Tampilkan posting dengan label masa orientasi siswa. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label masa orientasi siswa. Tampilkan semua posting

Rabu, 22 Juni 2016

Ketentuan MOS masa Orientasi Siswa Baru dari KEMDIKBUD

Ketentuan  MOS (Masa Orientasi Siswa Baru) tahun pelajaran 2016/2017 bertujuan Agar tercipta kondisi yang kondusif saat masa Orientasi Siswa Baru (MOS), pihak sekolah baik kepala sekolah maupun guru serta pihak lainnya harus memahami Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah. 
Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah ini menggantikan kebijakan terkait Masa Orientasi Siswa yang selama ini rentan menjadi tempat tindak kekerasan terjadi. Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 ini mengatur sanksi yang mengikat bagi ekosistem pendidikan yang ada di Satuan Pendidikan.

Dengan adanya Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah, maka mulai pada tahun pelajaran 2016/2017 masa Orientasi Siswa Baru berubah namanya menjadi masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

Berdasarkan Lampiran III Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 secara tegas sekolah DILARANG MEWAJIBKAN siswa baru untuk memakai atribut sebagai berikut:

1.  Tas  karung,  tas  belanja  plastik, dan sejenisnya. 
2.  Kaos  kaki  berwarna-warni  tidak simetris, dan sejenisnya. 
3.  Aksesoris  di  kepala  yang  tidak wajar. 
4.  Alas kaki yang tidak wajar. 
5. Papan nama yang berbentuk rumit dan  menyulitkan  dalam pembuatannya  dan/atau  berisi konten yang tidak bermanfaat.   
6.  Atribut  lainnya  yang  tidak  relevan dengan aktivitas pembelajaran.

Unduh materi mos: Permendikbud No.18 Tahun 2016
Selanjutnya Berdasarkan Lampiran III Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 dinyatakan secara tegas dalam masa Orientasi siswa Baru atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah DILARANG melakukan aktivitas sebagai berikut

1.  Memberikan  tugas  kepada  siswa baru  yang  wajib  membawa  suatu produk dengan merk tertentu. 
2.  Menghitung  sesuatu  yang  tidak bermanfaat  (menghitung  nasi, gula, semut, dsb). 
3.  Memakan dan meminum makanan dan  minuman  sisa  yang  bukan milik masing-masing siswa baru. 
4.  Memberikan  hukuman  kepada siswa  baru  yang  tidak mendidik  seperti  menyiramkan air  serta  hukuman  yang bersifat fisik  dan/atau mengarah pada tindak kekerasan. 
5.  Memberikan  tugas  yang  tidak masuk  akal  seperti  berbicara dengan  hewan  atau  tumbuhan serta  membawa  barang  yang sudah tidak diproduksi kembali. 
6.  Aktivitas  lainnya  yang  tidak relevan  dengan  aktivitas pembelajaran

BACA SELENGKAPNYA »

Rabu, 16 Juli 2014

Perilaku Hidup bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah Materi MOS Masa Orientasi Siswa

Materi MOS (Masa Orientasi Siswa) Perilaku Hidup bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah, Sehat adalah karunia Tuhan yang harus disyukuri, sebab degan kesehatan segalanya akan tampak indah tanpa kesehatan segalanya akan sia-sia.
Kondisi sehat dapat dicapai bila mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga.
Rumah tangga sehat dapat terwujud bila ada keinginan, kemauan setiap anggota rumah tangga untuk menjaga, meningkatkan, dan melindungi kesehatannya dari gangguan ancaman penyakit melalui “PHBS”.
(WHO) Sehat : Kenyamanan Keseluruhan Jasmani, Mental, Sosial

Pengertian Perilaku Hidup bersih dan Sehat :
Sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang / keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya.
Untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau, mampu mempraktikkan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.

Perilaku Hidup bersih dan Sehat bidang gaya hidup sehat :
• Tidak merokok dalam rumah
• Melakukan aktifitas fisik / olahraga setiap hari
• Makan sayur dan buah-buahan setiap hari


Manfaat Perilaku Hidup bersih dan Sehat:
1. Setiap anggota keluarga meningkatkan kesehatannya dan tidak mudah sakit.
2. Anak Tumbuh Sehat dan Cerdasimage

PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.

Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu :

1. Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun

2. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah

3. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat

4. Olahraga yang teratur dan terukur

5. Memberantas jentik nyamuk

6. Tidak merokok di sekolah

7. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan

8. Membuang sampah pada tempatnya

BACA SELENGKAPNYA »

Selasa, 15 Juli 2014

Materi Lengkap MOS Masa Orientasi Siswa

Setiap jenjang sekolah (sd, smp, sma/smk) memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan jenjang pendidikan sebelumnya, kekhususan ini merupakan hal yang wajar dan memang harus dilalui. Hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan cara-cara penyampaian bahan pembelajaran dan materi pendidikan yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan pertumbuhan fisik dan mental psikologis peserta didik.

Adanya ciri khusus pada setiap jenjang pendidikan menyebabkan beberapa kebiasaan belajar yang dikembangkan di jenjang sebelumnya perlu disempurnakan dan diubah dengan cara belajar yang baru yaitu pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan sesuai perkembangan fisik dan mental psikologis peserta didik.

Berkenan hal tersebut, maka penyelenggaraan MOS (Masa Orientasi Siswa) bagi siswa baru sangat perlu dilaksanakan dalam rangka memberikan pengenalan mengenai lingkungan sekolah yang menjadi pilihannya untuk menuntut ilmu, sekaligus sebagai upaya mengenalkan peserta didik baru dengan lingkungan barunya. image

Berikut adalah materi lengkap untuk kegiatan MOS (Masa Orientasi Siswa)

A. MATERI

1. Materi Wajib :

a. Wawasan Wiyata Mandala, silahkan klik disini

b. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara, Nasionalisme/Patriotisme. Silahkan Klik disini

c. Pendidikan Karakter dan tata Krama, Silahkan klik disini

d. Pengenalan Kurikulum 2013, Silahkan klik disni

e. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Silahkan klik disni

f. Kepramukaan

g. Pembinaan Mental Keagamaan

h. Untuk SD, hari pertama masuk diisi pengenalan lingkungan sekolah, cara belajar, dan penanaman pembentukan karakter dalam rangka mempertebal semangat nasionalisme, salah satunya dalam bentuk menghafal lagu-lagu wajib/perjuangan.

i. MOS diselenggarakan, sesuai dengan pencanangan pendidikan karakter dan pembinaan nasionalisme oleh Gubernur Jawa Tengah, maka sebagai salah satu tolok ukur perlu dilaksanakan pre tes dan pos tes, di antaranya menghafalkan lagu wajib/lagu perjuangan :

    • - Garuda Pancasila
    • - Bagimu Negeri
    • - Maju Tak Gentar
    • - Berkibarlah Benderaku
    • - Halo-Halo Bandung
    • - Satu Nusa Satu Bangsa
    • - Hari Merdeka
    • - Rayuan Pulau Kelapa
    • - Syukur
    • - Mengheningkan Cipta
      • Catatan :
        • Untuk Lagu Indonesia Raya, semua peserta didik wajib hafal.
        • Untuk Lagu Wajib/Perjuangan bagi siswa SD minimal hafal 3 (tiga) lagu, SMP minimal 7 (tujuh), dan SMA/ SMK minimal hafal 9 (sembilan) lagu.

