Monday, November 13, 2017

Re-Invent Ourself: Cara Agar Tak Redup oleh Perubahan Zaman

Re-Invent Our-Self

Berita ttg berbagai perusahaan besar tutup dan menyatakan diri bangkrut, tdk identik dgn pemilik perusahaan tsb bangkrut.  Bisa jadi para taipan tsb menutup 1 perusahaannya krn dinilai sudah tdk menguntungkan dan re-invent di bisnis lain yg dinilai bakal lbh menguntungkan. Hanya kita saja yg saat ini belum tahu, karena tentunya tdk mungkin mereka bikin pengumuman spt begini "bersama ini sy menutup Seven Eleven, krn ada bisnis Seven Sixty yg lbh baik :p" Jadi saat ini kita hanya tahu, tutup, tutup, tutup - belum tahu apa yg mereka bikin, bikin, bikin - coba baca history dibawah ini.

Fuji Film berubah menjadi pemasok bahan kecantikan dunia

Beberapa bulan yang lalu saya ikut kuliah terbuka di INSEAD, Paris. Dan professornya sharing tentang bagaimana sebuah perusahaan harus terus menerus "re-inventing" dirinya sendiri.

Kita semua tahu nasib Kodak, sebuah perusahaan yang gagal re-invent dirinya sendiri, dan kita semua tahu nasib tragis yang dialami perusahaan besar tersebut.

Ternyata besarnya perusahaan, banyaknya uang yang dimiliki, dan kesuksesan masa lalu sebuah perusahaan sama sekali tidak menjamin kesuksesan dan keberlangsungan sebuah perusahaan di masa depan!

Kemudian profesor itu bertanya,"Apakah anda tahu apa yang terjadi dengan Fuji Film?"

Ternyata di antara peserta banyak yang tidak tahu.
Well, kita semua sih, tahu bahwa dulu Fuji Film juga berjaya, bahkan pada tahun 1980-an hampir di semua praparan di Jakarta selalu ada toko berwarna hijau bernama Fuji Image Plaza tempat kita mencetak foto foto kita. Kebayang nggak, profit yang mereka hasilkan dari situ?

Cuma ternyata orang lama - lama tidak mencetak lagi. Di Indonesia kita tidak lagi melihat banyak toko Fuji Image Plaza, pelan pelan mulai tutup satu per satu. Tetapi bagaimana dengan Fuji Film di Jepang? Apakah mereka bangkrut? Ternyata tidak! Profit mereka masih tinggi! How they did it? They re-invent themselves. Mereka melahirkan diri mereka sendiri.

Mereka tahu mereka punya product andalan, tinta kimia untuk mencetak foto. Tetapi mereka juga melakukan penelitian yang intensive agar foto - foto itu tahan lama. Ada sebuah cairan kimia yang mampu mengawetkan foto - foto itu. Dan ternyata dengan sedikit modifikasi, zat kimia itu bisa untuk mengawetkan kulit dan menjadi bahan untuk product kosmetika.
And - voila!

Sekarang profitnya Fuji berkembang terus karena mereka menjadi pemasok utama perusahaan -perusahaan kosmetik dunia. Ini adalah sebuah contoh bagaimana sebuah perusahaan bisa "re-inventing itself". Dan sekarang mereka survive, sukses dan berjaya.

That's the difference between a great company and others, they can re-invent themselves. Ada pepatah mengatakan,
"Kita tidak bisa mengendalikan badai yang akan menyerang kapal kita, tapi kita bisa menyesuaikan layar yang kita punya"
Pelan atau lambat, disruption pasti datang, bisnis Anda akan terganggu, itu pasti, dan Anda tidak bisa mencegah, mengontrol atau mengendalikan itu. Yang bisa anda kontrol adalah bagaimana anda menghadapi disruption tersebut.

Dalam contoh di atas, Fuji mampu re-invent themselves dan akhirnya mereka mampu survive dan sukses terus! Remember, sometimes you need to re-invent yourself to ensure your future success!

Contoh lain?
Garmin dulunya sukses dengan menjual alat navigasi GPS untuk mobil mewah, pada saat navigasi GPS software bisa didownload gratis, mereka re-invent dan sekarang menjual gadget untuk fitness, sukses luar biasa dan profit naik!

Nokia?
Anda pikir mereka sudah almarhum? Think again!
Pada saat bisnis handphone mereka menurun drastis, mereka jual bisnis itu ke Microsoft, dan mereka focus ke network infrastructure (BTS, Switching ...etc). Sekarang Nokia network infrastructure berjaya , menjadi one of the market leader, bahkan membeli Motorola, Siemens, Alcatel dan Lucent!

They re-invent themselves!
By the way, itu bukan pertama kalinya mereka melakukan itu, Nokia dulunya adalah perusahaan yang memproduksi kayu dan hasil hutan, karet, ban mobil, kemudian mereka re-invent dan memproduksi kertas, kemudian kabel, kemudian TV, handphone dan sekarang mereka berjaya dengan network infrastructure!

