Featured Posts

  • Arti Pendidikan

    Pendidikan bukan persiapan untuk hidup, Pendidikan adalah hidup itu sendiri

    (John Dewey)

    Tujuan pendidikan adalah mempersiapkan generasi muda. Untuk mendidik diri mereka sendiri seumur hidup mereka.

    (Robert Maynard Hutchins)

  • Guru

    Salah satu tanda seorang pendidik yang hebat Adalah kemampuan memimpin murid-murid Menjelajahi tempat-tempat baru Yang bahkan belum pernah didatangi sang pendidik

    (Thomas Groome)

  • Kreatif

    Adalah suatu kemampuan luar biasa dalam diri guru bila ia mampu menggugah rasa cinta anak didiknya akan daya cipta kreatif dan ilmu pengetahuan

    (Albert Einstein)

  • Bakat

    Bertindaklah seolah apa yang kau lakukan membuat perbedaan. Karena kenyataannya memang begitu Ajari murid-murid menggunakan bakat apapun yang mereka miliki.

    (Stacia Tusher)

  • Yang Terbaik

    Mengajari anak-anak berhitung memang bagus, tapi yang terbaik adalah mengajari mereka apa yang perlu diperhitungkan

    (Bob Talbert)


Senin, 20 Oktober 2014

Kelebihan Dan Kelemahan Teori Belajar Skinner

Kelebihan Dan Kelemahan Teori Belajar Skinner, 

Kelebihan

Pada teori ini, pendidik diarahkan untuk menghargai setiap anak didiknya. hal ini ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem hukuman. Hal itu didukung dengan adanya pembentukan lingkungan yang baik sehingga dimungkinkan akan meminimalkan terjadinya kesalahan. clip_image002

Kekurangan

Beberapa kelemahan  dari teori ini berdasarkan analisa teknologi (Margaret E. B. G. 1994) bahwa: (i) teknologi untuk situasi yang kompleks tidak bisa lengkap; analisa yang berhasil bergantung pada keterampilan teknologis, (ii) keseringan respon sukar diterapkan pada tingkah laku kompleks sebagai ukuran peluang kejadian. Disamping itu pula, tanpa adanya sistem hukuman akan dimungkinkan akan dapat membuat anak didik menjadi kurang mengerti tentang sebuah kedisiplinan. hal tersebuat akan menyulitkan lancarnya kegiatan belajar-mengajar. Dengan melaksanakan mastery learning, tugas guru akan menjadi semakin berat.

Beberapa Kekeliruan dalam penerapan teori Skinner adalah penggunaan hukuman sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkan siswa. Menurut Skinner hukuman yang baik adalah anak merasakan sendiri konsekuensi dari perbuatannya. Misalnya anak perlu mengalami sendiri kesalahan dan merasakan akibat dari kesalahan. Penggunaan hukuman verbal maupun fisik seperti: kata-kata kasar, ejekan, cubitan, jeweran justru berakibat buruk pada siswa.

BACA SELENGKAPNYA »

Minggu, 19 Oktober 2014

Pemanfaatan Media Komunikasi dalam Pendidikan

Pemanfaatan Media Komunikasi dalam Pendidikan, Media komunikasi dalam pendidikan adalah seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh guru atau pendidik dalam rangka berkomunikasi dengan siswa atau peserta didik.

Klasifikasi media komunikasi dalam pendidikan sangat beragam, yakni menurut sifatnya, kemampuan jangkauannya, cara atau teknik pemakaiannya, dan bentuk dan cara penyajiannya.

Manfaat media komunikasi dalam pendidikan secara garis besar yaitu menangkap suatu objek atau peristiwa-peristiwa tertentu, memanipulasi keadaan, peristiwa atau objek tertentu, dan menambah gairah serta motivasi belajar siswa. image

Pemanfaatan media komunikasi dalam pendidikan terus berkembang sesuai dengan perkembangan konsep belajar mengajar dan harus berdasarkan prinsip-prinsip yang sesuai dan ditujukan agar tercapainya tujuan pendidikan yaitu media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran, harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran, harus sesuai dengan materi pembelajaran, harus sesuai dengan minat, kebutuhan dan kondisi siswa, harus memerhatikan efektivitas dan efisiensi, serta harus sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoperasikannya.

