Wednesday, November 22, 2017

Kehebatan E-Commerce: Rp342 Triliun dalam Sehari!

Kehebatan Dunia E-Commerce: 342 Triliun Rupiah dalam Sehari!

Lesunya Toko Ritel dan Tumbuhnya Bisnis E-Commerce

Di satu kawasan belanja Kota Guangzhou pada Hari Jomblo Sedunia yang jatuh pada 11 November 2017, pada tanggal cantik double eleven atau 11.11. Tak seperti yang saya bayangkan, kawasan Beijing Lu atau Beijing Road yang meriah ini tak padat benar. Lalu-lalang orang dari Hotel Ludo di mulut jalan sampai ke ikon segitiga Giordano seperti lengang, tak seperti kabar yang saya dengar semula jika di Beijing Lu pada akhir pekan, orang-orang sampai kesulitan berjalan menembus kerumunan para pengunjung.

Ada apa gerangan? Rupanya para pebelanja justru menyesaki ruang-ruang dunia maya, mereka tengah ikut merayakan “11.11 Global Shopping Day”. Hari itu, toko-toko daring (online) menggelar penjualan dengan diskon gila-gilaan untuk umat manusia di muka bumi.

Sesaat sebelum peluncurannya pada tengah malam, ucapan “Wish you a happy Singles’ Day” muncul di papan-papan iklan besar di gedung-gedung tinggi di berbagai kota di dunia seperti Guangzhou, Shanghai, Hong Kong, Berlin, London, Melbourne, Tokyo, Seoul and New York.

Orang-orang kemudian menyemut di mal-mal online, memilih barang, membayar, lalu diam menunggunya di pintu rumah.

Dan inilah hasilnya: dalam 24 jam, Grup Alibaba -- toko online terbesar di China -- membukukan rekor penjualan USD25,3 miliar atau setara dengan Rp342 triliun!

Penting buat kamu: Optimisme, Kunci Menghadapi Era Disruption ala Silicon Valley

Catat, pada tanggal 11 bulan 11 kemarin, Alibaba menjual barang senilai TIGA RATUS EMPAT PULUH DUA TRILIUN RUPIAH dalam 24 JAM!

Semua itu didapatkan dari 1,48 miliar transaksi pembelian dari pukul 00.00 sampai pukul 24.00. Sistem pembayaran Alipay memproses 256.000 transaksi setiap detiknya.

Barang-barang itu harus diterima para pembeli dalam negeri dalam tempo 24 jam, dan pembeli luar negeri 72 jam semenjak transaksi dibukukan. Maka bisa dibayangkan kesibukan jaringan logistik Alibaba, Cainiao, yang pada hari belanja itu memproses 812 juta permintaan pengiriman barang -- 500-an juta barang dikirim ke kota-kota di daratan China, 100 juta ke konsumen di luar negeri termasuk Indonesia.

Peran Inovasi Teknologi

Bagaimana caranya? Dengan inovasi teknologi. Bos Cainiao Wan Lin mengatakan, sistem logistik di perusahaan itu memanfaatkan robot pengemas di pergudangan dan tiga juta kurir pengantaran. Di gudang-gudang logistik jaringan Alibaba, ada 200 robot yang bekerja dan sanggup mengemas satu juta pengiriman setiap hari.

Kita telah hadir di masa depan yang dulu tak terbayangkan, ketika yang terlihat di dunia nyata hanyalah yang tersisa dari dunia maya. Mal-mal dan toko-toko sepi pembeli, uang tunai tak banyak berpindah tangan, orang-orang berkegiatan dan harap-harap cemas di rumah sendiri.

Dan pusat perbelanjaan Kota Guangzhou, Beijing Lu, pun tak lagi ramai.

Sumber: Tulisan yang beredar di lini masa Telegram, penulis asli tidak diketahui. [cover]

Post a Comment

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search