2. Materi Pilihan :

a. 4 Pilar Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara;

b. Sosialisasi Dampak Merokok;

c. Sosialisasi Dampak Narkoba, HIV dan AID’S;

d. Cara Belajar Yang Efektif; silahkan klik disini

e. Dinamika Kelompok; silahkan Klik disini

f. Lomba Kreatifitas Bidang Seni;

g. Lomba Kreatifitas Bidang Olahraga;

h. Leadership (Kepemimpinan);

i. Perkenalan dengan kakak kelas/guru/karyawan;

j. Kegiatan social/mengunjungi ke panti asuhan/panti jompo/panti rehabilitasi social, dan bakti social;

k. Pengenalan Kegiatan Ekstrakurikuler;

l. Lain-lain (sesuai dengan kondisi sekolah).

Demikian Materi MOS (Masa Orientasi Siswa) Selengkap-lengkapnya. isi materi dapat di sesuaikan dengan situasi kondisi sekolah masing -masing
BACA SELENGKAPNYA »

MATERI MOS WAWASAN WIYATA MANDALA

Materi Wawasan Wiyata Mandala untuk MOS (Masa Orientasi Siswa) bagi siswa baru.

A. ARTI DAN MAKNA WAWASAN WIYATA MANDALA

Wawasan : Suatu pandangan atau sikap yang mendalam terhadap suatu hakikat.

Wiyata : Pendidikan

Mandala : Tempat atau lingkungan

Wiyata mandala adalah sikap menghargai dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekolah sebagai tempat menuntut ilmu pengetahuan. Unsur-unsur wiyata mandala:

1. Sekolah merupakan lingkungan pendidikan

2. Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh atas penyelenggaraan pendidikan dalam lingkungan sekolah.

3. Antara guru dan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama erat untuk mengemban tugas pendidikan (hubungan yang serasi)

4. Warga sekolah di dalam maupun di luar sekolah harus menjunjung tinggi martabat dan citra guru

5. Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya dan mendukung antarwarga.

image

B. SEKOLAH DAN FUNGSINYA

Sekolah merupakan tempat penyelenggaraan PBM, menanamkan dan mengembangkan berbagai nilai, ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan.

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal tempat berlangsungnya PBM untuk membina dan mengembangkan:

1. Ilmu pengetahuan dan teknologi

2. Pandangan hidup/kepribadian

3. Hubungan antara manusia dengan lingkungan atau manusia dengan Tuhannya.

4. Kemampuan berkarya.

 

C. FUNGSI SEKOLAH

Fungsi sekolah adalah sebagai tempat masyarakat belajar karena memiliki aturan/tata tertib kehidupan yang mengatur hubungan antara guru, pengelola pendidikan siswa dalam PBM untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dlam suasana yang dinamis.

D. CIRI-CIRI SEKOLAH SEBAGAI MASYARALAT BELAJAR

Ciri-ciri sekolah sebagai masyarakat belajar adalah

1. Ada guru dan siswa, timbulnya PBM yang tertib.

2. Tercapainya masyarakat yang sadar, mau belajar dan bekerja keras.

3. Terbentuknya manusia Indonesia seutuhnya.

E. PRINSIP SEKOLAH

Sekolah sebagai Wiyata Mandala selain harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya, juga harus mencegah masuknya faham sikap dan perbuatan yang secara sadar ataupun tidak dapat menimbulkan pertentangan antara sesama karena perbedaan suku, agama, asal/usul/keturunan, tingkat sosial ekonomi serta perbedaan paham politik.

Sekolah tidak boleh hidup menyendiri melepaskan diri dari tantangan sosial budaya dalam masyarakat tempat sekolah itu berada. Sekolah juga menjadi suri teladan bagi kehidupan masyarakat sekitarnya, serta mampu mencegah masuknya sikap dan perbuatan yang akan menimbulkan pertentangan. Untuk itu sekolah memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut :

1. Sekolah sebagai wadah/lembaga yang memberikan bekal hidup.

Dalam hal ini sekolah seharusnya bukan hanya sekedar lembaga yang mencetak para intelektual muda namun lebih dari itu sekolah harus menjadi rumah kedua yang memberikan pelayanan dan pengalaman tentang hidup, mulai dari berorganisasi, bermasyarakat (bersosialisasi), pendidikan lingkungan hidup (PLH) atau bahkan pengalaman hidup yang sesungguhnya.

2. Sekolah sebagai institusi tempat peserta didik belajar dibawah bimbingan pendidik.

Bimbingan lebih dari sekedar pengajaran. Dalam bimbingan peran pendidik berubah dari seorang pendidik menjadi seorang orangtua bahkan menjadi seorang kakak.

3. Sekolah sebagai lembaga dengan pelayanan yang adil/merata bagi stakeholdernya.

Hal tersebut bisa berupa pemerataan kesempatan mendapatkan transfer of knowledge, maupun transfer of experience, dengan tanpa membedakan baik dari segi kemampuan ekonomi, kemampuan intelegensia, dan juga kemampuan fisik (gagasan sekolah inklusi).

4. Sekolah sebagai lembaga pengembangan bakat dan minat siswa.

Prinsip ini sejalan dengan teori multiple intelligence (Howard Gardner) yang memandang bahwa kecerdasan intelektual bukanlah satu-satunya yang perlu diperhatikan oleh lembaga pendidikan, terutama sekolah. Kemampuan bersosialisasi, kemampuan kinestik, kemampuan seni dan kemampuan-kemampuan lainnya juga perlu diperhatikan secara seimbang.

5. Sekolah sebagai lembaga pembinaan potensi di luar intelegensi.

Peningkatan kemampuan intelektual, emosional maupun kemampuan-kemampuan lainnya mendapat perhatian yang seimbang.

6. Sekolah harus memberikan perhatian serius untuk mengembangkan kemampuan emosional dan sosial, kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi, kemampuan bekerjasama dalam kelompok, dan lain-lain.

