Konsep Merdeka Belajar Kemendikbud di Era Milenial

Konsep Merdeka Belajar Kemendikbud di Era Milenial

Daftar isi: [Tampil]
Periode ke 2 kepemimpinan Presiden Joko Widodo, terdapat pengakatan seorang pengusaha muda perusahaan Gojek yaitu Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang mengeluarkan perubahan kebijakan revolusioner untuk dilaksanakan di tahun 2020.

konsep belajar merdeka era milenial
konsep belajar merdeka era milenial

Kebijakan tersebut adalah merdeka belajar yaitu perubahan yang terjadi di sektor pendidikan untuk menghapus kebijakan terkait Ujian Nasional (UN) diganti dengan sistem penilaian asesmen kompetensi minimum dan survey karakter yang sesuai dengan era milenial.

Mengenal Konsep Merdeka Belajar di Era Milenial

Perbedaan dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN)

Konsep lama dalam penerapan USBN adalah sebagai berikut.
  1. Memberikan banyak keleluasaan dalam menentukan kriteria kelulusan.
  2. Banyak asesmen yang digunakan untuk mengukur kompetensi anak karena Kurikulum 2013 yang diterapkan masih berbasis kompetensi.
Sedangkan, dalam Konsep Merdeka Belajar penerapan USBN adalah sebagai berikut.
  1. Penggantian USBN menjadi asesmen dan diselenggarakan di sekolah.
  2. Sekolah dapat melakukan tes tulis dan penilaian komprehensif. Penilaian komprehensif yaitu portofolio dan penugasan kelompok, dan karya tulis untuk mengukur tingkat kompetensi siswa.
  3. Hasil belajar siswa dapat dinilai secara merdeka oleh Guru dan Sekolah sehingga dapat menyesuaikan setiap kebutuhan.
  4. Pengembangan kapasitas guru dan sekolah mendapatkan anggaran lebih dengan tujuan kualitas pembelajaran yang meningkat.

Perbedaan dalam Ujian Nasional

Konsep lama, ujian nasional diterapkan seperti berikut.
  1. UN yang diujikan dengan materi padat. Hal tersebut membuat guru dan siswa tidak melihat kompetensi penalaran UN namun hanya penguasaan materi.
  2. Fungsi UN tidak dianggap sebagai penilaian siswa namun hanya sekedar pemetaan mutu pendidikan nasional.
  3. UN tidak menyentuh penilaian karakter siswa tetapi hanya menilai aspek kognitif dari kegiatan belajar mengajar.
Konsep dalam Merdeka Belajar yaitu sebagai berikut.
  1. UN terakhir dilaksanakan tahun 2020.
  2. Pada tahun 2021, reformasi UN menjadi asesmen kompetensi minimum dan survey karakter dianggap sangat tepat.
  3. UN dilaksanakan pada siswa kelas 4 SD, 2 SMP/ 8 SMP, 2 SMA / 11 SMA dan sekolah kejuruan yang berarti tidak menjadi tolok ukur kelulusan siswa.
  4. Acuan UN akan diganti dengan level internasional. PISA dan TIMSS adalah contoh acuan yang tepat untuk UN.
Perbedaan yang terdapat pada konsep lama dan merdeka belajar sangatlah berbeda karena dalam sistem merdeka belajar lebih menonjolkan karakter yang siap dan dibutuhkan untuk perkembangan teknologi.

Post a Comment

0 Comments