikulum baru, kedua publik dapat berpartisipasi sehingga ada rasa memiliki atau sense of belonging. Dalam partisipasi ini siapa saja boleh memberi pandangan. Oleh karena itu paling gampang kita masukkan dalam web kita http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id.

Apakah yang disentuh cuma mata pelajaran? Tentu saja tidak. Kalau kita bicara kurikulum, kita harus bicara 4 hal, yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar penilaian. Proses ini berarti metodologi, atau pendekatan. Itu kurikulum keempat-empatnya, mata pelajaran hanya satu aspek saja, termasuk buku cuma satu aspek saja.

Yang pertama kita garap dalam penyusunan kurikulum adalah kompentensi apa yang akan kita capai. Anak kelas I SD diharapkan bisa apa, kelas V bisa apa, itu yang pertama ditentukan. Untuk ke situ apa yang harus dilakukan? Setelah kompetensi ditentukan, prosesnya harus ditentukan. Setelah itu cara evaluasinya harus ada, apakah sudah tercapai atau belum. Jadi perlu standar penilaian. Jadi mata pelajaran itu sesuatu yang kecil saja, suatu akibat saja.

Apa bedanya kurikulum yang dulu dengan yang sekarang? Kurikulum yang lama pun ada standar kompetensi, ada isinya, proses, dan penilaian. Dari situ kita review semua, sejak 2011 sudah kita review. Ketika ramai-ramainya PPKN, kita pelajari semua. Pendekatannya kita ubah. Kalau dulu mata pelajaran dulu ditetapkan, baru kompetensinya, sekarang kita ubah, kompetensinya dulu ditetapkan, baru menyusul mata pelajarannya.

Pendekatannya adalah scientific-approach, atau pendekatan ilmiah.

Pertanyaan : Mengapa kurikulum harus berubah?

Mendikbud : Yang paling mendasar, adik-adik kita didik ini untuk apa? Yang paling utama kan untuk mereka sendiri, yang nantinya akan kembali untuk keluarga,  bangsa, dan negara. Kapan itu? kalau anak sekolah sekarang, itu bukan untuk sekarang. Agar mereka bisa hidup untuk nanti. Jaman itu nanti berubah, jadi harus dimulai dari sekarang. Kalau kita tidak berubah kita akan menghasilkan generasi yang usang. Generasi yang akan menjadi beban, dan juga tidak terserap di dunia kerja.

Pertanyaan : Bagaimana tentang anggapan ganti menteri ganti kurikulum?

Mendikbud : Saya dihadapkan pada 2 pilihan: Apakah mempertahankan tidak usah ganti kurikulum biar ga dibilang ganti menteri ganti kurikulum, atau kedua tidak apa-apa ganti kurikulum asal ada landasan. Saya memilih yang kedua, ganti kurikulum nggak apa-apa asal punya pijakan. Kalau ini dilakukan, saya yakin kurikulum ini tidak akan berubah dalam 4 atau 5 tahun.

Kembali ke 4 pilar di atas, penelitian menunjukkan bahwa kreativitas bisa dibangun melalui pendidikan. Penelitian ini masih relatif baru, tahun 2011. Penelitian ini menunjukkan 2/3 kreatifitas diperoleh melalui pendidikan, sedangkan 1/3 karena genetik.

Bagaimana menumbuhkan kreatifitas? Anak-anak kita ajari mengamati. Manfaatkan indrawi untuk melihat fenomena. Tidak hanya mengamati, tetapi kita dorong untuk bertanya. Tidak hanya bertanya, tetapi harus sampai ke menalar. Dan nanti sampai ke mencoba, sampai ke eksperimen.

Makanya prosesnya kita ubah. Karena prosesnya berubah, makanya jam pelajarannya bertambah.

Obyek pembelajarannya adalah fenomena alam, fenomena sosial, fenomena budaya. Belajar apa saja, obyeknya pasti tiga hal tersebut. Pendekatannya kita gunakan tematik-integratif.

Anak-anak kecil itu kan belum bisa berfikir spesialis. Karena spesialis itu memerlukan basic yang kuat, makanya dari awal anak-anak kita ajari berfikir utuh. Generik, tapi generik-nya kita perkuat. Tidak pelajaran-pelajaran satu-satu. Tidak boleh anak-anak kecil itu kita ajari spesialis. 

Pertanyaan : Bagaimana tentang uji publik kurikulum 2013 ini?