7. Sekolah sebagai wahana pengembangan sikap dan watak.

Sikap sederhana, jujur, terbuka, penuh toleransi, rela berkomunikasi dan berinteraksi, ramah tamah dan bersahabat, cinta negara, cinta lingkungan, siap bantu membantu khususnya kepada yang kurang beruntung merupakan sikap dan watak yang perlu dibentuk di dalam lingkungan sekolah.

8. Sekolah sebagai wahana pendewasaan diri.

Di dalam dunia yang berubah begitu cepat, salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki tiap peserta didik adalah kompetensi dasar: belajar secara mandiri.

Dengan proses pendewasaan yang diberikan di sekolah, pendidik tidak lagi perlu menjejali pemikiran peserta didik dengan perintah. Lebih dari itu peserta didik akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar ketika ia mencari dan mendapatkan apa yang ia butuhkan untuk hidupnya.

9. Sekolah sebagai bagian dari masyarakat belajar (learning society).

Sekolah bukan hanya sebagai tempat pembelajaran bagi peserta didik, namun juga seharusnya sekolah mampu menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat di lingkungan sekitar.

 

F. PENGGUNAAN SEKOLAH

Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan yang diperuntukan sebagai tempat proses kegiatan belajar mengajar, tidak diperbolehkan dijadikan sebagai tempat :

1. Ajang promosi /penjualan produk-produk perniagaan yang tidak berhubungan dengan pendidikan.

2. Sekolah merupakan lingkungan bebas rokok bagi semua pihak.

3. Penyebaran aliran sesat atau penyebarluasan aliran agama tertentu yang bertentangan dengan undang-undang.

4. Propaganda politik/kampanye.

5. Shooting film dan atau sinetron tanpa seijin Pemerintah Daerah.

6. Kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan kerusakan, perpecahan, dan perselisihan, sehingga menjadikan suasana sekolah tidak kondusif.

G. PENATAAN WIYATA MANDALA DALAM UPAYA KETAHANAN SEKOLAH

1. Ketahanan sekolah lebih menitikberatkan pada upaya-upaya yang bersifat preventif. Upaya represif dilakukan apabila upaya-upaya lain sekolah tidak memungkinkan.

2. Untuk menjadikan sekolah sesuai dengan tujuan dan fungsinya, perlu dilakukan penataan Wiyata Mandala di sekolah melalui langkah-langkah :

a. Meningkatkan koordinasi dan konsolidasai sesama warga sekolah untuk dapat mencegah sedini mungkin adanya kegiatan dan tindakan yang dapat mengganggu proses belajar mengajar.

b. Melaksanakan tata tertib sekolah secara konsisten dan berkelanjutan.

c. Melakukan koordinasi dengan Komite sekolah dan pihak keamanan setempat untuk terselenggaranya ketahanan sekolah.

d. Mengadakan penyuluhan bagi orangtua dan siswa yang bermasalah

e. Mengadakan penyuluhan dan pembinanan kesadaran hukum bagi siswa.

f. Pembinaan dan pengembangan keimanan, ketaqwaan, etika bermoral Pancasila, kepribadian sopan santun dan berdisiplin.

g. Pengembangan logika para siswa, rajin belajar, gairah menulis, gemar membaca/ informasi/penemuan para ahli.

h. Mengikutsertakan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan diri.

i. Mengadakan karya wisata dalam rangka pengembangan iptek.

G. TUGAS, WEWENANG DAN TANGGUNGJAWAB KEPALA SEKOLAH DALAM HAL PELAKSANAAN WIYATA MANDALA

Kepala Sekolah sebagai pimpinan utama, bertugas dan bertanggung jawab memimpin penyelenggaraan belajar mengajar serta membina pendidik dan tenaga kependidikan serta membina hubungan kerja sama dan peran serta masyarakat.

Kepala Sekolah dalam melaksanakan penataan Wiyata Mandala di sekolah, dengan melakukan kegiatan-kegiatan :

1. Melaksanakan program-program yang telah disusun bersama Komite Sekolah.

2. Menyelenggarakan musyawarah sekolah yang melibatkan pendidik, OSIS, Komite Sekolah, tokoh masyarakat serta pihak keamanan setempat.

3. Menertibkan lingkungan sekolah baik yang berbentuk perangkat keras (sarana prasarana) dan perangkat lunak (peraturan-peraturan, tata tertib, tata upacara dan lain lain).

4. Mengadakan pertemuan baik rutin maupun insidentil yang bersifat intern sekolah (kepala sekolah, pendidik, orangtua siswa, siswa).

5. Menyelenggarakan kegiatan yang dapat menunjang ketahanan sekolah seperti PKS, Pramuka, PMR, Paskibraka, kesenian dan sebagainya.

H. MEKANISME DALAM PELAKSANAAN WIYATA MANDALA

Dalam rangka pelaksanaan Wiyata Mandala perlu upaya penang-gulangan secara dini setiap permasalahan yang timbul sehingga dapat menghilangkan dampak negatifnya, yaitu dilaksanakan secara terpadu, bertahap dan berlanjut sebagai berikut :

1. Tahap Preventif

Upaya untuk meniadakan peluang-peluang yang dapat memungkinkan terjadinya kasus-kasus negatif di sekolah, melalui antara lain :

a. Memelihara sekolah, dan lingkungan sekolah serta menciptakan kebersihan dan ketertiban agar siswa merasa nyaman dan menyenangkan dan tidak ada tempat tertentu yang dijadikan siswa untuk hal-hal negatif.

b. Menciptakan suasana yang harmonis antara pihak pendidik/staf dan siswa serta penduduk di sekitar sekolah.

c. Membentuk jaring-jaring pengawasan/kontrol dan razia terhadap kegiatan siswa di lingkungan sekolah.

d. Menghilangkan bentuk-bentuk perpeloncoan pada saat MOS.

e. Meminimalisir keterlibatan kelompok maupun perorangan dalam kegiatan sekolah.

f. Mengisi jam-jam kosong dengan pelajaran atau kegiatan ekstra lainnya.

g. Meningkatkan kegiatan ekstra kurikuler pada masa awal/akhir semester dan masa liburan sekolah.

h. Peningkatan keamanan dan ketertiban khususnya pada saat berangkat/ usai sekolah.

2. Tahap Represif

Upaya untuk menindak siswa yang telah melanggar peraturan-peraturan dan tata tertib sekolah.

Upaya Represif seperti :

a. Mendamaikan para pihak yang terlibat perselisihan berikut orangtua/pendidik pembinanya.

b. Membatasi areal tempat terjadinya aksi.

c. Menetralisir isu-isu yang berkembang dan mencegah timbulnya isu-isu baru.

d. Berkoordinasi dengan pihak keamanan apabila terdapat pihak luar sekolah yang melanggar keamanan, ketertiban dan perbuatan kriminalitas di lingkungan sekolah.

e. Mengungkap lebih lanjut keterlibatan pihak luar sekolah atas kasus yang timbul dan menyelesaikan secara hukum.

f. Mengikutsertakan para ahli untuk mengadakan bimbingan dan penyuluhan.

g. Memberikan sanksi sesuai tata tertib yang berlaku.