Pemanfaatan media komunikasi sangat beragam sesuai dengan perkembangan konsep belajar mengajar yakni:

1) Bahasa sebagai media pembelajaran

2) Media sebagai alat bantu mengajar

3) Media sebagai alat peraga

4) Audio Visual Aid (AVA) sebagai media

5) Media sebagai penyalur pesan

6) Media sebagai sumber belajar

 

Dalam pemanfaatan media komunikasi dalam pendidikan terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan, yakni:

1. Media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran.

2. Media yang akan digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

3. Media yang digunakan harus sesuai dengan materi pembelajaran.

4. Media pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan dan kondisi siswa.

5. Media yang akan digunakan harus memerhatikan efektivitas dan efisiensi.

6. Media yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoperasikannya.

 

Sumber :


Wina Sanjaya, Media Komunikasi Pembelajaran (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012), hlm. 105-112

Ibid., hlm. 75-76

BACA SELENGKAPNYA »

Jumat, 17 Oktober 2014

Cara raih beasiswa luar negeri jalur profesor

Beasiswa luar Negeri, Selain mencari informasi dari jalur formal seperti “university calendar” ada cara lain yaitu dengan menghubungi profesor dari perguruan tinggi yang bersangkutan. Sangat lazim seorang profesor mencari mahasiswa untuk membantu penelitiannya. Biasanya ini hanya untuk pascasarjana (S2/S3). Di bidang-bidang khusus, seperti bidang teknik (engineering) yang akhir-akhir ini mulai dijauhi mahasiswa setempat karena dinilai terlalu sukar dan kurang memberikan hasil finansial dibandingkan bidang non-teknik lainnya, banyak profesor yang kesulitan untuk mencari mahasiswa lokal sehingga dia menawarkan bimbingan untuk mahasiswa asing. Bahkan ada yang menawarkan beasiswa juga. Beasiswa ini biasanya diperoleh dari perusahaan atau industri yang mengadakan kerjasama penelitian dengan profesor yang bersangkutan. Biasanya informasi mengenai hal ini tersebar melalui mailing list, atau malah dari situs web sang profesor tersebut. clip_image001

Di beberapa tempat, profesor juga mendapat dana bantuan dari perguruan tinggi jika dia dapat merekrut mahasiswa beasiswa S3 karena jumlah mahasiswa S3 di perguruan tinggi tersebut turut menentukan nilai dari perguruan tinggi yang bersangkutan. (Misalnya, salah satu kriteria dari sebuah research university adalah dihasilkannya 50 S3 dalam satu tahun di 15 bidang.)

Profesor biasanya menjadi salah satu orang yang ikut menentukan diterima atau tidaknya sang calon mahasiswa. Biasanya, admission office akan menanyakan kesediaan profesor yang bersangkutan karena ini terkait dengan masalah penelitian. Jadi, jika kita sudah menghubungi profesor yang bersangkutan, biasanya lebih mudah untuk diterima.

Namun hal ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Pasalnya, kita tidak tahu siapa profesor tersebut, kecuali yang sudah terkenal. Siapa tahu profesor tersebut memiliki sifat yang kurang baik, seperti misalnya mempekerjakaan mahasiswanya secara rodi dan sulit meluluskan mahasiswanya. Maklum, mahasiswa adalah tenaga intelektual yang murah honornya. Anda bisa bertahun-tahun bekerja di bawah bimbingannya. Padahal anda ingin cepat lulus dan berkarya. Kecuali jika memang anda senang (enjoy) dengan pekerjaan anda sebagai peneliti dengan profesor yang bersangkutan. Kadang-kadang hal ini terjadi, yaitu sang mahasiswa justru senang bekerjasama dengan sang profesor sehingga “kelupaan” untuk menyelesaikan studinya. Terus saja dia menjadi doctorate candidate.

Salah satu hal yang bisa dilihat jika kita memilih profesor adalah jumlah mahasiswa bimbingannya. Jika dia memiliki mahasiswa yang banyak, kemungkinan besar dia disukai mahasiswa sehingga potensi untuk masalah (personal) lebih kecil. Kalau pun ada masalah, anda punya banyak kawan. (smile.)

Hubungan pribadi antara mahasiswa bimbingan dengan profesornya di level S3 sangat penting. Saya melihat beberapa kawan yang berhenti di S3 karena ada konflik dengan profesornya. Untuk itu masalah hubungan manusia ini jangan dianggap sepele.

BACA SELENGKAPNYA »

Nilai-Nilai Luhur Pancasila

Nilai-Nilai Luhur Pancasila, Pancasila sebagaimana kita yakini merupakan jiwa, kepribadian dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Disamping itu juga telah dibuktikan dengan kenyataan sejarah bahawa Pancasila merupakan sumber kekuatan bagi perjuangan karena menjadikan bangsa Indonesia bersatu.Pancasila dijadikan ideologi dikerenakan, Pancasila memiliki nilai-nilai falsafah mendasar dan rasional. Pancasila telah teruji kokoh dan kuat sebagai dasar dalam mengatur kehidupan bernegara. Selain itu, Pancasila juga merupakan wujud dari konsensus nasional karena negara bangsa Indonesia ini adalah sebuah desain negara moderen yang disepakati oleh para pendiri negara Republik Indonesia kemudian nilai kandungan Pancasila dilestarikan dari generasi ke generasi. Pancasila pertama kali dikumandangkan oleh Soekarno pada saat berlangsungnya sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Republik Indonesia (BPUPKI). image