Mendikbud : Ini sesuatu yang baru, uji publik kurikulum. Sebelumnya tidak pernah ada uji publik. Jadi ini kita lempar ke publik. Tujuannya apa? pertama supaya publik tahu akan ada kurikulum baru, kedua publik dapat berpartisipasi sehingga ada rasa memiliki atauself-belonging. Dalam partisipasi ini siapa saja boleh memberi pandangan. Oleh karena itu paling gampang kita masukkan dalam web kitahttp://kurikulum2013.kemdikbud.go.id.

Uji publik jalan terus ini. Secara umum tidak ada itu yang menolak. Rata-rata menyambut baik. Tujuan uji publik itu kan untuk penyempurnaan. Makanya bahannya kita upload, supaya publik mempelajari terlebih dahulu. Kalau ada yang komentar mata pelajaran kita kurang fokus, coba pelajari dahulu.

Waktu uji publik yang 3 minggu ini cukup. Tentang memilah masukan, itu teknis sekali. Akan dikelompokkan tentang kurikulum dan tentang implementasi kurikulum. Tentang kurikulum itu sendiri kan terdiri dari kompetensi lulusan, isi, proses, dan penilaian. Kira-kira dari 4 itu mana yang perlu ditambahkan. Dari masukan yang banyak tersebut, oleh tim pakar akan di-review. Tentu saja tidak semua masukan kita terima, kalau semua masukan kita terima itu berarti nggak mikir.

Pertanyaan : Bagaimana tentang kesiapan guru?

Mendikbud : Ujung tombaknya guru? Benar. Bagaimana jika guru belum siap? Kita siapkan! Dalam manajemen Pareto, itu kan ada prioritas, mencari mana lebih prioritas. Makanya kita prioritaskan mana yang penting terlebih dahulu. Implementasinya, kita siapkan skenario pentahapan. Tahapnya bisa kelas 1 SD, 4 SD, kelas 7, kelas 10 terlebih dahulu. Kalau itu kita lakukan, guru yang harus dilatih tidak sejumlah total guru, yang 3 juta. Misal guru SD saja 1,6 juta, yang kita latih sepertiga dari 1,6 juta itu, dikurangi guru agama, guru Pendidikan Jasmani, jadi cuma sekitar 300 ribu, itu masuk akal. Kita setiap tahun mengadakan sertifikasi sekitar 300 ribu.

Pertanyaan : Apakah bukunya berubah?

Mendikbud : Konsekuensi bukunya berubah. Apa tidak boleh mengadakan buku? Ya tentu harus! Asalnya yang penting: 1. Jangan dibebankan kepasa siswa atau orang tua siswa; 2. Di dalam pelaksanaannya pengadaan buku harus bisa dipertanggungjawabkan, transparan saja. Buku masternya kita siapkan, jadi bisa diuji isinya benar atau salah. Kemudian kita tender-kan, terbuka. Dan siapapun bisa mengawasi.

Dananya bisa dari dana alokasi khusus (DAK), yang memang tiap tahun ada DAK pengadaan buku. Dan juga dari anggaran kita sendiri. Estimasinya kita belum tahu. Berapapun anggarannya, mau 100 milyar 100 trilyun, asal bisa dipertanggungjawabkan tidak masalah.

Pertanyaan : Seperti apa pengajaran tematik-integratif?

Mendikbud : Misalnya guru menetapkan tema pelajaran hari tentang gunung, tentang diriku, tentang lingkunganku. Tema itu bisa berhari-hari diajarkan. Dalam tema itu ada Bahasa Indonesia, ada Matematika diintegrasikan. Contoh temanya sungai. Guru menceritakan tentang sungai dengan Bahasa Indonesia, diperkenalkan kosa kata tentang sungai, air, dan lain-lain. Kemudian ditanyakan, air di sungai itu mengalir atau tidak? kenapa? Di situ diperkenalkan ilmu pengetahuan alam. Bisa juga dikaitkan dengan budaya, bahwa di Bali dikenal ada Subak, tentang budaya pembagian air. Air bisa digunakan untuk pembangkit listrik. Jadi pembelajaran itu bisa hidup.

Pertanyaan : Bagaimana tentang blue-print kurikulum jangka panjang?

Mendikbud : Apakah kita bisa membuat kurikulum yang tidak berubah 50 tahun? Tidak ada ceritanya. Tidak ada ceritanya kurikulum yang 50 tahun tidak berubah, bahkan yang 20 tahun tidak berubah itu tidak ada.

Jaman itu berubah. Apa perubahan mendasar yang dibutuhkan di masa depan? Yang paling dibutuhkan di masa mendatang (termasuk sekarang juga dibutuhkan) yaitu kreatifitas. Ke depan kita butuh anak-anak yang kreatif.