Silahkan materi Materi Wawasan Wiyata Mandala dikembangkan sesuai dengan sekolah anda. Selain Materi Wawasan Wiyata Mandala untuk MOS (Masa Orientasi Siswa) anda kami sarankan untuk membaca Game/Permainan MOS dalam Dinamika Kelompok, agar Masa Orientasi Siswa di sekolah anda tidak membosankan, silahkan klik disini. untuk membaca Lengkap untuk semua Materi kegiatan MOS silahkan klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Senin, 14 Juli 2014

Materi MOS Dinamika Kelompok, Permainan Game Edukatif UNTUK MASA ORIENTASI SISWA BARU

PERMAINAN DINAMIKA KELOMPOK UNTUK MATERI MOS DINAMIKA KELOMPOK MASA ORIENTASI SISWA BARU

Bermain Tali
Latar belakang
Dalam segala hal, selalu akan kita hadapi berbagai masalah, dan kita tidak akan dapat terhindar dari masalah itu. Melalui kegiatan ini kita akan dihadapkan dengan suatu masalah dan bagaimana kita dapat keluar dari masalah itu.
Bahan
Tali raffia
Langkah – langkah
a. Potong tali raffia dengan ukuran 1,5 m dan bagikan kepada setiap peserta
b. Minta mereka berpasangan – pasangan, lalu masing – masing ujung tali yang satu diikatkan ke tangan sebelah kiri. Sebelum mengikat tali yang satu lagi ke tangan kanan, silangkan tali tersebut ke tali pasangannya, kemudian ikatlah ke tangan masing – masing, ingat, sebaiknya iaktan tidak terlalu kencang
c. Setelah itu minta mereka untuk dapat melepaskan diri dari ikatan tadi tanpa melepaskan ikatan tali
d. Jika ada pasangan yang berhasil melepaskan diri dari ikatan tersebut, mintalah mereka menunjukkan bagaimana cara mereka untuk melepaskan diri kepada teman – teman yang lain
Tanyakan kepada mereka apa hikmah dari permainan tersebut

image

Menggambar bersama
Latar Belakang
Sebuah kelompok baru dapat berfungsi sebagaimana mestinya apabila terjadi komunikasi antar orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Tujuan
Peserta menyadari arti pentingnya komunikasi dalam suatu kelompok.

Langkah-langkah:

  1. Peserta dibagi dalam kelompok kecil (5 orang) dan setiap anggota kelompok memiliki nomor urut sendiri-sendiri dari nomor 1 sampai 5.
  2. Tiap kelompok mendapat selembar kertas plano dan sebuah spidol untuk menggambar.
  3. Secara berurutan setiap menit, setiap orang dalam kelompok masing-masing diminta menggambar pada kertas plano yang ada, dengan syarat : tidak boleh bertanya atau bicara satu sama lain, setiap orang menggambar apa yang dimaui dan dipikirkan sendiri, kemudian dilanjutkan oleh yang lain pada kertas yang sama menurut apa yang dimaui dan dipikirkan sendiri pula, dan seterusnya sampai seluruh anggota kelompok memperoleh bagian waktunya masing-masing untuk menggambar.

Bahan Diskusi :
a. Berapa kelompok yang mampu menghasilkan gambar yang utuh dan jelas?
b. Apa kesan dan perasaan setiap orang terhadap hasil gambar kelompoknya?
c. Bagaimana seharusnya proses yang ditempuh agar hasil kerja bersama itu memuaskan semua orang dalam kelompok yang bersangkutan ?

image

Menyusun Batang Koreng Api

Baha: batang korek api minimal 30 batang, botol bekas

Waktu: 15 menit

Instruksi:

Buatlah kelompok kecil (7-10 orang), kemudian tiap kelompok berbaris ke belakang (buat 1 banjar). Dihadapan barisan masing-masing kelompok sediakan batang korek api dan botolnya. Secara berurutan mulai dari orang paling depan mengambil satu batang korek api simpan di atas mulut botol, kemudian orang kedua mengil satu batang koreng api simpan juga diatas tutup botol, begitu terus sampai batang korek api habis/atau waktu habis.

Kalau berhasil maka akan tersusun batang korek api denga rapi di atas mulut botol.

Tujuan:

  1. kekompakan kelompok
  2. menyelesaikan ide/kreativitas dalam menyusun batang korek api
  3. harmonisasi dalam melakukan penyusunan batang korek api
  4. melatih kecepatan dan ketepatan berpikir.

image

Membuat Sebuah Bangunan dari Sedotan

Bahan : sedotan sebanyak 50 buah
Waktu : 30 menit

Instruksi:

Buatlah bangunan apa saja, bisa rumah, gedung, rumah ibadah, dan lain lain dengan menggunakan sedotan ini. Bangunan yang kalian buat harus kokoh dan tidak gampang roboh ketika ditiup angin. Bagunan tersebut kokoh atau tidak akan dibuktikan dengan apakah bangunan tersebut roboh atau tidak ketika ditiup oleh fasilitator.

Tujuan dari Games ini:

  1. kerelaan untuk menerima dan mendengarkan pendapat dari teman sekelompok
  2. melatih kepekaan imaginer (kecerdasan spatial) dapat berimajinasi bangunan apa yang bisa dibuat dari sedotan
  3. melatih kecepatan berfikir
  4. melatih mengambil keputusan dengan cepat dan tepat
  5. mau menerima kegagalan untuk dijadikan pelajaran untuk yang akan datang

Review:
1. apakah maksud dari permainan ini?
2. sudahkah setiap anggota kelompok menyumbangkan pemikirannya?
3. bagaimana cara berfikir dengan cepat, dan tepat?
4. bagaimana menahan emosi ketika sedang membuat bangunan?
5. ketika gagal apakah yang anda lakukan??

 

image

Team Building Games: Folding Carpet

Pendahuluan dan Persiapan

Games ini dimainkan dengan alat bantu sebuah karpet atau terpal plastik yang ukurannya 1 meter persegi untuk 8-10 orang. Ukuran karpet dapat disesuaikan dengan jumlah peserta yang akan ikut bermain maupun tingkat kesulitan yang ingin diberikan, lebih banyak peserta maka dibutuhkan karpet yang lebih luas.

Instruksi

  • Pertama, seluruh peserta diminta naik ke atas karpet dan
  • Setelah aba-aba dimulai mereka harus dapat membalik karpet tersebut
  • Kelompok harus bekerja sama dalam menemukan cara dan kemudian membalik karpet tersebut.

