Berikut Biografi dan Riwayat Singkat Sultan Hasanudin

Berikut Biografi dan Riwayat Singkat Sultan Hasanudin

Daftar isi: [Tampil]
Sultan Hasanudin termasuk salah satu pahlawan yang lahir di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Lahir dengan nama I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe. Sultan Hasanuddin ini merupakan anak kedua dari Raja Gowa yang ke-15. Memiliki saudara perempuan bernama I Patimang Daeng Nisaking Karaeng Bonto Je’ne yang menjadi permaisuri Sultan Bima.

Biografi dan Riwayat Sultan Hasanudin


Biografi Sultan Hasanudin

Biografi Sultan Hasanudin sendiri sangat lengkap, dengan nama tersebut sebagai pahlawan Indonesia dan berasal dari Makassar. Dikenal juga sebagai penguasa kerajaan islam Gowa dan yang saat itu menguasai jalur perdagangan di wilayah Timur Indonesia.

Pada abad ke 16, Sultan Hasanudin ini berhasil membawa kerajaan islam Gowa sampai puncak dan menjadi salah satu kerajaan paling besar saat itu. Nama lain Sultan Hasanudin, I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe. Mendapat julukan Ayam Jantan dari Timur, lahir di Makassar pada 12 Januari 1631 dan wafat di Makassar 12 Juni 1670.

Ayahnya bernama Sultan Malikussaid dan ibunya bernama I Sabbe To’mo Lakuntu. Sedangkan saudaranya bernama Patimang Daeng Nisaking Karaeng Bonto Je’ne. Karaeng Tololo dan Karaeng Bonto Majanang.

Sultan Hasanudin juga memiliki 4 istri yang bernama I Bate Daeng Tommi, I Daeng Talele, I Mami Daeng Sangnging dan I Hatijah I Lo’mo Tobo. Untuk anaknya bernama Sultan Amir Hamzah, Karaeng Galesong dan Sultan Muhammad Ali.

Riwayat Singkat Sultan Hasanudin

Sultan Hasanudin yang lahir di Makassar ini sudah sejak kecil memperlihatkan jiwa kepemimpinan-nya untuk masa depan. Memiliki kecerdasan serta kerajinan dalam belajar. Beliau juga sangat menonjol dibandingkan saudara lainnya.

Mendapatkan pendidikan di Pusat Pendidikan dan Pengajaran Islam di Masjid Bontoala. Sedangkan kecakapannya dalam memimpin ini didapatkan sejak kepemimpinan Sultan Malikussaid yang sering mengajak beliau ke dalam perundingan penting.

Kemudian di usianya ke 21 tahun, beliau dipercaya menjabat untuk urusan Pertahanan Kerajaan Gowa. Banyak sekali yang membantu ayahnya dalam mengatur pertahanan tersebut. Setelah beliau mendapatkan banyak pengalaman dan ayahnya meninggal. Beliau di angkat menjadi Raja Gowa ke 16 dan menggatikan ayahnya saat beliau masih berusia 22 tahun.

Sultan Hasanudin Turun Tahta

Setelah mengalami beberapa masalah seperti penentangan usaha untuk monopoli VOC, peperangan melawan Belanda dan Perjanjian Bongaya. Sultan Hasanudin turun tahta dan digantikan putranya bernama I Mappasomba Daeng Nguraga Bergelar Sultan Amir Hamzah.

Kemudian Sultan Hasanudin wafat pada hari Kamis, 12 Juni 1670 yang bertepatan pada tanggal 23 Muharam 1081 Hijriah. Beliau wafat pada usia 39 tahun dan dimakamkan di bukit pemakaman Raja-raja Goa dan di dalam benteng Kale Gowa di Kampung Tamalate.

Post a Comment

0 Comments