Wawancara Mendikbud dengan wartawan PIH Kemdikbud dan Vivanews.com (Rabu 5 Desember 2012)

Kurikulum pendidikan di Indonesia akan drastis diubah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyusun kurikulum baru untuk tahun 2013 mendatang. Rencana ini rupanya sudah digagas sejak 2010.

Alasan Kementerian: kurikulum pendidikan harus disesuaikan dengan tuntutan zaman. Karena zaman berubah, maka kurikulum harus lebih berbasis pada penguatan penalaran, bukan lagi hafalan semata. 

Perubahan ini diputuskan dengan merujuk hasil survei internasional tentang kemampuan siswa Indonesia. Salah satunya adalah survei "Trends in International Math and Science" oleh Global Institute pada tahun 2007.

Menurut survei ini, hanya 5 persen siswa Indonesia yang mampu mengerjakan soal berkategori tinggi yang memerlukan penalaran. Sebagai perbandingan, siswa Korea yang sanggup mengerjakannya mencapai 71 persen. Sebaliknya, 78 persen siswa Indonesia dapat mengerjakan soal berkategori rendah yang hanya memerlukan hafalan. Sementara itu, siswa Korea yang bisa mengerjakan soal semacam itu hanya 10 persen.

Indikator lain datang dari Programme for International Student Assessment (PISA) yang di tahun 2009 menempatkan Indonesia di peringkat 10 besar paling buncit dari 65 negara peserta PISA. Kriteria penilaian mencakup kemampuan kognitif dan keahlian siswa membaca, matematika, dan sains. Dan hampir semua siswa Indonesia ternyata cuma menguasai pelajaran sampai level 3 saja. Sementara banyak siswa negara maju maupun berkembang lainnya, menguasai pelajaran sampai level 4, 5, bahkan 6.

Satu kesimpulan dari dua survei itu adalah: prestasi siswa Indonesia terkebelakang.

Berikut wawancara selengkapnya:

Mengapa ada perubahan kurikulum?

Sebelum "mengapa", kita perlu bahas lebih dulu apa itu kurikulum. Bicara kurikulum itu pasti bicara empat hal. Pertama, standar kompetensi kelulusan. Kedua, standar isi. Ketiga, standar proses. Keempat, pasti kita bicara standar penilaian.

Gampangnya, anak-anak mau kita harapkan bisa apa. Siswa SD kelas 1 itu bisa apa? Lulusan SMP bisa apa, SMA dan seterusnya bisa apa? Ini yang kita tetapkan dulu. Dari situ, lalu kita isi apa? Kita beri menu apa anak-anak ini. 

Tapi, tidak cukup dikasih menu saja. Prosesnya juga penting, bagaimana supaya makanan ini bisa ditelan atau diserap oleh sang anak dengan baik. Dalam proses itu ada metodologi, cara menyajikannya. Kalau bubur makannya pakai sendok. Kalau yang lain bisa pakai garpu atau tangan langsung.

Itu belum cukup. Juga penting bagaimana cara mengevaluasinya, cara penilaiannya. Nah, kalau kita bicara kompetensi, ini yang ditekankan sekarang. Ada tiga ranah atau domain, yaitu dari sisi sikap atau attitude, sisi keterampilan atau skill, dan sisi pengetahuan atauknowledge. Kompetensi yang ingin kita capai adalah: tiga-tiganya harus masuk.

Itu definisi tentang kurikulum.

OK, lalu kenapa diubah?

Pertanyaannya memang mengapa kok diubah-ubah? Kayak kurang pekerjaan atau kebanyakan uang. Belum lagi pasti ada pro kontra, ganti menteri ganti kurikulum. Ini sudah kami timbang-timbang. 

Zaman ke depan itu berubah, lho. Kalau tidak kita lakukan perubahan sekarang, nanti kita akan memproduksi generasi yang usang, yang tidak cocok dengan zamannya nanti. Akibatnya, nanti jadi beban. Termasuk tidak terserap di ketenagakerjaan.

Harus kita lakukan perubahan, meski dengan risiko tidak populer. Daripada gara-gara kita sungkan, risikonya jadi lebih mahal. Kita tahu kurikulum sekarang ini tidak bisa diteruskan lagi. Nggak apa-apa lah nggak populer. Kalau mau selamat, saya diam-diam saja, pasti selamat. Termasuk soal Ujian Nasional itu, kalau mau dihapus, bisa saja dihapus. Orang pasti senang.