Target

Kelompok yang paling cepat membalik karpet dianggap sebagai pemenang.

Larangan dan Hukuman

  • Orang-orang yang berada di atas karpet tersebut tidak boleh turun ataupun menyentuh tanah.
  • Jika melakukan pelanggaran tersebut maka kelompok dianggap gagal melakukan tugasnya.
  • Hukuman atas pelanggaran tersebut dapat diberikan berupa pengurangan nilai atau potongan waktu.

Variasi

Games dapat dimainkan di dalam maupun diluar ruangan.

Team Building Games: Hands Knot

Permainan ini dapat dimainkan utk anak-anak maupun orang dewasa. Peserta diminta membuat kelompok yang terdiri dari 8-12 orang, sebaiknya berjumlah genap. Kemudian setiap grup diminta membuat lingkaran dan sampaikan bahwa permainan ini akan dikompetisikan. Setelah terbentuk lingkaran, arahkan peserta untuk menghadap kanan, sehingga posisinya akan menghadap ke punggung temannya, tetapi tetap dalam formasi melingkar.

Instruksi selanjutnya, minta peserta mengangkat tangan kanan masing-masing, dan ambil serta genggam tangan kanan teman yang ada diseberangnya, sehingga masing-masing akan menemukan pasangannnya. Selanjutnya, tangan kiri yang diangkat dan raih tangan kiri rekan yang diseberangnya, namun orang yg berbeda dari yang tangan kanannya sudah di genggam.
Setelah tangan kiri dan tangan kanan menemukan pasangan, maka formasi akan menjadi seperti tangan yg kusut.

Selanjutnya Kelompok diminta untuk mengurai kekusutan tersebut tanpa boleh melepaskan genggaman tangan. Segala cara boleh dilakukan, menerobos, melangkah, jongkok dst, diperbolehkan. Kelompok yang pegangan tangannya terlepas akan dianggap gugur.
Jika berhasil menguraikannya, akan terbentuk sebuah lingkaran atau bisa juga bentuk rantai atau angka 8). Kelompok yang tercepat akan keluar sebagai pemenangnya.

Penerapan aturan verbal atau non verbal bagi kelompok bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan pelajaran tentang komunikasi dan kordinasi.

Team Building Games: Prisoner’s Dilemma

Games training ini biasanya di pakai untuk memahami strategi pemecahan masalah dalam lingkup korporasi, kelompok dan individu; komunikasi, dan konflik versus kerjasama dalam kelompok. Bersumber dari konsep dari “Games Theory” yang sangat terkenal di dunia manajemen

Instruksi

Bayangkan Anda dan tiga orang teman Anda tertangkap polisi karena dituduh melakukan kejahatan A dan B. Kejahatan A sudah terbukti dan kemungkinan besar Anda berempat akan terkena sangsi 2 tahun penjara. Kejahatan B belum terbukti dan vonisnya tergantung pada kesaksian Anda berempat. Jaksa membujuk Anda untuk bersaksi terhadap satu-sama lain. Anda ditempatkan secara terpisah dari teman Anda dan tidak dapat berkomunikasi satu-sama lain.

Aturan main

· Jika Anda mau bersaksi atas kejahatan Anda dan teman-teman, Anda akan bebas dan tiga teman Anda akan dihukum 6 tahun penjara.

· Jika dua orang dari empat orang bersaksi, maka yang bersaksi akan mendapat hukuman 1 tahun penjara dan yang tidak bersaksi 5 tahun penjara.

· Jika tiga orang bersaksi maka yang bersaksi terkena 2 tahun penjara dan yang tidak bersaksi akan mendapat hukuman 4 tahun penjara.

· Jika empat orang bersaksi maka semuanya dihukum 3 tahun penjara.

· Jika Anda dan teman-teman tidak bersaksi (4 orang), maka Anda semua terkena akan terkena hukuman 2 tahun penjara.

· Jadi ada dua pilihan: bersaksi (tidak mau bekerjasama dengan teman) atau tidak bersaksi (bekerjasama dengan teman).

· Anda harus mendapatkan hukuman yang sekecil-kecilnya.

· Tujuan dari setiap pemain: mendapat nilai setinggi-tingginya.

Secara singkat aturan main itu adalah:

· Satu orang bersaksi => bersaksi: bebas; tidak bersaksi: 6 tahun penjara.

· Dua orang bersaksi => bersaksi: 1 tahun penjara; tidak bersaksi: 5 tahun penjara

· Tiga orang bersaksi => bersaksi: 2 tahun penjara; tidak bersaksi: 4 tahun penjara

· Empat orang bersaksi => semua 3 tahun penjara

· Tidak ada yang bersaksi => semua dua tahun penjara

Aturan main lain

Nilai:

· 0 tahun penjara = 600

· 1 tahun penjara = 500

· 2 tahun penjara = 400

· 3 tahun penjara = 300

· 4 tahun penjara = 200

· 5 tahun penjara = 100

· 6 tahun penjara = 0

Insight dari permainan

· Pesan moral: bekerjasama baik jika dan hanya jika kecurangan langsung dihukum. Hasil yang baik dari bekerjasama dapat diperoleh jika semua pihak tidak curang.

· Bekerjasama akan memberi hasil yang lebih baik untuk semua pihak dibandingkan tidak bekerjasama.

· Orang yang curang akan mendapatkan keuntungan lebih besar dengan biaya kerugian besar pada orang lain.

· Orang yang tidak akan ditemui lagi di masa depan, lebih mudah kita curangi/khianati.

· Orang yang akan ditemui lagi di masa depan, lebih berat kita curangi/khianati karena ada kemungkinan ia membalas dendam terhadap kita.

· Expectancy di masa depan menjadi pertimbangan bagi tindakan masa kini.

Pertanyaan penting

· Bisakah orang hidup sendiri?

· Mungkinkah ada orang yang tak terkait dengan orang lain?

· Mungkinkah satu orang terus sejahtera dan orang lain terus menderita?

· Apakah penderitaan orang lain tidak punya pengaruh terhadap kesejahteraan kita?

Pertimbangkan!

· Bagaimana jika setiap tindakan bekerjasama diberi penghargaan?

· Bagaimana jika setiap kecurangan atau pengkhianatan diberi hukuman?

· Bagaimana jika setiap penderitaan orang lain mempengaruhi kesejahteraan kita?

Implikasi Prisoner’s Dilemma

· Dalam keseharian kita banyak situasi yang analog dengan prisoner’s dilemma.

· Bisnis: hubungan antara produsen dan konsumen; hubungan antara atasan dan bawahan; hubungan antara pemilik usaha dan pegawai.