How about you? Are you ready to re-invent yourself?

Saya dulu berijasah Bachelor dan Master dalam Computer Science, dan saya me- re-invent diri saya sendiri menjadi Human Resources. Seorang sahabat saya, sebut saja namanya Arini, dulunya adalah Network Planning Engineer di sebuah perusahaan telekomunikasi, sekarang dia re-invent dirinya menjadi seorang Sales Director di sebuah operator telekom besar di negeri ini. Seorang talent pulang dari Hong Kong dengan ijasah Micro-Biology, dan karena character -nya yang hardworker dan quick-learner, saya recruit dia menjadi Management Trainee di Citibank, dan sekarang dia sudah mapan meniti kariernya sebagai banker.

Itu adalah beberapa contoh orang yang berhasil re-invent dirinya sendiri dan re-invent kariernya.

Apapun yang anda kerjakan sekarang, perusahaan apa pun di mana anda bekerja sekarang, industry di mana anda bekerja sekarang, tidak ada yang akan terhindar dari disruption  yang akan mengganggu bisnis Anda, dan kalau Anda tidak bersiap siap , karier Anda bisa meniru Kodak. Namun kalau Anda bersiap-siap dan ready to re-invent yourself, AAnda bisa menjadi Garmin, Fuji atau Nokia yang terus menerus sukses.

Jadi, apa yang Anda bisa lakukan untuk re-invent yourself? Ikuti kelima langkah di bawah ini.

1. ANALYSE YOUR CURRENT STRENGTH.

Analisa, identifikasi dan catat, sebenarnya kekuatan Anda itu di bidang apa? Apakah yang Anda mampu lakukan dan lebih jago daripada yang lain?

Apakah itu design? Mengembangkan product baru? Menjual? Meyakinkan customer? Presentasi?  Berkomunikasi? Merancang proses? Mengimplementasikan proses? atau apa? Identifikasi 3 strength atau kekuatan  Anda.

2. DEFINE THE NEW GREEN FIELD THAT YOU WANT TO EXPLORE

Cari bidang baru atau industry baru (di luar profesi atau industry yang anda tekuni sekarang) yang Anda bisa explore. Challenge the status-quo.
Keluarlah dari comfort zone.
Ingat comfort dan progress tidak bisa berjalan bersama.
Kalau anda mau comfortable (nyaman), siap siap, Anda tidak akan maju.
Kalau anda mau progress (maju), siap siap, perjalanan hidup anda tidak akan comfortable (nyaman).

3. FIND YOUR STRENGTH THAT YOU CAN USE IN THE NEW GREEN FIELD

Nah, dari semua strength yang Anda miliki, special skills apa yang Anda miliki dan bisa diterapkan di area yang baru.

Saya dulu adalah seorang insinyur, kemudian pada saat saya menemukan strength saya dalam hal presentasi dan komunikasi, maka saya pun berganti menjadi trainer (dalam bidang telekomunikasi), kemudian saya berganti arah lagi menjadi trainer dalam bidang leadership, setelah itu menjadi Training and Development Manager, dan kemudian menjadi HR Director!

Sahabat saya Arini adalah Network Planning Manager, ternyata punya strength dalam project management, dia menjadi Project Manager, kemudian dia banyak berpartisipasi dalam Sales Project Management , dan akhirnya menjadi Sales Director!

Temukan strength Anda, yang akan Anda gunakan sebagai modal Anda untuk berkarier di tempat baru.

4. LEARN OTHER KNOWLEDGE NEEDED IN THE GREEN FIELD

Nah, meskipun Anda sudah punya asset, tetap saja Anda harus belajar skills yang lain yang dibutuhkan .
Meskipun Arini sudah jago dalam sales project management, Arini masih harus belajar bidang bidang sales yang lain.
Meskipun saya sudah menguasai masalah training and development, sebelum saya menjadi HR Director, saya juga harus mempelajari competences yang lain yang juga dibutuhkan.
Remember, we have moved from age to agility. Sekarang bukan lagi kompetensi tentang umur atau pengalaman anda.
Sekarang adalah kompetisi di mana siapa yang lebih banyak belajar dan bekerja keras yang akan memenangkan kompetisi di masa depan.

5. GO ON, BE BRAVE and CHALLENGE YOURSELF

Ok., sekarang anda sudah siap melangkah, asset Anda sudah cukup. Ambil resiko, explore and experiment!
Banyak yang sudah punya mobil yang CC  mesinnya tinggi, dan jago menyetir, tapi gak berani injak pedal! Takut nabrak!
Life is about taking risks. Be brave, challenge yourself in a new green field!

Jadi ingat, to reinvent yourself and your career.

Post a Comment

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search