Pada pidato tersebut, Soekarno menekankan pentingnya sebuah dasar negara. Istilah dasar negara ini kemudian disamakan dengan fundamen, filsafat, pemikiran yang mendalam, serta jiwa dan hasrat yang mendalam, serta perjuangan suatu bangsa senantiasa memiliki karakter sendiri yang berasal dari kepribadian bangsa. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Pancasila secara formal yudiris terdapat dalam alinea IV pembukaan UUD 1945. Di samping pengertian formal menurut hukum atau formal yudiris maka Pancasila juga mempunyai bentuk dan juga mempunyai isi dan arti (unsur-unsur yang menyusun Pancasila tersebut). Tepat 64 tahun usia Pancasila, sepatutnya sebagai warga negara Indonesia kembali menyelami kandungan nilai-nilai luhur tersebut.

1. Ketuhanan (Religiusitas)

Nilai religius adalah nilai yang berkaitan dengan keterkaitan individu dengan sesuatu yang dianggapnya memiliki kekuatan sakral, suci, agung dan mulia. Memahami Ketuhanan sebagai pandangan hidup adalah mewujudkan masyarakat yang beketuhanan, yakni membangun masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa maupun semangat untuk mencapai ridlo Tuhan dalam setiap perbuatan baik yang dilakukannya. Dari sudut pandang etis keagamaan, negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa itu adalah negara yang menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduknya untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Dari dasar ini pula, bahwa suatu keharusan bagi masyarakat warga Indonesia menjadi masyarakat yang beriman kepada Tuhan, dan masyarakat yang beragama,.

2. Kemanusiaan (Moralitas)

Kemanusiaan yang adil dan beradab, adalah pembentukan suatu kesadaran tentang keteraturan, sebagai asas kehidupan, sebab setiap manusia mempunyai potensi untuk menjadi manusia sempurna, yaitu manusia yang beradab. Manusia yang maju peradabannya tentu lebih mudah menerima kebenaran dengan tulus, lebih mungkin untuk mengikuti tata cara dan pola kehidupan masyarakat yang teratur, dan mengenal hukum universal. Kesadaran inilah yang menjadi semangat membangun kehidupan masyarakat dan alam semesta untuk mencapai kebahagiaan dengan usaha gigih, serta dapat diimplementasikan dalam bentuk sikap hidup yang harmoni penuh toleransi dan damai.

3. Persatuan (Kebangsaan) Indonesia

Persatuan adalah gabungan yang terdiri atas beberapa bagian, kehadiran Indonesia dan bangsanya di muka bumi ini bukan untuk bersengketa. Bangsa Indonesia hadir untuk mewujudkan kasih sayang kepada segenap suku bangsa dari Sabang sampai Marauke. Persatuan Indonesia, bukan sebuah sikap maupun pandangan dogmatik dan sempit, namun harus menjadi upaya untuk melihat diri sendiri secara lebih objektif dari dunia luar. Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk dalam proses sejarah perjuangan panjang dan terdiri dari bermacam-macam kelompok suku bangsa, namun perbedaan tersebut tidak untuk dipertentangkan tetapi justru dijadikan persatuan Indonesia.

4. Permusyawaratan dan Perwakilan

Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan hidup berdampingan dengan orang lain, dalam interaksi itu biasanya terjadi kesepakatan, dan saling menghargai satu sama lain atas dasar tujuan dan kepentingan bersama. Prinsip-prinsip kerakyatan yang menjadi cita-cita utama untuk membangkitkan bangsa Indonesia, mengerahkan potensi mereka dalam dunia modern, yakni kerakyatan yang mampu mengendalikan diri, tabah menguasai diri, walau berada dalam kancah pergolakan hebat untuk menciptakan perubahan dan pembaharuan. Hikmah kebijaksanaan adalah kondisi sosial yang menampilkan rakyat berpikir dalam tahap yang lebih tinggi sebagai bangsa, dan membebaskan diri dari belenggu pemikiran berazaskan kelompok dan aliran tertentu yang sempit.

5. Keadilan Sosial

Nilai keadilan adalah nilai yang menjunjung norma berdasarkan ketidak berpihakkan, keseimbangan, serta pemerataan terhadap suatu hal. Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan cita-cita bernegara dan berbangsa. Itu semua bermakna mewujudkan keadaan masyarakat yang bersatu secara organik, dimana setiap anggotanya mempunyai kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang serta belajar hidup pada kemampuan aslinya. Segala usaha diarahkan kepada potensi rakyat, memupuk perwatakan dan peningkatan kualitas rakyat, sehingga kesejahteraan tercapai secara merata. (Dari berbagai sumber)

BACA SELENGKAPNYA »

Artikel Favorit