· Cinta dan hubungan interpersonal: hubungan suami-istri; persahabatan; percintaan; hubungan dengan tetangga.

Pikirkan!

· Bagaimana keadaan dunia jika orang tidak mau bekerjasama?

· Mungkinkan kehidupan manusia berlangsung tanpa kerjasama?

· Bisakah kita hidup layak jika orang lain menderita?

· Bagaimana kita bekerjasama dengan orang yang tak memiliki daya untuk bekerja?

· Insight yang lain

· Manusia perlu bekerjasama.

· Kesejahteraan orang lain penting untuk kita.

· Saling percaya adalah syarat dari kehidupan bersama.

· Mementingkan diri sendiri tanpa menghiraukan orang lain membawa kita kepada kerugian. Untuk menjaga diri tetap baik, kita perlu mementingkan orang lain.

· Kesejahteraan bersama menjadi dasar dari kesejahteraan diri sendiri.

Pelajaran dari Prisoner’s Dilemma

· Win-win solution bisa dicapai.

· Xenophobia, rasisme, dsb. menghambat kerjasama dan pencapaian hasil yang baik untuk semua orang yang bekerjasama.

· Berpikir positif dan tindakan afirmatif memudahkan kerjasama dan pencapaian hasil yang baik.

· Semakin kita mengenal satu sama lain, semakin besar kepercayaan dan semakin banyak tingkahlaku kooperatif yang ditampilkan.

 

Silahkan materi Materi MOS (Masa Orientasi Siswa) Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dikembangkan sesuai dengan sekolah anda. Selain Materi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara untuk MOS (Masa Orientasi Siswa) anda kami sarankan untuk membaca Game/Permainan MOS dalam Dinamika Kelompok, agar Masa Orientasi Siswa di sekolah anda tidak membosankan, silahkan klik disini

materi MOS yang lain danperlu disampaikan ke siswa adalah materi Wawasan Wiyata Mandala dan Materi Mos Tata Krama, silahkan klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

MATERI MOS KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

Materi MOS (Masa Orientasi Siswa) Kehidupan Berbangsa dan Bernegara,

Generasi muda selalu menjadi tumpuan   bagi bangsa dan negara untuk mewujudkan tujuan mulia di masa depan.  Untuk Indonesia Jaya, semangat  generasi  muda  pemegang estafet perjuangan bangsa senantiasa digelorakan tak mengenal padam, untuk  perjuangan dan terus berjuang  demi kekukuhan kejayaan bangsa. Saat ini dalam diri generasi muda, selain kemampuan berinovasi dan berpartisipasi produktif dalam pembangunan,  tumbuh dan kembangnya  jiwa nasionalisme dan patriotisme sangat diharapkan. 

Untuk itu, generasi muda  Indonesia sebagai penerus  nilai-nilai kebangsaan dan kenegaraan berkewajiban mengawal dan melestarikan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang telah diwariskan oleh founding father  kita, yakni  :  UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 image

1.       Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945  (UUD 1945)

UUD 1945 merupakan hukum dasar tertulis (basic law) dan sekaligus sebagai konstitusi pemerintahan Negara RI. UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar Negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, kemudian dikukuhkan kembali oleh DPR pada tanggal 22 Juli 1959 karena terjadi dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

UUD 1945  pada tahun 1988 mengalami perubahan (amandemen) karena tuntutan reformasi, yang bertujuan menyempurnakan aturan dasar tatanan dasar Negara, kedaulatan rakyat, HAM, pembagian kekuasaan, eksistensi negara demokrasi dan Negara hokum, serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa.

Dalam kehidupan masyarakat UUD 1945 merupakan sumber dari segala sumber tertib sosial yang berlaku dalam tatanan kehidupan  bermasyarakat, sehinga terwujud kehidupan bermasyarak yang  tertib dan harmonis.

 

2.       Pancasila

Sekarang banyaknya prinsip : kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilanganya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini-dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa-namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulsh kita mendirikan Negara Indonesia kekal dan abadi” (Pidato  Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945  di  BPUPKI).

 

Pada paragraf keempat Preambule (pembukaan)  UUD 1945 tercantum lima sendi utama penyusunan Pancasila, dan pada Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 terjabarkan kelima azas Pancasila menjadi 36 butir, dan  disebut Eka Prastia Pacakarsa. Dengan Tap No. I/MPR/2003  diganti menjadi 45 butir Pancasila. Jabaran kelima azas tersebut  bermanfaat untuk pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat yang dinamis dan harmonis, yang diharapakan terwujud masayarakat madhani.

 

Pancasila, selain  sebagai ideologi dasar bagi Negara juga menjadi falsafah hidup berbangsa dan bernegara bagi rakyat Indonesia. Pancasila pernah mengalami goncangan hebat ketika terjadi Gerakan 30 September 1965 (G30SPKI), yang ingin mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi Komunis, yang akhirnya dapat digagalkan. Untuk mengenang dan memperingatinya maka pada tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

 

 

3.       Bhineka Tunggal Ika

“Bhineka tunggal ika tan hana dharma magrwa”   Kutipan ini dari pupuh 139 bait 5  Kakawin Jawa Kuno yaitu Kakawin Sutasoma karangan Mpu Tantular. Artinya : Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran.

Bhineka Tunggal Ika adalah motto atau semboyan Indonesia. Secara harafiah Bhineka Tunggal Ika diterjemahkan “ Beraneka Satu Itu”, yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakekatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Seboyan ini mencerminkan harapan dan realitas hidup  masyarakat Indonesia yang beraneka ragam latar belakang bahasa, agama, kepercayaan,  ras, dan suku bangsa tetapi  tetap membina persatuan dan kesatuan sebagai bangsa yang besar dan disegani.

Komponen bangsa kita yang majemuk (prural) sangat berperluang terjadinya konflik (pertikaian) horisontal, untuk merdap itui ditetapkan dan diterapkan sejumlah action-plann sehingga upaya mengedepankan kesatuan dan persatuan di atas  beragam perbedaan latar belakang dapat diwujudkan. Melalui bahasa Indonesia, kebudayaan nasional,  sistem komunikasi nasional (Satelit PALAPA), dan pemeratan pembangunan diharapkan dapat mewujudkan harapan mulia tersebut. Jika disikapi positif dan arif, keanekaragam bangsa kita merupakan anugerah dan potensi  yang luar biasa untuk pembangunan nasional menuju bangsa yang maju, madhani dan disegani.

 

4.       Negara Kesatuan Republik Indobesia (NKRI)

“NKRI adalah harga mati!”  tidak sekedar semboyan dan upaya konkrit dari komponen pertahanan-kemanan TNI-POLRI saja, tetapi diharapakan juga sudah jiwa yang mendarah daging bagi seluruh komponen bangsa ini. Seluruh komponen bangsa diberbagai wilayah Indonesia berkuwajiban ikut pertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI. Sikap tegas dan jiwa rela berkorban harus dikobarkan menyusul sejumlah upaya mengganggu stabilitas dan keutuhkan NKRI  beberapa waktu terakhir.