Tapi mengurusi pendidikan itu kan bukan soal orang senang atau tidak. Orang nggak senengnggak apa-apa, asalkan ada nalarnya, ada rasionalitasnya.

Apa kekurangan mendasar dari kurikulum sekarang?

Pertama, zaman sudah berubah. Yang dibutuhkan adalah kreativitas. Kita butuh modal pengetahuan. Tapi, itu saja tidak cukup. Jadi harus ada unsur produktif, kreatif, inovatif dan afektif. Ke depan kita butuh anak-anak yang seperti itu.

Sekarang sudah ada banyak keluhan. Anak-anak kita tidak kreatif. Kita hanya mengejar hafalan. Bahan pelajaran sedemikian banyak, anak dijejali terus.

Lha, apa ini harus dibiarkan? Ya, perlu kita ubah, kita perbaiki. Bukan berarti yang lama itu salah semua. Yang lama itu benar pada zamannya. Yang kami garap ini juga tidak ada yang berani garansi selama 20 tahun tak akan diubah lagi. Tidak ada memang di dunia ini, kurikulum dipertahankan sampai 30 tahun. Tidak ada.

Jadi, akan berubah dari metoda hafalan ke nalar?

Yang berubah tentu di keempat elemen itu. Standar kompetensinya berubah, prosesnya dan materinya juga ada yang berubah. Misalnya dari sisi proses. Pendekatannya berubah. Kita ingin agar anak-anak jadi kreatif. Pertanyaannya, apakah kreativitas itu bisa dibentuk atau dibangun? Ada beberapa riset yang menunjukkan bahwa kreativitas bisa dibentuk melalui proses pendidikan. Salah satunya adalah penelitian di Harvard University tahun 2011.

Ada dua pertiga kesempatan membangun kreativitas melalui pendidikan. Sepertiganya melalui faktor genetik atau bawaan. Ini berbeda dengan intelegensia yang dua pertiganya karena faktor bawaan, sepertiga melalui pendidikan.

Idealnya, intelegensianya tinggi, kreativitasnya juga tinggi. Tapi, kalau intelegensia bawaannya rendah, kita bisa memainkan space creativity. Meskipun intelegensianya pas-pasan, kreativitasnya bisa kita manfaatkan.  

Bagaimana caranya membangun kreativitas? Tentu ada berbagai pendekatan yang bisa membangun kreativitas itu. Caranya, mulai kecil siswa kita biasakan untuk memanfaatkan inderawinya. Ajak mereka mengamati. Jadi, bukan main di wilayah kosong. tapi perlu masuk ke wilayah riil sehingga setiap kejadian terekam. Misalnya, apa yang ada di bulan sana? Kita ajak anak-anak melihat melalui teropong. Contoh lainnya sel. Kita bisa pakai mikroskop. Baru mereka bisa mengerti apa itu sel.

Ke depan, persoalan semakin kompleks, beda dengan 30-40 tahun lalu. Karena kompleksitas ini, butuh kemampuan yang lebih tinggi dalam berpikir.

Mengamati saja belum cukup. Anak harus dikembangkan kemampuan untuk bertanya. Karena dari bertanya itulah muncul rasa penasaran intelektual. Itu saja belum cukup. Siswa perlu kita ajari untuk berkemampuan mempresentasikan, mengkomunikasikan sesuatu, baik tertulis ataupun lisan. Oleh karena itu kita ajari bagaimana memformulasikan persoalan.

Oleh karena itu, struktur mata pelajarannya pun juga berubah.

Seperti apa perubahan struktur mata pelajaran itu?

Struktur mata pelajarannya kita tata lagi. Pendekatannya pun kita ubah. Objek pembelajarannya kita tentukan. Pasti tentang fenomena alam, fenomena sosial, fenomena budaya.

Pendekatannya perlu diubah terutama untuk anak-anak SD. Anak SD belum bisa berpikir spesialis. Tidak usah anak SD, S1 saja masih belum spesialis. Doktor baru bisa tajam. Maka, anak-anak SD itu kita bangun kekuatan fondasi generiknya. Maka, pendekatan yang kita lakukan di pelajaran SD adalah tematik integratif. Kita menggunakan tema yang berintegrasi dengan berbagai macam. Misalkan tema hari ini tentang sungai, besok ganti jadi energi atau laut, gunung, apa saja. Di situ ada pelajaran tentang PPKN, matematika, kita integrasikan.

