Monday, December 18, 2017

Keluarlah dari Zona Nyaman untuk Karir yang Lebih Baik

Stand-up comedian favorite saya namanya Glad Elmaleh. Lahir di Maroko, kuliah di Canada dan ngetop di Perancis. Beberapa tahun lalu terpilih menjadi “Orang Paling Lucu di Perancis”.

Sebegitu ngetopnya sampai release puluhan DVD, dan one-man-show (Stand Up Comedy berbahasa Perancis) nya selalu fully booked berbulan-bulan di gedung berkapasitas 12,000 penonton. Well, he is on top of the world ...

Kemudian, pada tahun 2015, Gad melalukan keputusan drastis dan meninggalkan Perancis untuk pergi ke New York. Dan dia akan memulai kariernya sebagai stand-up comedian berbahasa Inggris di sana. Keputusan yang sangat mengejutkan, sangat berani bahkan nekat!

Baca juga: Re-Invent Ourself: Cara agar Tak Redup oleh Perubahan Zaman

Kita harus mengerti bahwa dunia theatre dan stand up comedy itu sangat tergantung kepada bahasa penyampaian. Apa yang lucu dalam bahasa Perancis belum tentu lucu dalam bahasa Inggris. Jadi meskipun Gad punya kemampuan acting yang bagus, dia tetap harus memulai kariernya dari NOL lagi di New York.

Dan dia berani melakukan itu. Mengapa?

Dan kemudian sebuah stasiun TV di Amerika mengundangnya dalam sebuah acara siaran. Mereka bertanya mengapa dia melakukan itu. Gad menjawab,”Saya ingin keluar dari Comfort Zone saya” Dia meneruskan bahwa dia sudah menjadi yang terbaik di Perancis. Kalau dia tetap di sana lama lama orang Perancis akan bosan dengan comedy-nya.

Dia ingin meninggalkan Perancis sebagai yang terbaik dan dia akan berjuang lagi agar menjadi yang terbaik di Amerika. WOW!

Gad sadar, bahwa seperti halnya sebuah product, lama lama comedinya akan menurun daya tariknya. Pada saat itulah dia harus menemukan inovasi baru agar orang tetap menyukainya di market yang baru nanti.

Tentu saja pada awalnya akan sulit. Karena Gad yang sudah terbiasa ditonton di panggung theatre yang berkapasitas 12,000 orang tiba-tiba harus rela turun kelas dan hanya ditonton oleh ratusan orang.

Perubahan selalu sulit, pada awalnya. Tetapi kalau kita bisa melalui phase itu dengan berhasil, maka kita akan mendapatkan manfaat yang luar biasa!

Banyak orang yang enjoy dan menikmati comfort zone. Padahal kalau mereka kelamaan di comfort zone suatu saat mereka akan dipaksa untuk berada di “disaster zone”. Nah daripada dipaksa ke disaster zone, sebaiknya pergilah ke zona tidak nyaman (dis-comfort zone), sebelum kelamaan!

Itulah mengapa saya pindah dari IT expertise ke HR expertise. Apakah mudah? Ya jelas enggak lah! Pasti susah. Bayangin bahwa saya tiap hari dulunya bergaul dengan computer dan cabel, harus mempelajari bagaimana berhubungan dengan manusia.

Istri saya melihat berapa banyak buku yang saya beli, dan betapa saya belajar siang malam bahkan sabtu minggu untuk melahap buku-buku itu sebelum saya terapkan di pekerjaan saya.

Difficult? Yes. Impossible? No.

So I just did it.

Dan banyak juga teman-teman saya yang melakukan hal yang sama. Sementara banyak yang kerasan di comfort zone, dan takut melangkah. Pada saat disaster zone menimpa, mereka hanya bisa meratap dan menangis.

Jadi apa yang anda bisa lakukan seandainya anda ingin keluar dari comfort zone?
Coba terapkan lima rekomendasi di bawah ini


1. Kenali Kelebihan diri Anda


Kenali kelebihan anda , kompetensi atau skills yang anda punyai yang tidak dimililki oleh orang lain. Sesuatu yang anda memang lebih bagus daripada orang lain, dalam hal itu. Ini akan menjadi modal dasar bagi perjalanan anda di masa depan.

Dalam cerita di atas, ternyata Gad sangat jago beracting dan menguasai 7 bahasa. Apa yang menjadi daftar kemampuan anda?

Ini iuga berarti bahwa anda harus selalu belajar, memperbaiki diri dan menambah kemampuan dan kompetensi anda, dari hari.

2. Analisa 4 Parameter (EXPERTISE, LOCATION, COMPANY, INDUSTRY)

Analisalah di area mana anda menerapkan kompetensi anda:
- bidang pekerjaan anda (sales, logistic, HR, marketing, finance ...etc)
- lokasi geografi di mana anda bekerja (kota, propinsi, negara?)
- perusahaan mana and mengerjakannya
- industry di mana perusahaan anda beroperasi

3. Ubah Cukup satu Parameter Saja, 

DONT CHANGE TOO MANY THINGS in YOUR LIFE

Nah, dari keempat parameter itu, usahakan anda melangkah keluar dari zona nyaman, dengan mengubah satu parmeternya. Jangan mengubah terlalu banyak parameter.

Misalnya anda sudah 6 tahun bekerja di Finance departemen, di perusahaan yang sama di industry yang sama di kota yang sama, anda bisa mempertimbangkan untuk pindah ke Marketing di perusahaan itu (dengan persiapan dan planning yang matang tentunya).

Saya juga pernah pindah posisi dari Head of HRD di perusahaan yang sama di industry yang sama dari Singapore ke Beijing.

What can you do? What can you change in your career to get out of your comfort zone?

4. Eksekusi dengan Penuh Kedisiplinan

Setelah anda sampai di tempat baru, maka kerjakanlah dengan sungguh sungguh. Do your best and be strong in execution discipline!

Ingat apa yang akan lakukan akan sangat mempengaruhi performance anda sekarang dan credibility anda di masa depan.

5. Jika Anda Gagal, Belajar dari Sana dan Coba Lagi!

Kadang-kadang anda akan berhasil, kadang-kadang anda gagal. Don’t worry. Itu proses normal. Kalau anda berhasil, enjoy the glory!

Kalau anda gagal, its ok, move on, belajarlah dari kegagalan itu, dan coba lagi!

Ingat , apapun yang terjadi , anda masih mempunyai strength dan kompetensi yang anda punya, jadi anda masih akan bisa bangkit dan memulai lagi dengan kompetensi dan skills tersebut.

Jadi ingat ya, jangan kelamaan di comfort zone. Anda suatu saat bisa dipaksa terlempar ke disaster zone. Dan kalau anda ingin keluar dari comfort zone, inilah yang bisa anda lakukan.

1. EVALUATE YOUR STRENGTH
2. ANALYZE THE 4 PARAMETERS (EXPERTISE, LOCATION, COMPANY, INDUSTRY)
3. CHANGE 1 PARAMETER, DONT CHANGE TOO MANY THINGS in YOUR LIFE
4. EXECUTION DISCIPLINE
5. IF YOU FAIL, LEARN FROM IT and TRY AGAIN!

Salam Hangat,
Pambudi Sunarsihanto
dari Halaman Facebook Beliau di web.facebook.com/pambudi2015/

Post a Comment

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search