Pengambilan sejumlah potensi alam di darat dan di laut oleh warga asing tanpa ijin,  pengeseran batas wilayah dengan negara tetangga, pengakuan (baca=pencaplokan) sejumlah pulau di wilayah perbatasan dengan Negara tetangga, merupakan contoh konkrit upaya mengganggu kedaulatan NKRI dari kekuatan asing. Sedangkan dari dalam negeri muncul berbagai upaya sejenis, seperti :  radikalisme dan makar  untuk   pendirian Negara Islam Indonesia,  terorisme,  dan separtisme kedaerahan di propinsi Papua.

Nasionalisme dan patriotisme komponen bangsa merupakan harga mati yang seimbang dengan usaha mempertahankan utuh dan tegaknya NKRI di muka bumi ini, bahkan dengan generasi muda yang semakin tanggap dan tangguh memungkinkan NKRI yang kokoh dan disegani dipercaturan kehidupan berbangsa dan bernegara di dunia.

 

Silahkan materi Materi MOS (Masa Orientasi Siswa) Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dikembangkan sesuai dengan sekolah anda. Selain Materi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara untuk MOS (Masa Orientasi Siswa) anda kami sarankan untuk membaca Game/Permainan MOS dalam Dinamika Kelompok, agar Masa Orientasi Siswa di sekolah anda tidak membosankan, silahkan klik disini

materi MOS yang lain danperlu disampaikan ke siswa adalah materi Wawasan Wiyata Mandala  dan Materi Mos Tata Krama,, silahkan klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Minggu, 13 Juli 2014

MATERI MOS BELAJAR EFEKTIF

MATERI MOS BELAJAR EFEKTIF

 

Sudah efektifkah belajarmu? Bagaimana hasilnya? Sesuaikah hasil yang kalian capai dengan tujuan yang kalian inginkan? 

Berikut adalah cara belajar efektif yang dapat kalian gunakan selama belajar di disekolah ini, agar hasilmu akan optimal sehingga benar-benar sesuai dengan tujuanmu. 

Berikut TIP yang dapat kalian ikuti. Lakukan dengan baik saran-saran ini.

image

PENGATURAN JADWAL BELAJAR

Pengaturan Waktu sangat penting agar semua yang kalian inginkan dapat dilakukan sebaik-baiknya. Tanpa pengaturan Waktu yang baik, seringkali beberapa hal yang harus kalian lakukan malahan belum dilakukan karena tidak kebagian Waktu lagi. Oleh karena itu, buatlah jadwal belajar yang tepat sehingga kalian dapat mengatur dan memprioritaskan belajar disamping aktivitas keluarga, dan lain-lain.

 

Pedoman:

·         Perhatikan waktumu.

·         Refleksikan bagaimana kamu menghabiskan waktumu.

·         Sadarilah kapan kamu menghabiskan waktumu dengan sia-sia.

·         Ketahuilah kapan kamu produktif.

Dengan mengetahui bagaimana kamu menghabiskan waktu dapat membantu untuk:

Membuat daftar "Kerjaan".  Tulislah hal-hal yang harus kamu kerjakan, kemudian putuskan apa yang dikerjakan sekarang, apa yang dikerjakan nanti, apa yang dikerjakan orang lain, dan apa yang bisa ditunda dulu pengerjaannya.

Membuat jadwal harian/mingguan.  Catat janji temu, kelas dan pertemuan pada buku/tabel kronologis.  Selalu mengetahui jadwal selama sehari, dan selalu pergi tidur dengan mengetahui kamu sudah siap untuk menyambut besok.

Merencanakan jadwal yang lebih panjang.  Gunakan jadwal bulanan sehingga kamu selalu bisa merencanakan kegiatanmu lebih dulu.  Jadwal ini juga bisa mengingatkanmu untuk membuat waktu luangmu dengan lebih nyaman.

 

Rencana Jadwal Belajar Efektif:

·         Beri waktu yang cukup untuk tidur, makan dan kegiatan hiburan.

·         Prioritaskan tugas-tugas.

·         Luangkan waktu untuk diskusi atau mengulang bahan sebelum kelas.

·         Atur waktu untuk mengulang langsung bahan pelajaran setelah kelas.  Ingatlah bahwa kemungkinan terbesar untuk lupa terjadi dalam waktu 24 jam tanpa review.

·         Jadwalkan waktu 50 menit untuk setiap sesi belajar.

·         Pilih tempat yang nyaman (tidak mengganggu konsentrasi) untuk belajar.

·         Rencanakan juga "deadline".

·         Jadwalkan waktu belajarmu sebanyak mungkin pada pagi/siang/sore hari.

·         Jadwalkan review bahan pelajaran mingguan.

·         Hati-hati, jangan sampai diperbudak oleh jadwalmu sendiri!

 

MENETAPKAN TUJUAN/MEMBUAT JADWAL

Latihan:
Cantumkan banyaknya waktu yang kalian gunakan untuk aktivitas harian dalam bentuk jam.

 

Evaluasi pengaturan waktu kalian:

·         Berapa banyak waktu kalian yang diluangkan untuk mencapai tujuan kalian di atas?

·         Apakah penempatan waktu kalian mencerminkan prioritas kalian?

·         Bisakah jam kosong kalian digunakan untuk mencapai prioritas kalian?

 

Latihan:
Mengatur tugas-tugas; kendalikan stres

 

Keuntungan dari jadwal ini:

·         Jadwal tertulis membuat rasa tanggung jawab lebih mudah diatur

·         Tugas-tugas yang terjadwal lebih dapat diselesaikan

·         Jika kalian sudah membaca dan membuat pekerjaan rumah, kalian akan terhindar dari keharusan untuk belajar mendadak sebelum ujian.

 

Buat jadwal kalian:

Kalender semester:

·         Ambil jadwal semester dari sekolah kalian.

·         Masukan tanggal-tanggal penting, seperti ujian tengah and akhir semester, hari besar, hari libur, minggu tenang, dan lain-lain.

·         Masukan tangal-tangal untuk ulangan dan ujian, tugas-tugas dan naskah-naskah penting, dan aktivitas sosial.

·         Letakan jadwal ini di tempat belajar kalian sebagai pengaraha dan pentunjuk, dan mencatat kemajuan kalian.

 

Latihan:
Buat Daftar untuk melakukan sesuatu

 

Jadwal Mingguan Taksiran

·         Masukan semua aktivitas-aktivitas, seperti kelas-kelas, waktu belajar, pertemuan-pertemuan, waktu kerja, dan aktivitas sosial.