Jadi anak sekolah SD nanti tidak membawa buku matematika atau buku bahasa Indonesia. Mereka akan membawa buku dengan tema-tema tertentu. Hari ini misalnya tentang lingkungan. Jadi pelajarannya tentang lingkungan. Jadi, berhari-hari bawa buku tentang itu saja. Di buku itu ada matematikanya, ada bahasa Indonesianya, ada pelajaran IPA-nya. Itu menarik buat siswa. Belajar jadi hidup. 

Jadi, mata pelajaran di SD nanti apa saja?

Agama, PPKN, bahasa Indonesia, matematika, seni dan budaya, olahraga dan pendidikan kesehatan. Itu mata pelajarannya. Tetapi meskipun ada nama-nama mata pelajaran itu, pendekatannya tidak belajar sendiri-sendiri. Diintegrasikan. 

Proses belajar di kelas seperti apa?

Biasa saja. Secara teknis biasa. Guru menjelaskan. Tapi, selalu pendekatannya adalah observasi sehingga tidak harus di dalam kelas. Anak-anak bisa diajak keluar kelas. 

Kenapa menurut survei kemampuan nalar siswa kita lebih rendah dibanding siswa Korea?

Itu jadi bahan introspeksi kita. Kita berangkat dari TIMSS 2007 (Trends in International Mathematics and Science Study). Nanti di tahun 2013 akan keluar hasil survei tahun 2012. Saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa. Makanya kenapa ini sangat penting, bahkan genting. Kita masuk pada fase penting dan genting. Karena itu harus segera diubah.

Kalau tidak, atau menunda satu tahun saja, ada 10 juta anak kelas 1 SD yang tidak mendapatkan kesempatan. Siswa kelas 1 dan kelas 4 itu sekitar 10 juta. Sayang anak-anak kita. Karena itu kita harus all out.

Uji publik yang direncanakan ini belum pernah ada dalam sejarah pembuatan kurikulum. Ini kita lakukan secara terbuka. Tapi sekali lagi kami mengajak agar pendekatannya saintifik, akademik. Jangan pakai pendekatan politik. Sudah ada 600 lebih yang memberi tanggapanonline, di http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id. Di situ ada diskusi virtual. Silakan memberikan masukan. Silakan sempurnakan. 

Bagaimana implementasinya?

Ini perlu effort yang luar biasa. Kami siap diaudit. Ini semata-mata untuk kepentingan masa depan. Untuk implementasinya, kami punya beberapa skenario. Salah satu yang menguat adalah secara bertahap.

Jadi, mulai tahun depan kita mulai dari kelas 1 dan kelas 4. Kalau kita mulai dari kelas 6, anak-anak kan dari kelas 1 sudah menggunakan pendekatan yang lama. Tahu-tahu dikasih yang baru, ya nggak nyambung. Karena itu guru yang kita latih pun tidak semua, yang mengajar kelas 1 dan 4 saja.

Guru SD kan ada 1,6 juta. Kalau kita latih semuanya, untuk apa? Tahun depan kelas 1 dan kelas 2, lalu kelas 4 dan kelas 5. Yang kelas 4 kan sudah naik ke kelas 5. Sehingga yang kita perlukan selanjutnya kelas 2 dan kelas 5.

Kalau satu tahun mau diperpanjang lagi, baru kelas 3 dan kelas 6. Berarti, 3 tahun lunas untuk SD. Ada masa 3 tahun untuk menyiapkan itu. Tidak semuanya diselesaikan di 2012. Kami paham kemampuan kami, selain dari sisi pendekatan juga tidak pas.

SMP dan SMA juga begitu.

Ini sudah kita siapkan semua. Kalau kita berpikir jernih, memang harus begitu. Karena keluhan soal metoda hafalan ini sudah lama.

Perubahan ini akan membawa hasil yang lebih baik?

Hasil pendidikan itu saya ibaratkan kotak. Bagaimana caranya kita menjadikan kotak ini jadi sebesar-besarnya? Bagi orang teknik gampang sekali: panjang, lebar dan tingginya ditambah.

Nah, jadi panjangnya kita tambah. Tahun depan, insya Allah sudah dimulai pendidikan wajib 12 tahun. Lebarnya juga kita naikkan. Ini lama anak-anak tinggal di sekolah, atau jam belajar. Konsekuensinya jam belajar bertambah, karena pendekatannya berubah. Tinggi kotak itu efektivitas. Ini kuncinya di kurikulum. 

Populasi usia produktif kita sekarang luar biasa besar. Warga berusia muda luar biasa banyaknya. Kalau tidak kita siapkan sejak sekarang, kasihan mereka. (kd)

Sumber : www.vivanews.com

BACA SELENGKAPNYA »

Artikel Favorit