Ini lebih mendetail: rencanakan aktivitas-aktivitas kalian tiap jamnya selama seminggu.

 

Jadwal Mingguan

·         Modifikasi dan rinci Jadwal Mingguan Taksiran kalian

·         Evaluasi waktu yang kalian gunakan untuk dapat dimodifikasi menurut prioritas kalian

·         Apakah kalian menggunakan waktu kalian sebaik mungkin untuk mencapai tujuan?

·         Apakah kalian belajar seperti yang kalian jadwalkan untuk belajar?

·         Apakah kalian bisa menggunakan waktu kalian lebih efisien?

 

Jadwal Harian atau "Pekerjaan"

·         Selesaikan semalam sebelum atau pertama kali setiap pagi.

·         Cantumkan apa yang kalian selesaikan hari itu, termasuk tugas-tugas, pertemuan-pertemuan, dan pekerjaan lain

·         Periksa apa yang sudah kalian lakukan

Pastikan bahwa dengan jadwal yang sudah kalian buat, kalian dapat mengatur Waktu sebaik-baiknya, dan yang terpenting adalah bahwa kalian tidak akan melanggar jadwal yang telah kalian atur dengan susah payah itu.

Silahkan materi Materi MOS (Masa Orientasi Siswa) Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dikembangkan sesuai dengan sekolah anda. Selain Materi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara untuk MOS (Masa Orientasi Siswa) anda kami sarankan untuk membaca Game/Permainan MOS dalam Dinamika Kelompok, agar Masa Orientasi Siswa di sekolah anda tidak membosankan, silahkan klik disini

materi MOS yang lain danperlu disampaikan ke siswa adalah materi Wawasan Wiyata Mandala  dan Materi Mos Tata Krama,, silahkan klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

MATERI MOS TATA KRAMA SISWA

MATERI MOS TATA KRAMA SISWA

 

Tata krama atau adat sopan santun atau sering disebut etiket telah menjadi bagian dalam hidup, contoh; pada waktu Anda masih kanak-kanak, orang tua Anda sudah melatih Anda menerima pemberian orang dengan tangan sebelah kanan dengan mengucapkan terima kasih. Orang tua Anda melatih Anda cara makan, minum, menyapa, memberi hormat dan berpakaian. Lama kelamaan perilaku Anda menjadi kebiasan. Tata krama adalah kebiasaan, yang lahir dalam hubungan antar manusia. Tata krama yang semula berlaku dalam lingkungan terbatas lama kelamaan dapat merambabt ke lingkungan yang lebih luas. Tata krama telah menjadi bagian dari pergaulan sehari-hari. Jadi dapat disimpulkan bahwa tata kram adalah kebiasaan sopan santun yang dispakati dalam lingkungan pergaulan antara manusia setempat. image

Tata krama terdiri atas kata tata dan krama. Tata berarti adat, aturan, norma, peraturan. Krama berarti sopan santun, kelakuan, tindakan, perbuatan. Tata krama berarti adat sopan santun, kebiasaan sopan santun.

Dalam pergaulan sehari-hari sering kita jumpai manusia dengan type kedondong yaitu orang yang berpenampilan menarik dalam berpakaian, berbicara, makan, minum, dan berjalan. Namun penampilan itu hanyalah polesan saja. Ternyata hatinya dikuasai oleh sifat-sifat tak terpuji, suka dendam, egois, suka menyakiti hati. Ada juga manusia yang bertype durian, penampilan tidak menarik, kasar, dan tidak mengundang simpati, namun berhati emas, rendah hati, suka memaafkan, suka menolong dan menghargai orang lain. Kulit durian memang tajam dan kasar, tetapi buah durian terasa enak kalau dimakan.

Makna tata krama yang sesungguhnya bukanlah seperti kedondong yang licin kulitnya dan masam rasanya, demikian pula makna tata krama bulanlah seperti durian yang tajam tapi enak rasanya. Kedua-duanya sama merugikan.

 

Macam-macam tata krama:

  1. Tata krama pergaulan

§  Komunikasi sebagai sifat alami manusia

§  Komunikasi dan tata krama pergaulan adalah hal yang tidak dapat dipisahkan.

Ada beberapa kunci pokok yang perlu dicamkan dalam masalah komunkasi:

a.       Perlakuan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan.

b.       Setiap orang mempunyai perbedaan-perbedaan perorangan tidak ada kembar satu telur yang sama.

c.        Kenal dulu baru sayang, makin kenal makin sayang, tak kenal makin tak sayang.

 

  1. Tata krama berkenalan

Kedua belah pihak saling menyebutkan nama, saling memandang, berjabatan tangan, tidak mengayun-ayunkan tangan.

 

  1. Tata krama bertamu

Hendaknya berjanji dahulu dan datang tepat waktu.

 

  1. Tata krama berbicara

§  Berkata peliharalah lidah, jangan menyinggung perasaan

§  Jangan memotong pembicaraan orang lain

§  Perhatikan Anda berbicara dengan siapa

 

  1. Tata krama berpenampilan

a.       Cara menggunakan pakaian

§  Kalau pakai seragam sekolah harus dimasukkan pakai dasi sabuk hitam (seragam putih abu-abu)

§  Pada waktu olahraga pakailah pakaian dan olahraga

§  Memakai pakaian harus cocock denagn situasi dan tempat

b.       Cara berjalan bersama

§  Laki-laki harus melindungi wanita

§  Kalau ada dua wanita dan satu pria, pria berjalan di sisi yang berdekatan dengan lalu lintas

§  Kalau ada dua pria dan satu wanita, wanita ada di tengah.

c.        Tata cara makan

§  Cicipilah makan dan minuman dengan tidak bersuara.

§  Jika batuk pada waktu makan tutupi mulut.

§  Berdoa sebelum makan.

d.       Tata cara menggunakan fasilitas umum

§  Buang sampah pada tem patnya

§  Jagalah kebersihan baik di dalam kelas maupun di sekitar halaman.

§  Taman umum harus ikut kita jaga kebersihannya.

§  Sopan berkendara di jalan.

e.        Kebiasaan merokok

 

Silahkan materi Materi MOS (Masa Orientasi Siswa) Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dikembangkan sesuai dengan sekolah anda. Selain Materi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara untuk MOS (Masa Orientasi Siswa) anda kami sarankan untuk membaca Game/Permainan MOS dalam Dinamika Kelompok, agar Masa Orientasi Siswa di sekolah anda tidak membosankan, silahkan klik disini

materi MOS yang lain danperlu disampaikan ke siswa adalah materi Wawasan Wiyata Mandala, silahkan klik disini

BACA SELENGKAPNYA »

Artikel Favorit